antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA,SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

Menyediakan Bibit Belut Dengan Kualitas

antok Farm, Jual Benih Ikan

Menyediakan Bibit nila dengan kondisi baik

Showing posts with label jual ikan. Show all posts
Showing posts with label jual ikan. Show all posts

Saturday, May 30, 2015

Video Alat Penghitung Benih Ikan dari IPB

Fry Counter atau alat penghitung benih ikan merupakan inovasi dalam dunia Perikanan yang dirancang oleh Prof. Dr. Indra Jaya, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Instrumen ini didesain untuk penghitungan ikan secara otomatis. Keunggulan alat ini adalah dapat menghitung jumlah ikan dengan cepat dibandingkan dengan metode manual, dan efisien dari sisi kebutuhan tenaga kerja, sehingga dapat menghasilkan profit (keuntungan) bagi pengusaha benih ikan.





Inovasi ini sangat membantu pengusaha benih ikan  seperti kami. Selain menghemat tenaga dan waktu, hal ini juga mengurangi risiko kematian benih ikan karena terlalu lama dalam proses penghitungan.Penghitung ikan ini juga meningkatkan kepercayaaan pembeli benih ikan tentang penghitungan ikan.Terima kasih IPB, semoga bermanfaat!


Sumber: greentv.ipb.ac.id










Saturday, February 14, 2015

Peternak Lele Yang Untung 10 Juta / Hari

Pasar ikan di Indonesia yang masih tergolong besar, membuat para pembudidaya ikan lele menjadi lebih tekun untuk mendapatkan laba yang besar. Seperti dialami Kelompok Pembudi Daya IkanLele Kersa Mulia Bakti, yang menerima permintaan harian sampai 6 ton.

Seorang pembudidaya ikan lele warga Cirebon, Jawa Barat, Suganda mengaku dengan budidaya ikan lele Ia bisa menghasilkan keuntungan yang sangat lumayan besar, bisa menghasilkan ratusan juta pertahuan. “Karena dalam satu hari hasil panen bisa mencapai 4-5 ton perhari atau dengan keuntungan bersih sekitar Rp 10 juta, bila harga satu kilogram lele sebesar Rp 12 ribu per kg,” katanya di tempat kolam budidaya Kelompok Kersa Mulia Bakti di Cirebon.

Atas keuntungan tersebut, ia bisa membayar premi asuransi sebesar Rp15 juta per bulan karena membudidayakan ikan lele. Menurut pria berusia 43 tahun ini, bisnis budi daya lele yang dijalaninya sejak 15 tahun lalu membuahkan hasil yang lebih dari lumayan sehingga mampu membayar premi sebesar itu.Sebelum budidaya lele Suganda pernah membudidayakan ikan emas, namun gagal karena kesulitan mencari pakan dan banyak yang terkena wabah sehingga sering gagal panen. Setelah gagal barulah Ia pindah ke budidaya lele.

Awalnya ia hanya sendirian dalam budidaya ikan lele, tetapi karena perkembangannya yang bagus sehingga mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Kesuksesan ini pun ia tularkan ke para pembudi daya yang tergabung dalam Kelompok Pembudidaya Ikan Lele Kersa Mulia Bakti yang beralamatkan di Desa Kertasura Blok 3, Jalan Sunan Gunungjati, Kapetakan, Cirebon.

Saat ini jumlah anggota kelompok pembudidaya lele Kersa Mulia sebanyak 29 orang. Dari 29 anggota yang juga menuai sukses, 95% sudah mempunyai asuransi. Menurut Suganda itu wajar karena omzet harian kelompok bisa mencapai Rp39 juta. Satu peternak bisa memperoleh untung bersih Rp6 juta hingga Rp10 juta per hari.

“Dulu usaha budidaya lele belum ada yang berminat. Saya saja sendirian. Lalu lima tahun kemudian muncul yang ikut dan dari yang hanya puluhan kolam, sekarang sudah ada 400 kolam di lahan seluas 35 hektare,” ungkap Suganda.

Diceritakan, 400 kolam dalam sehari bisa panen sekitar 4-5 ton dan dibeli oleh pelanggan yang berasal dari Jakarta, Bandung, dan Tegal. Namun Suganda me­ngatakan sering kali pihaknya justru tidak bisa memenuhi kebutuhan pelanggan. Permintaan rata-rata dalam satu hari sebenarnya bisa mencapai 6 ton.

“Untuk bisa tingkatkan produksi, tentu harus ada tambahan kolam. Nah, masalahnya adalah ketersediaan lahan. Warga sekitar biasanya hanya kalau butuh uang banyak saja baru mau jual tanah,” kata Suganda.

Sementara jika mencari lahan di luar Kabupaten Cirebon, Suganda mengatakan ia dan para rekannya harus memastikan kondisi lingkungan.

“Maksudnya kalau misalnya budidaya di Semarang, masyarakat di sana belum tentu cocok. Selain itu juga pertimbangannya soal keamanan,” tandasnya.

 (Sumber : InfoPublik, budidaya-ikan)


Friday, January 23, 2015

Keunggulan Ikan Nila

Kali ini kami akan membahas keunggulan Ikan Nila atau Ikan Munjaer. Ikan Nila merupakan jenis ikan air tawar yang dikenal sebagai Ikan Konsumsi. Ikan ini bisa tumbuh dan besar hingga mencapai bobot 1 kg. Dagingnya gurih dan kandungan proteinnya tinggi. Sebagaimana kita tahu kandungan gizi ikan air tawar cukup tinggi dan hampir sama dengan ikan air laut, sehingga dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jumlah cukup. Tingginya kandungan protein dan vitamin membuat ikan yang mudah dibudidayakan ini sangat membantu pertumbuhan anak-anak balita. Anda barangkali sudah memperoleh penjelasan dari banyak-banyak penyuluhan tentang kualitas hidup, bahwa kandungan protein yang tinggi dapat membantu pertumbuhan otak dan tubuh kita.



Dibandingkan dengan negara-negara lain, konsumsi ikan per kapita per tahun di Indonesia saat ini masih tergolong rendah, yaitu 19,14 kg. Hal ini sangat disayangkan, terutama mengingat betapa besar peranan gizi ikan bagi kesehatan. 
Untuk mengatasi masalah rendahnya konsumsi ikan laut akibat harganya yang relatif mahal, perlu upaya pengembangan budidaya ikan air tawar, terutama disseminasi (penyebaran informasi tentang mengenalkan budidaya ikan air tawar).
Sebagai bahan pangan, ikan merupakan sumber protein, lemak, vitamin, dan mineral yang sangat baik dan prospektif. Keunggulan utama protein ikan dibandingkan dengan produk lainnya adalah kelengkapan komposisi asam amino dan kemudahannya untuk dicerna. Mengingat besarnya peranan gizi bagi kesehatan, ikan merupakan pilihan tepat untuk diet di masa yang akan datang.
Ikan dapat digolongkan menjadi tiga bagian, yaitu ikan air laut, air tawar, dan air payau atau tambak. Ikan yang hidup di air tawar dan air laut sangat banyak, pembedaannya hanya dibedakan menjadi golongan yang dapat dikonsumsi dan golongan  ikan hias.
Lingkungan hidup ikan air tawar adalah sungai, danau, kolam, sawah, atau rawa. Jenis ikan air tawar yang umum dikonsumsi adalah sidat, belut, gurame, lele, mas, nila merah, tawes, karper, nilem, tambakan, sepat siam, mujair, gabus, toman, betok, jambal, dan jelawat.Berikut kami sampaikan keunggulan Ikan Nila:
  1. Ikan ini sebagai ikan konsumsi, harganya lebih murah dibandingkan ikan lainnya.
  2. Ikan ini dapat dipelihara di pekarangan, dengan kolam tanah, kolam terpal ataupun kolam tangki.
  3. reproduksi ikan nila mudah dan pertumbuhannya relatif lebih cepat dibandingkan ikan lainnya.
  4. jenis ikan ini, bersih. Karena menyukai air hangat, mengalir dan bersih. Berbeda dengan ikan lele.
  5. waktu pemeliharaan yang pendek.
Dari keunggulan-keunggulan tersebut, ikan nila lebih cocok untuk dibudidayakan di areal pekarangan sebagai Penyedia Protein Keluarga.
Bibit atau benih Ikan Nila dapat diperoleh dari 2 (dua) cara, diantaranya dari Ikan Kecil yang bisa didapat dari Penjual Bibit. Biasanya ukuran panjang ikan kecil ini antara 2 s.d. 6 cm. Harganya beragam. Larva akan lebih murah dan bisa banyak sekali. Biasanya penyedia larva Ikan Nila menjual minimal 1 box sebanyak 50 ribu s.d. 100 ribu.


Sumber: herdinbisnis

Sunday, June 29, 2014

Harga Ikan Tawar Naik hampir 100% (Peluang Besar Bagi Pembudidaya Ikan)

Jual benih ikan mujaer nila mas gurami

Ini bisa menjadi berita baik bagi petani ikan di Indonesia. Beberapa kabupaten dan kota di Jawa Barat, misalnya, harga berbagai jenis ikan tawar naik hampir 100% jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Di sejumlah pasar tradisional di Tasikmalaya, Bandung, dan Ciamis, harga ikan mas yang semula hanya dijual Rp18 ribu per kg, kini naik menjadi Rp25 ribu per kg.
Begitu juga harga ikan mujair dari Rp18 ribu menjadi Rp23 ribu/kg, ikan kakap merah dari Rp20 ribu kini Rp37 ribu/kg, dan ikan gurame / gurami semula Rp45 ribu/kg kini Rp55 ribu/kg.
Semoga petani ikan di Indonesia bisa mengambil peluang ini!


Sumber: Media Indonesia

Sunday, May 18, 2014

Cara Mudah Budiaya Ikan Bawal tetapi Sangat Menuntungkan

jual benih ikan bawal

Kali ini kami akan mengulas kembali tentang ikan bawal. Ikan bawal adalah ikan yang paling mudah cara perawatannya dan pemberian pakannya pun tidak mengeluarkan modal banyak serta harga jualnya stabil. Keunggulan ikan bawal adalah laju pertumbuhan yang sangat cepat, inilah peluang usaha investasi yang nyata dan terbukti hasilnya bisa meraup keuntungan yang sangat besar. sistem pemasaranya juga sangat mudah, seperti warung tenda lesehan/sari laut dan tempat pemancingan. Ikan air tawar yang satu ini sedang mengalami peningkatan konsumsi, masyarakat semakin banyak yang menyukai ikan bawal.

Ikan bawal yang lezat dan gurih mulai banyak digemari oleh masyarakat kita. Disamping itu, rasa daging juga cukup enak dan hampir menyerupai daging ikan Gurami. Bila budidaya ikan bawal air tawar dilakukan dengan benar, ikan bawal air tawar tentunya akan menghasilkan keuntungan yang menggiurkan. Usaha pembesaran atau budidaya ikan bawal dilakukan dengan maksud supaya didapat ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen.
Budidaya ikan bawal air tawar bisa dilakukan di kolam tanah ataupun permanen, baik secara monokultur maupun polikultur. Usaha ini cukup menjanjikan dibanding dengan budidaya ikan air tawar lainnya. Ikan Bawal air tawar memiliki beberapa keistimewaan. Diantaranya, nafsu makan tinggi dan termasuk pemakan segalanya yang condong lebih banyak makan dedaunan, dengan begitu pakan pelet bisa ditekan. Kedua, pertumbuhan ikan bawal cukup cepat, daya tahan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik dan rasa daging ikan bawal juga cukup enak, hampir menyerupai daging ikan Gurami hingga digemari masyarakat. Kolamnya dipersiapkan seperti halnya kolam ikan air tawar lainnya.
Persiapan kolam ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Awalnya kolam dikeringkan sampai tanah dasarnya benar-benar kering. Tujuan pengeringan tanah dasar kolam tersebut untuk membasmi ikan-ikan liar yang bersifat predator dan atau kompetitor (penyaing makanan), mengurangi senyawa-senyawa asam sulfida (H2S) dan senyawa beracun lain yang mungkin terbentuk selama kolam terendam. Sesudah dasar kolam benar-benar kering, dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor ataupun dolomit dengan dosis 25 kg per 100 meter persegi.
Pengapuran dilakukan untuk meningkatkan pH tanah, juga bisa untuk membunuh hama ataupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan. Salah seorang peternak ikan di Maros, Muhammad Aking mengatakan, kolam budidaya ikan tersebut tidak mutlak harus dipupuk. Sebab, makanan ikan bawal sebagian besar didapat dari makanan tambahan atau buatan. Namun jika dipupuk bisa memakai pupuk kandang 25-50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang pakai mesti benar-benar yang sudah matang, supaya tidak menjadi racun bagi ikan. Begitu juga dengan pemilihan benih mutlak sangat penting, sebab hanya dengan benih ikan bawal yang baik yang akan hidup dan tumbuh dengan baik.
Benih kita tebar dikolam budidaya ikan bawal, benih perlu diadaptasikan. Tujuannya supaya benih ikan tidak dalam kondisi stress saat berada dalam kolam. Selanjutnyha, kualitas dan kuantitas pakan sangat penting dalam budidaya ikan bawal, sebab dengan pakan yang baik ikan bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita harapkan. “Panen budidaya ikan bawal bisa dilakukan sesudah dipelihara 4-6 bulan, waktu itu ikan bawal sudah mencapai ukuran kurang lebih 500 gr/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m 2.
Untuk pasar lokal, sudah bisa di panen saat usia 3 bulan saat berat ikan bawal mencapai 250 gr/ekor. Alat yang digunakan untuk panen biasanya berupa jaring bemata lebar. Ikan bawal hasil pemanenan sebaiknya penampungannya dilakukan ditempat yang luas dan keadaan airnya selalu mengalir,” jelasnya. Ia menambahkan, budidaya ikan bawal air tawar cukup mudah dibandingkan dengan ikan lainnya. Apalagi ikan bawal suka makan dedauanan hingga bisa mengurangi konsumsi pakan pellet, hingga bisa mengurangi biaya tinggi pada pakan. Budidaya ikan bawal bisa juga dilakukan di kolam keramba jaring apung, yang biasa digunakan untuk budidaya ikan bawal air laut.
 (Sumber :Budidaya-ikan)

Saturday, March 1, 2014

Najawa, Ikan Mas Merah Varietas Unggul Asal Cangkringan, Yogyakarta

Jual Ikan Mas Murah

Dinas Kelautan dan Perikanan DIY melalui Balai Pengembangan Teknologi Kelautan dan Perikanan (BPTKP) Cangkringan berhasil melegalkan ikan mas merah Cangkringan sebagai ikan varietas unggul nasional.

Kepala BPTKP Cangkringan, Ir Dwijo Priyanto MMA menerangkan, ikan mas merah Cangkringan merupakan ikan lokal yang dimiliki BPTKP sejak 1970. Diperkirakan, ikan jenis ini memiliki jarak kekerabatan yang jauh dengan ikan mas jenis lain. "Berdasar karakteristik genetik dengan uji DNA, ikan mas merah Cangkringan sangat jauh kekerabatannya dengan ikan mas Rajadanu, Majalaya, Sinyonya, Wildan dan Sutisna. Jadi bisa dikatakan ikan ini masih benar-benar murni jenisnya dan berasal dari Cangkringan," ungkapnya kepada KRjogja.com di kantornya, Kamis (27/02/2014).


Menurut Dwijo, keunggulan lain ikan ini ialah memiliki ciri khas warna merah menyala dengan bentuk tubuh bulat memanjang. Maka tak heran jika ikan mas merah dewasa bisa tumbuh seberat 4 kilogram dan panjangnya bisa mencapai 50 centimeter.
"Sejak 2010 hingga 2013 ikan ini kami uji karakteristiknya, baik pertumbuhan, produksi dan ketahanannya terhadap penyakit. Setelah diajukan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, ikan mas merah Cangkringan lolos uji pada November 2013. Hingga mendapatkan legalitas dari pemerintah sebagai ikan varietas unggul nasional," jelas Dwijo seraya menambahkan bahwa setelah lolos uji akhirnya Gubernur DIY Sri Sultan HB X memberi nama 'Ikan Mas Merah Najawa'. Najawa singkatan dari Mina Jogja Istimewa.


Sumber: KRJogja

Saturday, December 7, 2013

Kenaikan Harga Ikan Patin Di Palembang

Di Kota Palembang harga ikan naik terutama ikan patin di beberapa pasar tradisional. Kenaikan harga ikanpatin mencapai Rp.12.000-Rp.13.000 per kg, padahal sehari sebelumnya Rp 11.000 per kg, menurut pantauan Kabar Sumatera Rabu (4/12). Menurut pedagang mengaku harga ikan patin telah terjadi kenaikan selama beberapa hari.
Peningkatan harga tersebut dilakukan para pengepul sehingga para pengecer terpaksa menyesuaikan. ”Kenaikan harga ini umumnya dipicu pasokan ikan patin dari produsen sangat terbatas, sedangkan permintaan dari konsumen tetap stabil. Kalau suplai stabil, harga bisa terkendali,” kata Mukmin, pedagang di pasar tradisional 16 Ilir, Palembang.
Di Kota Palembang cenderung bermacam-macam harga ikan patin yang dijual oleh para pengecer. Harga ikan Rp 11.00 per kg misalnnya yang berada di Pasar Simpang Sungki, Rp 12.500-Rp.13.000 per kg di Pasar Cinde dan Rp 11.500 per kg di Pasar 16 Ilir.
Sementara itu, harga ikan air tawar lainnya tercatat masih stabil. Harga ikan sepat ukuran sedang, misalnya, masih Rp 12.000 per kilogram dan ikan lele lebak Rp 11.000 per kilogram. Namun, ikan gabus ukuran sedang kini mulai meningkat menjadi Rp 18.500 per kilogram.
Sedangkan Amir, pedagang di pasar Suak Bato mengatakan, meningkatnya harga ikan air tawar di pasar tradisional Kota Palembang, karena pasokan dari daerah sentra produksi berkurang, sementara permintaan konsumen stabil. “Sejak beberapa hari terakhir harga aneka ikan air tawar tinggi, karena nilai tebus dari pedagang pengumpul lebih mahal dari sebelumnya,” katanya.
Menurut dia, harga ikan sepat ukuran sedang dipatok kisaran Rp 20 ribu per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp16 ribu per kg, ikan gabus ukuran sedang Rp 55 ribu per kg, sebelumnya Rp 50 ribu per kg, ikan mujair dari Rp 24 ribu menjadi Rp 26 ribu per kg.
Selain pasokan kurang lancer, juga nilai tebus dari pedagang pengumpul lebih tinggi disbanding sebelumnya, sehingga menjual kembali ke konsumen disesuaikan.
Ia mengatakan sekarang ini ada beberapa jenis ikan air tawar sama sekali tidak ada pasokan dari pedagang pengumpul, seperti ikan lais dan toman. 

Sumber : Kabar Sumatra


Tuesday, December 3, 2013

Rumah Susun Sebagai Pembiakan Lele

Terdengar aneh dengan keberadaan rumah susun untuk lele, tapi rumah susun yang satu ini besutan para mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dinamakan Rusle. Miftahudin Nur Ihsan, Arry Darmawan, Desiana Nur Fajari (dari Prodi Pendidikan Kimia), serta Anang Prasetyo, Rahmat Widadi (dari Prodi Pendidikan Teknik Elektronika) adalah mahasiswa yang memiliki ide untuk melakukann pembiakan lele dengan menggunakan teknik kolam lele bersusun.
Menurut Ihsan, Kecamatan Banguntapan adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bantul yang berada di dataran rendah dengan sebagian besar penduduk berprofesi sebagai petani. Namun, berkurangnya lahan pertanian membuat sebagian masyarakat kehilangan mata pencaharian.
Sebagai alternatif, masyarakat di daerah tersebut dapat memanfaatkan sektor perikanan, terutama karena lahan itu memiliki saluran air yang memadai. Budidaya ikan lele pun menjadi salah satu prospek tinggi yang memungkinkan untuk dilakoni masyarakat setempat.
Kendala yang dialami oleh para pengelola adalah hasil produksi yang tidak sesuai dengan permintaan konsumen. Dengan adanya teknologi Rusle (Rumah Susun Lele) pun diharapkan mampu menjawab masalah keterbatasan lahan kolam ikan tersebut.
“Sistem pembesaran lele dengan kolam bertingkat adalah sistem pembesaran lele dengan memanfaatkan teknologi elektronika dan ilmu sipil. Disebut kolam bertingkat karena pada sistem ini kolam dibuat bertingkat seperti rumah susun,” ujar Ihsan, seperti dilansir oleh Okezone, Kamis (13/6/2013).
Dia mengungkapkan, bahan kolam berupa fiber berbentuk lingkaran dan memiliki pondasi dari logam antikarat. Kolam bertingkat memiliki kelebihan yaitu akan menambah padat tebar bagi pembesar lele serta memiliki sistem pakan otomatis sehingga akan memudahkan seorang pengguna untuk membesarkan lele mereka.
Cara kerja alat pakan otomatis tersebut berbasis ATMega8 berfungsi sebagai timer yang dapat diatur sebagai pewaktuan otomatis pemberian pakan pada kolam ikan. “Pertama, alat harus diatur “Date” dan “Time” yang berfungsi untuk menunjukkan hari dan tanggal. Sementara time berfungsi untuk mengatur waktu dan delay kerja alat yang diinginkan dan berapa kali alat akan bekerja setiap hari,” paparnya.
Ketika jam sudah menunjukkan sesuai dengan waktu yang diset untuk kerja alat, alat akan mengaktifkan motor pengerak yang akan membuka lubang saluran yang mengalirkan makanan pada kolam ikan. Lubang saluran akan tetap terbuka selama waktu delay yang telah diatur oleh penguna.
“Setelah itu alat akan memberikan sinyal yang menfungsikan motor untuk kembali menutup lubang saluran pakan ikan. Alat tersebut akan berfungsi ulang pada waktu yang sama apabila pengguna tidak mengubah pengaturan waktunya,” imbuh Ihsan. 
Sumber : Okezone


Friday, October 11, 2013

Pakan Lele Dengan Kotoran Puyuh

Kabar gembira bagi para peternak ikan lele yang kini bisa mendapatkan harga pakan ternak mereka berkurang 50%. Jika pada umumnya Rp.9000 untuk 1 kg pakan lele, kini cukup dengan Rp.5000, sudah dapat mendapatkan pakan kaya protein bagi lele yang dikembangbiakkan.
Ketua Tim Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPKwu) UNS Ir. Suyono menjelaskan, harga pakan ikan yang mahal mengakibatkan usaha budidaya ikan banyak mengalami kerugian. Padahal, di sisi lain, pemerintah sedang menggalakkan program masyarakat gemar makan ikan.
“Itulah yang memunculkan wacana perlu upaya menemukan pakan lele yang murah dan ramah untuk masyarakat,” ujar Suyono.
Kandungan protein yang tinggi dibandingkan kotoran ayam, membuat kotoran burung puyuh yang tersedia melimpah untuk dimanfaatkan sebagai alternative pakan lele, yang direkayasa oleh Suyono dan timnya
 “Kandungan protein kotoran burung puyuh adalah 21 persen, sedangkan kandungan protein dalam kotoran ayam petelur 11-14 persen,” jelasnya.
kotoran burung puyuh dicampur dengan bulu ayam dan sisa ikan asin. Bulu ayam berfungsi membuat pakan lele dapat mengambang di air. Sisa ikan asin digunakan untuk menambah nafsu makan ikan lele.
Pembuatan pakan lele dengan pemanfaatan limbah organik tersebut, menurut Suryono menggunakan perbandingan 1:1:1. Satu kg kotoran kering burung puyuh dicampur 1 kg bulu ayam yang telah dipresto dan 1 kg ikan asin.
“Setelah dikeringkan, kemudian digiling menjadi tepung dan dicampur. Baru kemudian diproses menjadi pelet,” urai Dosen Fakultas Pertanian UNS itu.
Suryono mengimbuh, bila dijual, pakan lele dari limbah organik dihargai Rp5.000 per kg. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan pakan ikan pada umumnya yang dibanderol Rp8.000-Rp9.000 per kg.
“Tetapi pakan ikan lele hasil ujicoba ini belum dipasarkan. Tetapi hanya sebatas dimanfaatkan oleh UNS sebagai pendampingan peternak ikan lele,” tuturnya.

 sumber : budidaya ikan, okezone


Tuesday, July 9, 2013

Untung Berlimpah dengan Hormon Jantanisasi Ikan Nila

Ini adalah kisah sukses pembenih ikan dengen hormon jantanisasi ikan. Tiga bulan sekali Agung Wahyudi membeli ribuan benih ikan nila tak jauh dari rumahnya di Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Ia sengaja memilih benih berusia nol-tiga hari, berbentuk bintik-bintik hitam. Alasannya, di usia itu bibit dalam kondisi gonad atau tidak berkelamin. “Kita masih bisa menentukan sendiri jenis kelaminnya,” kata pria setengah baya ini beberapa waktu lalu.

Caranya sederhana. Cukup dengan akuarium, air, sirkulasi udara, dan kolam tampung seperempat lapangan bulu tangkis di pekarangan rumahnya. Resep khususnya adalah menabur serbuk “ajaib” cokelat muda yang mengandung hormon maskulin ke bibit seharga Rp 5.000 per seribu ekor itu. Takarannya harus pas: 10 gram hormon maskulin dicampurkan ke dalam 80 liter air, yang cukup mengubah 7.000 gonad. Benih direndam 18-24 jam. Lalu ganti air rendaman dalam akuarium dan pindahkan ikan ke kolam tampung setelah berusia dua minggu. “Pertumbuhan sangat cepat. Panen hanya butuh 2-3 bulan,” katanya.
Serbuk yang digunakan Agung adalah hormon metil testosteron buatan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), yang berfungsi mengubah kelamin (sex reversal) ikan menjadi jantan. “Persentase alih kelamin mencapai 94 persen,” kata Adria Priliyanti Murni, pembuat sekaligus peneliti senior Batan. Kementerian Riset dan Teknologi memberi penghargaan hormon Batan sebagai salah satu inovasi paling prospektif sepanjang 2010.
Menurut Adria, proses penjantanan ikan penting untuk meningkatkan kesejahteraan peternak dan produksi ikan nasional. Selain ongkos produksi yang murah, “jantanisasi” ikan memiliki nilai ekonomi tinggi, karena masa tumbuhnya cepat sehingga panen pun lebih sering. Maklum, seluruh energi ikan pejantan digunakan untuk tumbuh, tidak seperti betina yang sebagian energinya digunakan untuk pematangan telur. Bentuk, ukuran, dan warna ikan jantan pun jauh lebih unggul dibanding si betina. “Butuh Rp 3-3,5 per ekor ikan untuk proses jantanisasi menggunakan hormon buatan Batan,” katanya.
Hormon maskulin Batan lahir menjawab masalah peternak ikan yang kesulitan mendapatkan metil testosteron. Sejak jantanisasi ikan diterapkan di Jawa pada 1998, hanya ada hormon maskulin buatan luar negeri, seperti Cina, Thailand, dan Jepang. Selain mahal, tingkat keberhasilan hanya 60-80 persen.
Inilah yang membuat Adria tertarik meneliti bagaimana menghasilkan hormon maskulin alami nonkimia lewat teknologi nuklir. Akhirnya pilihan jatuh pada limbah testis sapi. Bahan alami ini ternyata memiliki kandungan testosteron tertinggi ketimbang testis mencit, domba, atau kambing yang juga menjadi bahan penelitiannya. Digunakanlah uji radioimmunoassay plus yodium-125 untuk mengukur kandungan testosteron. “Teknologi nuklir yang digunakan tidak berbahaya karena hanya untuk mengetahui nilai konsentrasi hormon,” katanya. Lahirlah hormon maskulin made in Indonesia pada 2007, setelah serangkaian penelitian selama tujuh tahun.
Hormon maskulin dibuat dengan cara mengiris-iris testis sapi menjadi kepingan kecil seukuran 5 sentimeter. Potongan itu lantas dikeringkan pada suhu 60 derajat Celsius. Pada setiap 100 gram tepung testis ditambahkan metil alkohol 70 persen dari total volume. Hormon ini cocok untuk jenis ikan hias dan konsumsi, seperti nila, gurami, lele, patin, kerapu, cupang, lohan, dan koi.
Ahli akuakultur Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Doktor Fauzan Ali, mengatakan, tanpa proses sex reversal, perbandingan benih ikan jantan dan betina adalah 40 : 60. “Setiap kelahiran alami bisa dipastikan lebih banyak ikan betinanya,” kata Fauzan.
Adria memberi catatan, hormon maskulin buatannya bukan tanpa kekurangan. Kematian bibit saat proses sex reversal pun sering terjadi lantaran kurang hati-hati. Penyebabnya ikan menjadi stres. Tapi jangan khawatir, tingkat kematian gonad hanya 20 persen, jauh lebih kecil dibanding hormon dari luar negeri yang mencapai 50 persen. Agung merasakan, dari 35 ribu benih ikan nila yang dibudidayakannya, yang mati sekitar 7.000 benih. “Itu tak jadi masalah,” katanya.
sumber: teknologitinggi.wordpress

Thursday, July 4, 2013

Cara Singkat Budidaya Ikan Bawal

Ikan bawal merupakan ikan yang cukup digemari baik petani ikan maupun konsumen. Ikan bawal disukai petani ikan karena sangat mudah dibudidayakan dan cepat besar karena ikan bawal makan segala jenis makanan. Selain itu dengan rasa daging yang lembut dan lezat, ikan bawal dianggap sebagai salah satu bahan kuliner yang cukup istimewa oleh konsumen. Sehingga budidaya ikan bawal sangat potensial untuk dibudidayakan. Ikan bawal memiliki nama latin Pampus argenreus atau dalam bahasa inggrisnya dikenal dengan nama Silver pomfret. Banyak petani ikan yang mulai melirik usaha budidaya ikan bawal ini. Ikan Bawal merupakan salah satu ikan dengan cita rasa yang begitu nikmat dengan daging yang lezat dan lembut sehingga pas untuk menjadi bahan kuliner. Menurut pengalaman para pecinta makanan dan berdasarkan data statistik, jenis ikan bawal yang paling digemari adalah ikan bawal berwarna putih. Namun, jika ditelusuri dari cita rasa, ikan bawal hitam juga cukup lezat. Kegemaran konsumen pada jenis ikan yang satu ini menjadikan peluang usaha yang cukup potensial mendatangkan keuntungan.

1. Sifat Karakter Ikan Bawal
Agresif, itulah salah satu sifat ikan bawal. Mereka termasuk hewan omnivora (memakan segalanya), dan suka hidup bergerombol, bentuk tubuhnya pipih. Habitat ikan yang satu ini bukan hanya hidup di laut saja, tetapi bisa juga dikembangbiakan di air tawar, sehingga memudahkan untuk dibudidayakan. Banyak peluang usaha yang bisa diciptakan pada jenis ikan ini. Ada yang khusus untuk membuka usaha pembibitan atau pembenihan saja, ada yang khusus untuk pembesaran ikan bawal saja, ada pula yang terjun pada bidang usaha perdagangan dan pengolahan ikan bawal. Nah kali ini, kita fokus pada pembesaran ikan bawal di air tawar.

Usaha pembesaran ikan bawal dilakukan dengan tujuan agar memperoleh ikan ukuran kosumsi atau ukuran yang relatif disenangi oleh konsumen. Pembesaran ikan bawal bisa dilakukan di kolam permanen dan juga bisa di kolam tanah baik s├Ęcara monokultur maupun polikultur.

2. Persiapan Kolam
Untuk kolam pemeliharaan ikan bawal sama halnya seperti ikan air tawar lainnya. Persiapan kolam ini dilakukan untuk menumbuhkan makanan alami dengan jumlah yang cukup. Kolam bisa terbuat dari tanah atau semen. Langkah awalnya adalah kolam harus dikeringkan dahulu, pastikan dasarnya harus benar-benar kering. Pengeringan dasar kolam bertujuan untuk:  mengurangi senyawa asam sulfida atau senyawa beracun lainnya yang terbentuk selama kolam tersebut terendam, untuk membasmi ikan liar lainnya yang bersifat predator atau kompetitor atau juga penyaing makanan, dan memungkinkan terjadinya pertukaran udara sehingga dalam proses ini gas oksigen mengisi celah dan pori tanah.

3. Memilih dan Menebarkan Benih Ikan Bawal
Karena dengan benih ikan bawal yang baik, ikan akan tumbuh dengan baik, maka pemilihan benih bawal adalah hal yang cukup penting. Ciri-ciri benih  ikan bawal yang baik yaitu anggota tubuh lengkap, sehat aktif bergerak dan ukurannya seragam. Setelah bibit ikan bawal dipilih, maka selanjutnya adalah proses penebaran benih ikan bawal ke kolam pembesaran. Langkah pertama adalah mengadaptasikan benih ikan bawal agar tidak stres. Caranya adalah dengan meletakkan benih ikan bawal yang masih berada dalam air plastik ke dalam kolam pembesaran. Saat suhu air dalam plastik dan suhu air kolam telah sama (ada embun di dalam plastik) maka benih ikan bawal bisa dilepas.

4. Pemeliharaan dan Pemanenan
Proses pemeliharaan ikan bawal yang paling utama adalah pemberian pakan yang teratur. Mengingat ikan bawal merupakan species omnivora, maka pakan yang bisa diberikan ada beragam, baik sayuran, dedaunan, daging, ataupun pellet ikan. Kandungan gizi yang baik terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Pemberian pakan dapat dilakukan dengan cara ditebar langsung pada pagi dan sore hari. Setelah pemeliharaan berlangsung sekitar 5 bulanan, maka panen dapat dilakukan, khususnya terhadap ikan-ikan yang telah memiliki berat lebih dari ½ kg.

semogga bermanfaat!!

sumber: kerja usaha dan distributor poc nasa

Tuesday, June 18, 2013

Cara Memelihara / Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal

Membahas tentang ikan lele memang tidak ada habisnya. kali ini saya akan menyampaikan materi mengenai budidaya ikan lele yang saya dapat dari beberapa sumber. Budidaya lele adalah salah satu bisnis yang cukup menjanjikan. Betapa tidak permintaan pasar akan ketersediaan ikan lele semakin besar dari tahun ke tahun. Dalam hal ini ikan lele yang paling mudah dibudidayakan adalah ikan lele dumbo. Selain memiliki tekstur daging yang renyah sehingga diminati banyak orang, ikan lele dumbo juga merupakan jenis lele yang cepat besar, dan dalam perawatannya juga sangat mudah dilakukan.
Meski kondisi air tempat memelihara ikan lele dumbo tidak terlalu bersih, tetapi ikan ini terbukti dapat bertahan hidup dan berkembang dengan baik.
Memelihara ikan lele pada kolam terpal adalah alternatif budidaya lele yang populer saat ini. Oleh sebab itu memelihara ikan lele di kolam terpal juga sangat layak dilakukan.

Dengan membudidayakan ikan lele melalui terpal, maka salah satu keuntungan yang bisa didapatkan adalah usaha ini dapat dijalankan meski modal yang tersedia tidak terlalu besar.

Pada beberapa usaha budidaya ikan lele ada bebeberapa tujuan, yaitu sebagai pembibitan dan juga sebagai konsumsi. Bila kita memilih budidaya ikan lele sebagai pembibitan juga merupakan pilihan yang sangat tepat, sebab kebutuhkan akan bibit ikan lele juga selalu semakin meningkat setiap saat. Selain itu budidaya ikan lele dengan tujuan konsumsi juga merupakan pilihan yang tidak salah, sebab kebutuhan akan ikan lele untuk bahan konsumsi juga semakin hari semakin meningkat pula. 


1. Pembibitan Ikan Lele

Hal yang perlu diketahui bila ingin membudidayakan ikan lele, khusus pada bidang pembibitan adalah saat pemijahan dan penetesan telur lele. Setelah menetas bibit ikan lele dapat dijual kepada peternak lain untuk dibesarkan atau dipelihari kembali hingga besar. Karena bibit lele langsung bisa dijual ketika menetas, sehingga merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Penyediaan bibit ikan lele dengan ukuran 2-3 cm dapat tercapai ketika usia penetasan sudah mencapai sebulan. Umumnya pemeliharaan bibit dilakukan di kolom berlumpur atau sawah yang memerlukan lahan yang relatif lebih luas. Tetapi pemeliharaan bibit ikan lele juga sebenarnya bisa dilakukan di kolam terpal, meski hal ini tidak bisa dilukan dalam jumlah polulasi bibit yang terlalu besar. Agar bibit ikan lele cepat besar ketika memiliharanya pada kolam terpal, maka hal yang harus dilakukan adalah memberikan makanan berupa pelet yang cukup setiap harinya.

Untuk menjadikan bibit ikan lele hingga ukuran 5-7 cm, maka perlu waktu hingga 2 bulan. Setelah bibit mencapai ukuran ini, maka sejatinya sudah bisa dijual sebagai bibit yang mendatangkan profit bagi peternak.

2. Budidaya Ikan Lele Untuk Konsumsi


Lele untuk keperluan konsumsi dapat dipelihara ketika mencapai ukuran 5-7 cm. Ukuran bibit yang lebih besar, akan lebih baik pula untuk dibudidayakan. Agar panen berlangsung dengan cepat, yaitu sekitar 3-4 bulan masa budidaya, maka ikan harus diberi makanan ekstra dan optimal. Budidaya ikan lele untuk konsumsi dinilai cukup mudah, sebab ikan dengan ukuran lebih besar akan lebih tahan terhadap penyakit.

   2.1 Persiapan Pembuatan Kolam Terpal

Hal yang paling utama dilakukan ketika ingin membudidayakan ikan lele untuk tujuan konsumsi adalah mempersiapakan tempat budidaya. Dalam hal ini dilakukan di kolam terpal, sehingga pembuatan kolam terpal adalah hal yang paling penting untuk dilakukan.

Dalam persiapan kolam terpal dibutuhkan material berupa terpal dan persiapan perangkat pendukung lainnya. Untuk 100 ekor ikan lele, maka kolam yang harus dipersiapkan adalah dengan ukuran 2 x 1x 0.6 meter. Pembuatan kolam bisa dilakukan dengan menggali tanah dan kemudian diberi terpal atau dengan membuat rangka dari kayu dan kemudian diberi terpal. Cara menggali tanah yang kemudian diberi terpal adalah cara yang paling tepat karena akan membuat kondisi terpal lebih tahan lama.

2.2 Pemeliharaan Ikan Lele 

Kolam terpal yang sudah tersedia, kemudian diisi dengan air yang tidak terlalu dalam terlebih dahulu. Untuk bibit ikan lele yang berukuran 5-7 cm bisi diisi dengan air 40 cm. Hal ini dilakukan agar anakan ikan tidak merasa capek naik turun dari dasar kolam untuk mengambil oksigen. Seiring dengan pertambahan usia dan juga ukuran tubuh ikan lele, maka kedalaman air kolam juga bisa dilakukan. Perlu disediakan pula rumpon atau pelindu untuk lele. Karena lele merupakan ikan yang senang bersembunyi di daerah tertutup.

Pemberian pakan pelet dilakukan 2 kali sehari. Lebih bagus dilakukan pemberian makanan lebih dari dua kali sehari, tetapi dengan jumlah yang lebih sedikit. Bila lingkungan tersedia pakan alami seperti bekicot, kerang, keoang emas, rayap dan lain-lain, dapat dilakukan untuk menambah makanan alami untuk lele. Makanan alami ini selain menghemat pengeluaran juga bisa memberi kandungan protein yang tinggi sehingga pertumbuhan lele akan lebih cepat.

Penggantian air kolam terpal juga perlu dilakukan 10-30 persen setiap minggu. Meski ikan lele dianggap tahan terhadap kondisi air, tetapi bila air kolam terpal tidak diganti akan membuat kondisi air menjadi bau. Dengan kondisi air yang berbau akan membuat ikan lele mudah diserang penyakit.

Khusus untuk ikan lele pada usia 1 bulan, perlu dilakukan seleksi dan pemisahan yang memiliki ukuran yang berbeda.Meski Lele dumbo tahan terhadap kondisi air yang buruk ada baiknya perlu diganti air sekitar 10-30% setiap minggu, agar kolam tidak terlalu kotor dan berbau. Penyakit pada ikan lele mudah menyerang pada air dengan kondisi yang kotor. Pada usia satu bulan atau lebih, maka jika diperlukan perlu dilakukan seleksi dan pemisahan lele yang memiliki ukuran yang berbeda. Biasanya lele mengalami pertumbuhan yang tidak sama, sehingga jika tidak dipisahkan lele dengan ukuran kecil akan kalah bersaing dalam berebut makanan. Selain itu pisahkan jika ada ikan yang terindikasi terserang penyakit agar tidak menular. 

Semoga Bermanfaat!!

Sumber: karodalnet / bisnisukm

Monday, May 13, 2013

Pemberantasan dan Penyakit Lele Dumbo


Seperti ikan lainnya yang peka terhadap suatu penyakit bila ikan tersebut dalam keadaan lemah, kurang pakan ataupun karna luka yang dalam penanganannya kurang baik,lele dumbo juga seperti itu.

Binatang kecil yang menembel pada kulit serta insang dapat menyebabkan penyakit, seperti halnya Protozoa, sebangsa lintah, Copepoda dan binatang penyebab penyakit lainnya. Sebagai pencegahan timbulnya penyakit sebaiknya induk lele sebelum pemijahan yang ditangkap dari kolam, terlebih dulu direndam dalam formalin 100 ppm selama 2-3 menit.



Caranya adalah,
·         Buat larutan formalin 100 cc dalam 1 ton air di dalam bak fiber-glass.
·         Induk-indukikan yang sudah dipilih, taruh di dalam happa kecil lalu happa itu beserta ikan-ikan direndam di dalam  larutan tersebut selama 2 - 3 menit.
·         Lalu angkat semuanya dan pindahkan ke dalam happa besar yang sudah dipasang dalam bak penampungan.

Dalam larutan formalin itu, binatang-binatang kecil penyebab penyakit yang melekat pada tubuh lele akan rontok dan mati.


Apabila burayak dan benih lele terkena penyakit, tidak mustahil penyakit itu disebabkan oleh bakteri (Pseudo, monas, Aeromonas) dengan gejala pertama yang terlihat : kulit dan sirip ikan rusak, atau timbul bisul-bisul kecil berwarna merah. Sebenarnya penyakit ini sangat berbahaya karena mudah menular kepada ikan lain dan penyembuhannya sulit pula. Maka bak atau kolam harus segera dikeringkari, ikan dipilih yang gejala penyakitnya parah, dipisahkan dari ikan yang masih tampak utuh. Kelompok ikan yang sakit (parah) dan yang utuh dipisahkan, masing-masing diobati di tempat terpisah. Tempat pengobatan berupa bak dari fiber-glass seperti bak untuk penetasan telur (Gambar 18). Ikan-ikan direndam di dalam larutan antibiotika (tetracyclin atau kemicitin) 10 ppm yaitu 10 mg dalam 1 liter air. Biarkan dalam obat itu sehari semalam, diaerasi dan diberi pakan Artemia atau Moina. Keesokan harinya air diganti dan diberi obat yang sama lagi. Demikian berturut-turut 3 hari 5 hari. Setiap hari harus diamati, apakah ada kesembuhan pada gejala penyakitnya. Biasanya apabila penyakit belum parah, ikan-ikan yang tadinya masih tampak sehat (walaupun diduga sudah terinfeksi) dapat sembuh. Ikan yang parah banyak yang mati juga, tetapi ada juga yang sembuh.

Apabila penyakitnya tampak sebagai bintik-bintik putih, biasanya disebabkan oleh Protozoa  (Ichthyophthipius), maka pengobatannya dengan malachyte green (MG) 0,05 ppm. Caranya :
·         Buat larutan MG 5 °/oo  : 5 gram serbuk MG dalam 1 liter air.
·         ml larutan MG 5 °/oo diencerkan dalam 1 liter air. Hasilnya ialah larutan 0,05 ppm MG.
Perendaman dalam MG 0,05 ppm itu lamanya harus sampai 10 hari, dengan setiap hari diganti air dan obat diperbaharui. Diaerasi dan diberi makan Artemia dan Moina.
Memang penyakit pada ikan sukar disembuhkan, malahan cepat sekali penularannya. Oleh karena itu pencegahan harus lebih diutamakan, caranya dengan mengganti air sesering mungkin dan pakan selalu cukup agar ikan memiliki kekebalan alami.

(sumber : penyuluhp)