antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA,SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

Menyediakan Bibit Belut Dengan Kualitas

antok Farm, Jual Benih Ikan

Menyediakan Bibit nila dengan kondisi baik

Showing posts with label jual benih. Show all posts
Showing posts with label jual benih. Show all posts

Monday, October 12, 2015

Rugi Jika Anda Tidak Menyukai Ikan Lele

Banyak manfaat yang terkandung dalam ikan lele dari sisi kandungan gizinya serta porsi yang tepat untuk kesehatan tubuh, jadi ikan lele sudah tidaklah asing lagi bagi kalangan masyarakat luas.salah satu menu masakan ikanlele yang paling dikenal di Indonesia adalah pecel lele, dalam penyajiannya ikan lele digoreng ataupun dibakar serta dilengkapi dengan sayur dan sambal.

Kandungan Gizi :

Dalam alodokter.com ikan lele merupakan jenis ikan yang banyak dibudidayakan untuk kepentingan konsumsi. Tak hanya di Asia, ikan lele ini dikonsumsi di Negara-negara Afrika, Eropa dan Amerika Timur. Meski kualitas dan rasa lele dari berbagai Negara berbeda, tetapi banyaknya kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Tiap 100 gram mengandung energy 229 kilokalori. Protein 18 gram, karbohidrat sekitar 8 gram, serat 0,7 gram dan lemak 13 gram. Vitamin yang terkandung dalam ikan lele yakni vitamin C, vitamin A, vitamin B kompleks, serta kalsium, magnesium, fosfor, kalium, natrium, dan zinc. Ikan lele juga kaya kandungan vitamin D.

Pakan khusus yang diberikan oleh pengembang ikan lele mengandung merkuri lebih sedikit dan dari peternak juga mengandung sedikit asam amino 3 tapi asam amino 6 lebih tinggi. Konsumis asam lemak ini diduga mampu mengurangi resiko kangker jenis tertentu, peradangan seperti rheumatoid artritis, mengurangi tingkat tekanan darah, bahkan menjaga kesehatan mental.Kemudian penelitian yang dilakukan mengungkapkan bahwa asam omega 6 dapat mempengaruhi proses pembekuan darah dan rentan terhadap proses oksidasi. Omega 6 meningkatkan resiko penggumpalan darah, penyakit radang usus besar dan kanker.

Porsi konsumsi :

Protein yang terkandung dalam ikan mendukung kesehatan jantung, tetapi haruslah cermat menghindari ikan terutama pada bayi, anak-anak, serta wanita hamil, dan pilihlah yang paling sedikit mengandung merkuri, baik dari ingkungan maupun industri. Merkuri yang berlebihan beriakibat buruk, seperti gangguan perkembangan pada anak, penyakit kordiovaskular dan bahkan kehilangan ingatan pada orang dewasa.Pembatasan konsumsi ikan lele dapat menekan resikonya dan dapat diambil manfaatnya dari ikan lele. Selain itu variasi asupan ikan dari jenis ikan lain seperti salmon dan tuna. Disarankan minimal dua kali dalam seminggu untuk konsumsi ikan. Agar tidak kehilangan manfaat ikan lele maka cara memasaknya dengan cara dibakar atau dipanggang dan pilihlah saus yang rendah kalori.

sumber : jabar.tribunnews

 

Saturday, October 3, 2015

Heboh Sawah Penuh Ikan Emas Di Jogja

Beberapa waktu yang lalu kita sering melihat foto di jejaring sosial Facebook yang membuat takjub dan kagum banyak kalangan. Foto yang diunggah tersebut contoh system MINA PADI yang berhasil dilakukan oleh Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Bimomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mina padi adalah sistem penanaman padi dalam satu lahan persawahan yang dipadukan dengan pengembangbiakan komoditas perikanan (Udang Galah,  ikan mas, ikan nila, dan berbagai jenis ikan) didalamnya. Untuk mina padi di dusun Ngemplak, Sleman, Yogyakarta yang telah berhasil dikembangkan adalah Padi dengan Ikan. Ikan yang dipelihara disini adalah babyfish alias benih atau bibit ikan mas yang ditebar ditengah sawah pada saat musim tanam. Tetapi lahan persawahan yang dipergunakan untuk sistem mina padi tentu saja yang masih alami dengan menerapkan pertanian organik agar sawah bisa juga untuk memelihara ikan, seperti halnya persawahaan di Desa Ngemplak, Sleman, Yogyakarta dan sekitarnya. Setelah menebar benih, petani di dusun ini dapat memetik hasilnya secara bersamaan.

Kunci sukses Mina Padi setidaknya memiliki lahan 1 hektar lebih, lahan sawah berada ditempat yang memiliki sistem pengairan yang kaya akan air tanpa henti ,sawah harus subur, alami dan bebas banjir ,sebelum padi ditanam dan benih ikan ditebar, tebarlah dulu pupuk dasar dilahan sebagai makanan alami padi dan ikan nantinya . Buatlan semacam sungai kecil dipinggir sawah, tapi jangan terlalu dalam dan lumpur dari hasil korekan dibuang ke tengah sawah untuk tanaman padi nantinya : lebar yang dokorek sekitar 30-50 cm dengan kedalaman hanya 40-50 cm.


Lebih lanjut pengunggah foto di facebook "Milah Yabmob" menjelaskan, tanamlah padi dengan rapi agar ikan-ikan nantinya bisa menjadikan tempat main dan mudah mencari makanan disela-sela padi. Kebanyakan Mina Padi untuk proyeksi babyfish sedangkan untuk pembesaran ikan juga bisa tetapi lahannya harus lebih luas lagi sehingga tidak mengganggu perdu padi. Benih ikan ditebar setelah umur tanaman padi 6 atau 10 hari (sudah diyakini padi tidak rebah). Ikan yang ditanam bisa ikan mas dan nila, mujair, tawes,” tutur Milah Yabmob menjawab semua pertanyaan dari para pengunjung yang komentar di akun faceboknya.


Imbuhnya lagi, petakan sawah harus selalu dikontrol agar tidak bocor dan ikan bisa keluar, selalu rajin mengontrol perkembangan pertumbuhan ikan. Untuk pembesaran ikan bisa dipanen setelah 90 hari sebelum padi dipanen dengan catatan berat ikan sudah mencapai 60 gram. Untuk panen babyfish bisa dilakukan setelah ukuran yang ditentukan sudah pas, biasanya setelah 30 harimaksimal 40 hari. Untuk pertumbuhan ikan, tebarlah dedak dan makanan alami lainya. kualitas air harus selalu dikontrol dan diusahakan tidak terkomtaminasi zat kimia yang bisa membahayakan ikan dan keberadaan tanaman padi,” pungkasnya.


Semenjak diunggah 3 foto Mina Padi di akun jejaring sosial facebook pada hari Minggu (01/02/2015) sudah mencapai  4.795 yang ikut menanggapinya dan 3,322 dibagikan.  Andaikan system Mina Padi ini digalakan oleh dinas terkait , kemungkinan bisa mengangkat sumber pendapatan para Petani. Dengan tumpang sari Mina Padi ikannya bisa panen 3x selama 3 bulan masa padi bisa panen. jadi sebelum padi dipanen babyfish sudah di panen duluan sehingga tidak merusak padi. anakan ikan mas cepat panen karena pertumbuhannya lebih cepat apalagi hidupnya di sawah organik.


Semga bermanfaat!

Sumber: suryajagad.net

Sunday, March 8, 2015

Membuat Ikan Koi Cantik dan Sehat


Pemeliharaan ikan koi tidak jauh beda dengan ikan laiinya, ikan koi dasarnya adalah ikan mas biasa. Tetapi ikan koi sebagai ikan hasil kawin silang, koi tidak memiliki ketahanan tubuh sebagaimana induknya. Ikan koi dipelihara bukan sekedar hanya untuk pembesaran saja, tetapi untuk dilihat keindahannya.

Ada tiga hal dasar yang membuat ikan koi itu cantik dan sehat :

- Kualitas air. Sehat tidaknya air antara lain ditentukan oleh tingkat Ph, suhu, zat besi, dan amoniak. Ph ideal antara 7-8 atau Ph netral. Jika Ph-nya terlalu tinggi alias terlalu basa maka warna hitam akan semakin jelas. Bayangkan saja jika tiba-tiba di sisik kohaku; kita muncul noda hitam. Zat besi yang terkandung dalam air kolam juga tidak boleh terlalu tinggi. Itu akan membuat warna koi kesayangan kita kusam. Suhu ideal air kolam adalah 24 derajat celcius. Karena itu, pastikan kolam selalu terkena sinar matahari.Pergantian air secara rutin sangat dianjurkan untuk menetralkan kadar amoniak dari kotoran ikan. Setiap hari kira-kira 10 persen dari jumlah air kolam sebaiknya diganti. Pergantian ini tak akan merepotkan jika kolam kita sudah dilengkapi sistem pengatur air. Perbandingan volume air dengan besar dan jumlah ikan yang ideal juga perlu diperhatikan.

- Makanan. Ada banyak jenis makanan koi yang ada di pasaran, baik lokal maupun impor. Makanan impor banyak digunakan para pecinta koi yang disesuaikan dengan jenis ikan koi tersebut. Tetapi jika kita memiliki waktu luang, makanan koi bisa diracik sendiri dengan nilai gizi yang tinggi. Makanan tersebut biasanya terdiri dari tiga macam : wheatgerm, spirulina, dan daily. Wheatgerm digunakan untuk pertumbuhan ikan sekaligus menajamkan warna putih. Spirulina untuk memcerahkan warna merah dan hitam, sedangkan daily untuk kebutuhan rutin harian. Untuk mendapatkan hasil maksimal sebaiknya pemberian makanan diatur. Jangan sampai kita memberikan makanan spirulina selama berapa bulan berturut-turut. Warna koi akan rusak dan berubah kuning. Salah satu pilihan pola pengaturan dalam satu minggu adalah tiga hari untuk spirulina, tiga hari untuk wheatgerm, satu hari untuk daily. Pemberian makanan lebih sering dengan porsi kecil jauh lebih baik karena usus koi pendek.

- Pemilihan bibit. Bibit ikan koi yang paling baik tentu saja yang asli dari Jepang. Sekarang ini sudah banyak toko dan peternakan koi yang menjual bibit impor. Apalagi sebagian dari mereka sudah berhasil menyilangkan dengan koi lokal. Kualitasnya pun tidak kalah dengan koi impor





Sumber : republika

Saturday, February 14, 2015

Peternak Lele Yang Untung 10 Juta / Hari

Pasar ikan di Indonesia yang masih tergolong besar, membuat para pembudidaya ikan lele menjadi lebih tekun untuk mendapatkan laba yang besar. Seperti dialami Kelompok Pembudi Daya IkanLele Kersa Mulia Bakti, yang menerima permintaan harian sampai 6 ton.

Seorang pembudidaya ikan lele warga Cirebon, Jawa Barat, Suganda mengaku dengan budidaya ikan lele Ia bisa menghasilkan keuntungan yang sangat lumayan besar, bisa menghasilkan ratusan juta pertahuan. “Karena dalam satu hari hasil panen bisa mencapai 4-5 ton perhari atau dengan keuntungan bersih sekitar Rp 10 juta, bila harga satu kilogram lele sebesar Rp 12 ribu per kg,” katanya di tempat kolam budidaya Kelompok Kersa Mulia Bakti di Cirebon.

Atas keuntungan tersebut, ia bisa membayar premi asuransi sebesar Rp15 juta per bulan karena membudidayakan ikan lele. Menurut pria berusia 43 tahun ini, bisnis budi daya lele yang dijalaninya sejak 15 tahun lalu membuahkan hasil yang lebih dari lumayan sehingga mampu membayar premi sebesar itu.Sebelum budidaya lele Suganda pernah membudidayakan ikan emas, namun gagal karena kesulitan mencari pakan dan banyak yang terkena wabah sehingga sering gagal panen. Setelah gagal barulah Ia pindah ke budidaya lele.

Awalnya ia hanya sendirian dalam budidaya ikan lele, tetapi karena perkembangannya yang bagus sehingga mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Kesuksesan ini pun ia tularkan ke para pembudi daya yang tergabung dalam Kelompok Pembudidaya Ikan Lele Kersa Mulia Bakti yang beralamatkan di Desa Kertasura Blok 3, Jalan Sunan Gunungjati, Kapetakan, Cirebon.

Saat ini jumlah anggota kelompok pembudidaya lele Kersa Mulia sebanyak 29 orang. Dari 29 anggota yang juga menuai sukses, 95% sudah mempunyai asuransi. Menurut Suganda itu wajar karena omzet harian kelompok bisa mencapai Rp39 juta. Satu peternak bisa memperoleh untung bersih Rp6 juta hingga Rp10 juta per hari.

“Dulu usaha budidaya lele belum ada yang berminat. Saya saja sendirian. Lalu lima tahun kemudian muncul yang ikut dan dari yang hanya puluhan kolam, sekarang sudah ada 400 kolam di lahan seluas 35 hektare,” ungkap Suganda.

Diceritakan, 400 kolam dalam sehari bisa panen sekitar 4-5 ton dan dibeli oleh pelanggan yang berasal dari Jakarta, Bandung, dan Tegal. Namun Suganda me­ngatakan sering kali pihaknya justru tidak bisa memenuhi kebutuhan pelanggan. Permintaan rata-rata dalam satu hari sebenarnya bisa mencapai 6 ton.

“Untuk bisa tingkatkan produksi, tentu harus ada tambahan kolam. Nah, masalahnya adalah ketersediaan lahan. Warga sekitar biasanya hanya kalau butuh uang banyak saja baru mau jual tanah,” kata Suganda.

Sementara jika mencari lahan di luar Kabupaten Cirebon, Suganda mengatakan ia dan para rekannya harus memastikan kondisi lingkungan.

“Maksudnya kalau misalnya budidaya di Semarang, masyarakat di sana belum tentu cocok. Selain itu juga pertimbangannya soal keamanan,” tandasnya.

 (Sumber : InfoPublik, budidaya-ikan)


Tuesday, December 16, 2014

Cara Budidaya Bibit Belut


Bibit belut atau benih belut memang salah satu faktor utama kesuksesan budidaya belut. Sehingga pembibitan belut merupakan salah satu kegiatan utama proses budidaya belut. Untuk membibitkan belut yang diperlukan adalah pengetahuan tentang pemilihan belut untuk dijadikan indukan. Ada yang unik dalam kehidupan sex belut, ada yang beranggapan bahwa antara belut bisa bertukar jenis kelamin.


Pada awal tumbuh dewasa, belut akan cenderung untuk berjenis kelamin betina yang mempunyai telur yang siap untuk dibuahi. Setelah terjadi proses alami perkawinan dan telah menetaskan telur makan induk betina tadi otomatis berubah menjadi induk jantan.

Tetapi ada juga belut yang akhirnya tidak tumbuh kelamin sehingga disebut belut banci. Ciri-ciri belut yang sudah bisa dijadikan indukan adalah :

  1. Umur belut sekitar 3-5 bulan.
  2. Agresif dan sangat lincah bergerak.
  3. Tubuh induk harus bersih dan mulus tidak ada luka.
  4. Tubuh keras.
Ciri-ciri belut jantan :
  1. Bentuk kepala tumpul.
  2. Panjang badan lebih dari 30 cm.
  3. Bentuk ekor kurang lancip.
  4. Berumur lebih dari 7 bulan
Ciri-ciri belut betina :
  1. Bentuk kepala runcing.
  2. Panjang badan kurang dari 30 cm.
  3. Bentuk ekor lancip.
  4. Berumur kurang dari 7 bulan.
Untuk melakukan perkawinan, belut mempunyai perilaku yang khas. Jadi perilaku ini harus diamati untuk kesuksesan dalam membibitkan belut. Proses dan tahap belut melakukan reproduksi adalah sebagai berikut : 
  1. Biasanya belut dewasa akan saling "menjajaki" pasangannya dengan cara melihat-lihat dan bergerombol. Belut betina akan mencari belut jantan untuk membuahi telur yang sudah siap untuk dikeluarkan dari perutnya.
  2. Pada waktu bergerombol itulah nantinya akan ditemukan masing-masing pasangan belut sesuai dengan nalurinya. Biasanya pasangannya tidak terlalu jauh dalam hal ukuran tubuh. Tubuh belut jantan akan sedikit lebih besar dibandingkan dengan tubuh belut betina.
  3. Sebelum pembuahan biasanya belut jantan akan membuat lubang/sarang untuk kawin. Setelah menemukan pasangannya, pasangan itu akan berenang menuju sarng yang sudah dipersiapkan dan perkawinan akan terjadi di tempat ini.
  4. Setelah beberapa hari dari proses perkawinan pada permukaan air akan muncul busa berwarna putih kekuningan. Belut betina akan meyimpan telur yang dikeluarkan dari perutnya pada busa tersebut. Setelah mengeluarkan telur belut betina akan pergi mencari makan dengan cara membuat lubang persembunyian dan menunggu mangsanya dari situ. Sedangkan telur yang berda pada busa itu akan ditunggui oleh induk jantan.
  5. Setelah 1-7 hari telur belut akan menetas, selama itu pula busa yang menyimpan telur itu akan bertahan. Selama proses telur sampai menetas menjadi larva, belut jantan akan selalu menjaganya.
  6. Setelah menetas menjadi benih maka benih belut ini harus mencari makan sendiri. Belut termasuk binatang kanibal sehingga sebaiknya jika memelihara belut usahakan mepunyai ukuran yang seimbang supaya kanibalisme bisa ditekan. Jika benih sudah ada sebaiknya dipisahkan dan dibuatkan kolam yang berbeda dengan belut dewasa lainnya.
Belut bisa bereproduksi lebih dari satu kali dalam satu siklusnya. Ini disesuaikan dengan tingkat kesuburan masing-masng induk betina.

Sumber: agrobisnisindonesiaku.blogspot.com

Sunday, June 29, 2014

Harga Ikan Tawar Naik hampir 100% (Peluang Besar Bagi Pembudidaya Ikan)

Jual benih ikan mujaer nila mas gurami

Ini bisa menjadi berita baik bagi petani ikan di Indonesia. Beberapa kabupaten dan kota di Jawa Barat, misalnya, harga berbagai jenis ikan tawar naik hampir 100% jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Di sejumlah pasar tradisional di Tasikmalaya, Bandung, dan Ciamis, harga ikan mas yang semula hanya dijual Rp18 ribu per kg, kini naik menjadi Rp25 ribu per kg.
Begitu juga harga ikan mujair dari Rp18 ribu menjadi Rp23 ribu/kg, ikan kakap merah dari Rp20 ribu kini Rp37 ribu/kg, dan ikan gurame / gurami semula Rp45 ribu/kg kini Rp55 ribu/kg.
Semoga petani ikan di Indonesia bisa mengambil peluang ini!


Sumber: Media Indonesia

Tuesday, June 10, 2014

Cara Budidaya Ikan Gabus Part II

Akhir-akhir ini peminat ikan gabus mulai banyak, ikan yang selama ini hanya bisa di dapatkan di alam langsung mulai di budidayakan lagi. Dari pama2jati.com akan saya bagikan sebuah Cara Budidaya Ikan Gabus. Ikan Gabus yang memiliki nama latin Ophiocephalus Striatus. Salah satu jenis ikan yang satu ini banyak sekali dijumpai disungai kecil. Mungkin bagi orang tidak berminat untuk Dibudidayakan Ikan Gabus ini karena prospek usahanya kecil. Tapi jangan salah, sekarang harga perkilonya lumayan.


Walaupun Budidaya Ikan Gabus tidak sebaik hasil usahanya dengan ikan lainnya. Tapi perlu anda ketahui, kalau Ikan Gabus ini kaya khasiat untuk obat berbagai penyakit. Selain itu pastinya enak dikonsumsi. Berdasarkan hasil penelitian, ikan ini mengandung albumin (sejenis protein yang sangat penting bagi tubuh manusia) yang berguna menyembuhkan berbagai penyakit.

Khasiat dari Ikan Gabus ini sebenarnya sudah diketahui sejak jaman dulu. Karena dari dulu dipercaya ekstrak ikan ini bisa menyembuhkan hepatitis, infeksi paru, stroke, luka-luka luar. Selain itu juga memperbaiki gizi buruk pada bayi, anak-anak dan ibu hamil. Tapi dianjurkan sih Ikan Gabus yang didapat langsung dari danau, rawa, atau sungai.Bahkan ada sejumlah ahli gizi mengatakan Ikan Gabus memiliki nilai asam amino yang sangat lengkap, baik esensial maupun non esensial. Selain itu, juga mengandung Allisin, Allil Sulfida dan Furostanol Glicosida. Yaitu Prof. DR. dr. Nurpudji A.Taslim, MPH, SpGK, dari Center for Food, Nutrition, and Health (CFNH) Rumah Sakit Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar Sulawesi Selatan dan Dr. dr. Sri Adiningsih MS MCN dari Departemen Nutrisi, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga, hingga peneliti dari Universitas Loma Linda CaliforniaLangsung saja di bawah ini akan dijelaskan mengenai Panduan Cara Budidaya Ikan Gabus. Adapun yang saya maksud sebagaimana berikut ini :Membudidayakan Ikan Gabus sangat mudah dan tidak sesuit apa yang kita bayangkan. Cukup dengan pemijahan di bak beton 5x5m dengan ketinggian air 50 cm. Sebagai perangsang pemijahan beri eceng gondok. Masukan 30 ekor indukan, kemudian dibiarkan memijah. Setelah itu ambil telurnya. Satu ekor induk bisa menghasilkan telur 10 ribu butir hingga 11 ribu butir.Untuk penetasan telur dilakukan di akuarium. Telur akan menetas dalam waktu 24 jam. Sampai dua hari, larva tidak perlu diberi pakan, karena masih menyimpan makanan cadangan. Pemeliharaan larva Ikan Gabus dilakukan setelah 2 hari, dengan diberi pakan berupa naupli artemia 3 kali sehari. Setelah umur 5 hari, larva diberi pakan tambahan berupa daphnia 3 kali sehari.Penebaran Bibit Ikan Gabus dilakukan setelah berumur 1 minggu di kolam tanah ukuran 200 m2 yang diisi air setinggi 40 cm. Sebelum bibit dimasukan air kolam dibiarkan selama 5 hari (air tidak dialirkan). Kemudian setelah itu tebarkan bibit pada pagi hari, dan jangan diberi pakan dulu. 2 hari baru diberi 2 kg tepung pellet. Selanjutnya panen dilakukan kalau kira-kira sudah layak konsumsi.Demikan artikel singkat Cara Berbudidaya Ikan Gabus yang sudah di rangkum dalam sebuah artikel dari Informasi Segala Budidaya ini. Ada sedikit tips untuk menjaga kualitas air baik itu waktu di akuarium maupun di kolam penebaran. Bersihkan kotoran yang ada di bawah dan ganti dengan air baru sebanyak 50%. Semoga Bermanfaat!!


Sumber: pama2jati.com

Sunday, May 18, 2014

Cara Mudah Budiaya Ikan Bawal tetapi Sangat Menuntungkan

jual benih ikan bawal

Kali ini kami akan mengulas kembali tentang ikan bawal. Ikan bawal adalah ikan yang paling mudah cara perawatannya dan pemberian pakannya pun tidak mengeluarkan modal banyak serta harga jualnya stabil. Keunggulan ikan bawal adalah laju pertumbuhan yang sangat cepat, inilah peluang usaha investasi yang nyata dan terbukti hasilnya bisa meraup keuntungan yang sangat besar. sistem pemasaranya juga sangat mudah, seperti warung tenda lesehan/sari laut dan tempat pemancingan. Ikan air tawar yang satu ini sedang mengalami peningkatan konsumsi, masyarakat semakin banyak yang menyukai ikan bawal.

Ikan bawal yang lezat dan gurih mulai banyak digemari oleh masyarakat kita. Disamping itu, rasa daging juga cukup enak dan hampir menyerupai daging ikan Gurami. Bila budidaya ikan bawal air tawar dilakukan dengan benar, ikan bawal air tawar tentunya akan menghasilkan keuntungan yang menggiurkan. Usaha pembesaran atau budidaya ikan bawal dilakukan dengan maksud supaya didapat ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen.
Budidaya ikan bawal air tawar bisa dilakukan di kolam tanah ataupun permanen, baik secara monokultur maupun polikultur. Usaha ini cukup menjanjikan dibanding dengan budidaya ikan air tawar lainnya. Ikan Bawal air tawar memiliki beberapa keistimewaan. Diantaranya, nafsu makan tinggi dan termasuk pemakan segalanya yang condong lebih banyak makan dedaunan, dengan begitu pakan pelet bisa ditekan. Kedua, pertumbuhan ikan bawal cukup cepat, daya tahan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik dan rasa daging ikan bawal juga cukup enak, hampir menyerupai daging ikan Gurami hingga digemari masyarakat. Kolamnya dipersiapkan seperti halnya kolam ikan air tawar lainnya.
Persiapan kolam ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Awalnya kolam dikeringkan sampai tanah dasarnya benar-benar kering. Tujuan pengeringan tanah dasar kolam tersebut untuk membasmi ikan-ikan liar yang bersifat predator dan atau kompetitor (penyaing makanan), mengurangi senyawa-senyawa asam sulfida (H2S) dan senyawa beracun lain yang mungkin terbentuk selama kolam terendam. Sesudah dasar kolam benar-benar kering, dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor ataupun dolomit dengan dosis 25 kg per 100 meter persegi.
Pengapuran dilakukan untuk meningkatkan pH tanah, juga bisa untuk membunuh hama ataupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan. Salah seorang peternak ikan di Maros, Muhammad Aking mengatakan, kolam budidaya ikan tersebut tidak mutlak harus dipupuk. Sebab, makanan ikan bawal sebagian besar didapat dari makanan tambahan atau buatan. Namun jika dipupuk bisa memakai pupuk kandang 25-50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang pakai mesti benar-benar yang sudah matang, supaya tidak menjadi racun bagi ikan. Begitu juga dengan pemilihan benih mutlak sangat penting, sebab hanya dengan benih ikan bawal yang baik yang akan hidup dan tumbuh dengan baik.
Benih kita tebar dikolam budidaya ikan bawal, benih perlu diadaptasikan. Tujuannya supaya benih ikan tidak dalam kondisi stress saat berada dalam kolam. Selanjutnyha, kualitas dan kuantitas pakan sangat penting dalam budidaya ikan bawal, sebab dengan pakan yang baik ikan bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita harapkan. “Panen budidaya ikan bawal bisa dilakukan sesudah dipelihara 4-6 bulan, waktu itu ikan bawal sudah mencapai ukuran kurang lebih 500 gr/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m 2.
Untuk pasar lokal, sudah bisa di panen saat usia 3 bulan saat berat ikan bawal mencapai 250 gr/ekor. Alat yang digunakan untuk panen biasanya berupa jaring bemata lebar. Ikan bawal hasil pemanenan sebaiknya penampungannya dilakukan ditempat yang luas dan keadaan airnya selalu mengalir,” jelasnya. Ia menambahkan, budidaya ikan bawal air tawar cukup mudah dibandingkan dengan ikan lainnya. Apalagi ikan bawal suka makan dedauanan hingga bisa mengurangi konsumsi pakan pellet, hingga bisa mengurangi biaya tinggi pada pakan. Budidaya ikan bawal bisa juga dilakukan di kolam keramba jaring apung, yang biasa digunakan untuk budidaya ikan bawal air laut.
 (Sumber :Budidaya-ikan)

Monday, March 24, 2014

Cara Perawatan Bibit Lele

Tujuan utama dari perawatan bibit lele yang optimal adalah supaya hasil produksi pada saat dapt ditekan setinggi-tingginya. Bukan hanya maslaah penjualan saja, memiliki indukan dan bibit sendiri akan menambah nilai keuntungan yang sangat besar. Berikut cara perawatan bibit lele :


Bibit Lele Umur 1 - 4 hari

Hari ke-1 hingga ke-4 adalah hari yang paling rawan/kritis bagi anakan ikan lele. Karena parameter air yang berubah - ubah dapat menyebabkan anakan menjadi stress dan bisa mati. Oleh karena itu kita perlu memperhatikan kualitas dan suhu air dengan seksama sebagai prioritas utama dalam perawatan bibit lele. Untuk itu, pada paralon keluarnya air, sebisa mungkin kita lapisi dengan kain atau saringan tipis agar anakan tidak ikut tersedot ke lubang air. Selanjutnya setelah air kita perhatikan, perlu kita kultur atau kita suburkan dengan plankton / makhluk renik kecil sebagai makanan sampingan. Bibit lele usia 1-4 hari masih mendapatkan nutrisi yang cukup dari egg yolk/kuning telurnya sebagai makanan utama

Bibit Lele Umur 5 - 15 hari

Untuk merawat benih yang sudah melewati hari ke-4 yang kuning telurnya sudah habis. Sekarang pemberian pakan sudah relatif mudah. Tidak perlu lagi kita kultur bakteri dan plankton di media. Cukup kita penuhi kebutuhan gizi anakan lele dengan cacing darah / bloodworm atau cacing sutra. Kita tebarkan secukupnya secara merata dan jangan terlalu banyak dua kali sehari. Tetap perhatikan kondisi air dan media. Jika dirasa sudah berbau dan mulai banyak kotoran mengendap di dasar kolam, maka sifon air setengahnya dan ganti dengan air yang baru. 50% air cukup, 70% lebih baik.



Bibit Lele Umur 15 - 25 hari

Setelah lewat dua minggu pertama, anakan lele sudah bisa kita kenalkan dengan pelet ikan lele. Yaitu pelet serbuk. Disarankan untuk diberikan 4x sehari sebanyak 30% dari benih. Untuk takaran sesuaikan dengan kondisi lele, jika masih lahap berarti perlu kita perbanyak. Kita juga dapat memberikan sedikit demi sedikit namun terus menerus, tapi jangan sampai melebihi takaran yang sudah kita buat. Teknik pakan ini sudah sangat umu digunakan oleh orang-orang yang ternak lele. Bibit lele pada usia menjelang satu bulan sudah mulai besar dan jika kita lupa melihat kepadatan kolam, maka akan terjadi kanibalisme dan kurangnya nutrisi dalam air. Oleh karena itu kita siapkan media/kolam yang selanjutnya untuk memindahkan bibit dan mengurangi kepadatan pada media danbibit ikan lele dapat tumbuh optimal.



Bibit Lele Umur 25 - 30 hari

Benihikan lele sudah dapat kita berikan pakan berupa pelet berukuran kecil F-1000. Pemberian pakan yang dianjurkan adalah 3x sehari. Benih yang tumbuh besar dengan cepat hendaknya kita seleksi dan kita pindahkan ke kolam yang baru demi menghindari persaingan dengan anakan lele yang berukuran jauh lebih kecil. Itu juga berguna untuk menghindari kolam yang sudah terlalu padat oleh bibit ikan lele.



Bibit Lele Umur 30 - 40 hari


Proses ini sudah bisa disebut pemanenan. Yaitu proses seleksi total bibit lele yang berukuran lebih besar. Seleksi dapat kita lakukan beberapa kali sehari dengan melihat ukuran lele. Usahakan untuk menyeleksi pada pagi hari dan sore hari agar ikan tidak merasa terancam dan menghindari stress akibat kahadiran manusia . Dan untuk pakan pelet kecil sudah bisa kita naikkan menjadi F-999. Lele berukuran 5-6 sudah bisa kita dapatkan saat itu.

Saturday, March 1, 2014

Najawa, Ikan Mas Merah Varietas Unggul Asal Cangkringan, Yogyakarta

Jual Ikan Mas Murah

Dinas Kelautan dan Perikanan DIY melalui Balai Pengembangan Teknologi Kelautan dan Perikanan (BPTKP) Cangkringan berhasil melegalkan ikan mas merah Cangkringan sebagai ikan varietas unggul nasional.

Kepala BPTKP Cangkringan, Ir Dwijo Priyanto MMA menerangkan, ikan mas merah Cangkringan merupakan ikan lokal yang dimiliki BPTKP sejak 1970. Diperkirakan, ikan jenis ini memiliki jarak kekerabatan yang jauh dengan ikan mas jenis lain. "Berdasar karakteristik genetik dengan uji DNA, ikan mas merah Cangkringan sangat jauh kekerabatannya dengan ikan mas Rajadanu, Majalaya, Sinyonya, Wildan dan Sutisna. Jadi bisa dikatakan ikan ini masih benar-benar murni jenisnya dan berasal dari Cangkringan," ungkapnya kepada KRjogja.com di kantornya, Kamis (27/02/2014).


Menurut Dwijo, keunggulan lain ikan ini ialah memiliki ciri khas warna merah menyala dengan bentuk tubuh bulat memanjang. Maka tak heran jika ikan mas merah dewasa bisa tumbuh seberat 4 kilogram dan panjangnya bisa mencapai 50 centimeter.
"Sejak 2010 hingga 2013 ikan ini kami uji karakteristiknya, baik pertumbuhan, produksi dan ketahanannya terhadap penyakit. Setelah diajukan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, ikan mas merah Cangkringan lolos uji pada November 2013. Hingga mendapatkan legalitas dari pemerintah sebagai ikan varietas unggul nasional," jelas Dwijo seraya menambahkan bahwa setelah lolos uji akhirnya Gubernur DIY Sri Sultan HB X memberi nama 'Ikan Mas Merah Najawa'. Najawa singkatan dari Mina Jogja Istimewa.


Sumber: KRJogja

Saturday, December 7, 2013

Kenaikan Harga Ikan Patin Di Palembang

Di Kota Palembang harga ikan naik terutama ikan patin di beberapa pasar tradisional. Kenaikan harga ikanpatin mencapai Rp.12.000-Rp.13.000 per kg, padahal sehari sebelumnya Rp 11.000 per kg, menurut pantauan Kabar Sumatera Rabu (4/12). Menurut pedagang mengaku harga ikan patin telah terjadi kenaikan selama beberapa hari.
Peningkatan harga tersebut dilakukan para pengepul sehingga para pengecer terpaksa menyesuaikan. ”Kenaikan harga ini umumnya dipicu pasokan ikan patin dari produsen sangat terbatas, sedangkan permintaan dari konsumen tetap stabil. Kalau suplai stabil, harga bisa terkendali,” kata Mukmin, pedagang di pasar tradisional 16 Ilir, Palembang.
Di Kota Palembang cenderung bermacam-macam harga ikan patin yang dijual oleh para pengecer. Harga ikan Rp 11.00 per kg misalnnya yang berada di Pasar Simpang Sungki, Rp 12.500-Rp.13.000 per kg di Pasar Cinde dan Rp 11.500 per kg di Pasar 16 Ilir.
Sementara itu, harga ikan air tawar lainnya tercatat masih stabil. Harga ikan sepat ukuran sedang, misalnya, masih Rp 12.000 per kilogram dan ikan lele lebak Rp 11.000 per kilogram. Namun, ikan gabus ukuran sedang kini mulai meningkat menjadi Rp 18.500 per kilogram.
Sedangkan Amir, pedagang di pasar Suak Bato mengatakan, meningkatnya harga ikan air tawar di pasar tradisional Kota Palembang, karena pasokan dari daerah sentra produksi berkurang, sementara permintaan konsumen stabil. “Sejak beberapa hari terakhir harga aneka ikan air tawar tinggi, karena nilai tebus dari pedagang pengumpul lebih mahal dari sebelumnya,” katanya.
Menurut dia, harga ikan sepat ukuran sedang dipatok kisaran Rp 20 ribu per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp16 ribu per kg, ikan gabus ukuran sedang Rp 55 ribu per kg, sebelumnya Rp 50 ribu per kg, ikan mujair dari Rp 24 ribu menjadi Rp 26 ribu per kg.
Selain pasokan kurang lancer, juga nilai tebus dari pedagang pengumpul lebih tinggi disbanding sebelumnya, sehingga menjual kembali ke konsumen disesuaikan.
Ia mengatakan sekarang ini ada beberapa jenis ikan air tawar sama sekali tidak ada pasokan dari pedagang pengumpul, seperti ikan lais dan toman. 

Sumber : Kabar Sumatra


Tuesday, December 3, 2013

Rumah Susun Sebagai Pembiakan Lele

Terdengar aneh dengan keberadaan rumah susun untuk lele, tapi rumah susun yang satu ini besutan para mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dinamakan Rusle. Miftahudin Nur Ihsan, Arry Darmawan, Desiana Nur Fajari (dari Prodi Pendidikan Kimia), serta Anang Prasetyo, Rahmat Widadi (dari Prodi Pendidikan Teknik Elektronika) adalah mahasiswa yang memiliki ide untuk melakukann pembiakan lele dengan menggunakan teknik kolam lele bersusun.
Menurut Ihsan, Kecamatan Banguntapan adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bantul yang berada di dataran rendah dengan sebagian besar penduduk berprofesi sebagai petani. Namun, berkurangnya lahan pertanian membuat sebagian masyarakat kehilangan mata pencaharian.
Sebagai alternatif, masyarakat di daerah tersebut dapat memanfaatkan sektor perikanan, terutama karena lahan itu memiliki saluran air yang memadai. Budidaya ikan lele pun menjadi salah satu prospek tinggi yang memungkinkan untuk dilakoni masyarakat setempat.
Kendala yang dialami oleh para pengelola adalah hasil produksi yang tidak sesuai dengan permintaan konsumen. Dengan adanya teknologi Rusle (Rumah Susun Lele) pun diharapkan mampu menjawab masalah keterbatasan lahan kolam ikan tersebut.
“Sistem pembesaran lele dengan kolam bertingkat adalah sistem pembesaran lele dengan memanfaatkan teknologi elektronika dan ilmu sipil. Disebut kolam bertingkat karena pada sistem ini kolam dibuat bertingkat seperti rumah susun,” ujar Ihsan, seperti dilansir oleh Okezone, Kamis (13/6/2013).
Dia mengungkapkan, bahan kolam berupa fiber berbentuk lingkaran dan memiliki pondasi dari logam antikarat. Kolam bertingkat memiliki kelebihan yaitu akan menambah padat tebar bagi pembesar lele serta memiliki sistem pakan otomatis sehingga akan memudahkan seorang pengguna untuk membesarkan lele mereka.
Cara kerja alat pakan otomatis tersebut berbasis ATMega8 berfungsi sebagai timer yang dapat diatur sebagai pewaktuan otomatis pemberian pakan pada kolam ikan. “Pertama, alat harus diatur “Date” dan “Time” yang berfungsi untuk menunjukkan hari dan tanggal. Sementara time berfungsi untuk mengatur waktu dan delay kerja alat yang diinginkan dan berapa kali alat akan bekerja setiap hari,” paparnya.
Ketika jam sudah menunjukkan sesuai dengan waktu yang diset untuk kerja alat, alat akan mengaktifkan motor pengerak yang akan membuka lubang saluran yang mengalirkan makanan pada kolam ikan. Lubang saluran akan tetap terbuka selama waktu delay yang telah diatur oleh penguna.
“Setelah itu alat akan memberikan sinyal yang menfungsikan motor untuk kembali menutup lubang saluran pakan ikan. Alat tersebut akan berfungsi ulang pada waktu yang sama apabila pengguna tidak mengubah pengaturan waktunya,” imbuh Ihsan. 
Sumber : Okezone


Sunday, November 10, 2013

Kolam Terpal Semakin Diminati Petani Ikan Lele, Nila, Mas di Pontianak (Kalimantan Barat)

kolam terpal benih ikan

Salah satu usaha di sektor perikanan darat yang menjadi primadona dan digemari oleh masyarakat adalah kolam terpal. Kolam ini memiliki potensi besar, jenis usaha ini juga sangat mudah dilakukan oleh masyarakat karena tidak harus ditempatkan dilokasi yang besar. Di lahan sempit, kolam terpal pun bisa dibuat. Heri Irawan, Landak
JAIDU misalnya. Ketua Unit Perbenihan Rakyat (UPR) Babanto tidak merasa heran kalau saat ini upaya pengembangan kolam terpal yang ada di daerah Landak sudah cukup diminati oleh masyarakat. Beberapa Desa yang juga sudah menjadi binaan kelompok ini."Usaha ini sudah cukup di minati oleh masyarakat termasuk ibu-ibu juga sudah mengembangkan usaha ini dan sampai saat ini sudah mulai berhasil," tuturnya.
Terkait dengan perkembangan pengembangan usaha tersebut, pihaknya dari UPR Babanto, secara terus menerus akan memberikan dukungan dan penyuluhan kepada masyarakat khususnya yang sudah bergabung dengan kelompok tersebut. Kedepan, lanjutnya,  pengembangan usaha ini tidak hanya berkembang di beberapa Desa saja melainkan juga bisa di kembangkan di daerah lain di Kabupaten Landak.
"Awalnya bukan sebagai usaha pokok melainkan mungkin ada yang hobby tetapi kita yakin setelah usaha tersebut berhasil dan di rasakan oleh yang bersangkutan maka usaha ini akan bisa beralih menjadi usaha pokok artinya hasil tersebut sudah dapat di rasakan oleh masyarakat,"tuturnya.Seraya juga menambahkan bahwa dengan adanya pengembangan usaha ini kedepan dapat akan menambah penghasilan keluarga.
Apalagi yang lebih banyak berperan dan menjadi anggota ini adalah ibu-ibu sehingga akan lebih fokus mengingat keseharian kegiatan ibu-ibu lebih banyak di rumah sehingga pemeliharaan ikan akan lebih optimal. Jenis ikan yang bisa dibudidayakan di sini pun cukup beragam. Mulai dari ikan lele, ikan mas, ikan nila, ikan gurami, ikan bawal, ikan tawes, ikan patin hingga jenis lainnya.
sumber: pontianak post

Friday, October 11, 2013

Pakan Lele Dengan Kotoran Puyuh

Kabar gembira bagi para peternak ikan lele yang kini bisa mendapatkan harga pakan ternak mereka berkurang 50%. Jika pada umumnya Rp.9000 untuk 1 kg pakan lele, kini cukup dengan Rp.5000, sudah dapat mendapatkan pakan kaya protein bagi lele yang dikembangbiakkan.
Ketua Tim Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPKwu) UNS Ir. Suyono menjelaskan, harga pakan ikan yang mahal mengakibatkan usaha budidaya ikan banyak mengalami kerugian. Padahal, di sisi lain, pemerintah sedang menggalakkan program masyarakat gemar makan ikan.
“Itulah yang memunculkan wacana perlu upaya menemukan pakan lele yang murah dan ramah untuk masyarakat,” ujar Suyono.
Kandungan protein yang tinggi dibandingkan kotoran ayam, membuat kotoran burung puyuh yang tersedia melimpah untuk dimanfaatkan sebagai alternative pakan lele, yang direkayasa oleh Suyono dan timnya
 “Kandungan protein kotoran burung puyuh adalah 21 persen, sedangkan kandungan protein dalam kotoran ayam petelur 11-14 persen,” jelasnya.
kotoran burung puyuh dicampur dengan bulu ayam dan sisa ikan asin. Bulu ayam berfungsi membuat pakan lele dapat mengambang di air. Sisa ikan asin digunakan untuk menambah nafsu makan ikan lele.
Pembuatan pakan lele dengan pemanfaatan limbah organik tersebut, menurut Suryono menggunakan perbandingan 1:1:1. Satu kg kotoran kering burung puyuh dicampur 1 kg bulu ayam yang telah dipresto dan 1 kg ikan asin.
“Setelah dikeringkan, kemudian digiling menjadi tepung dan dicampur. Baru kemudian diproses menjadi pelet,” urai Dosen Fakultas Pertanian UNS itu.
Suryono mengimbuh, bila dijual, pakan lele dari limbah organik dihargai Rp5.000 per kg. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan pakan ikan pada umumnya yang dibanderol Rp8.000-Rp9.000 per kg.
“Tetapi pakan ikan lele hasil ujicoba ini belum dipasarkan. Tetapi hanya sebatas dimanfaatkan oleh UNS sebagai pendampingan peternak ikan lele,” tuturnya.

 sumber : budidaya ikan, okezone


Tuesday, July 9, 2013

Untung Berlimpah dengan Hormon Jantanisasi Ikan Nila

Ini adalah kisah sukses pembenih ikan dengen hormon jantanisasi ikan. Tiga bulan sekali Agung Wahyudi membeli ribuan benih ikan nila tak jauh dari rumahnya di Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Ia sengaja memilih benih berusia nol-tiga hari, berbentuk bintik-bintik hitam. Alasannya, di usia itu bibit dalam kondisi gonad atau tidak berkelamin. “Kita masih bisa menentukan sendiri jenis kelaminnya,” kata pria setengah baya ini beberapa waktu lalu.

Caranya sederhana. Cukup dengan akuarium, air, sirkulasi udara, dan kolam tampung seperempat lapangan bulu tangkis di pekarangan rumahnya. Resep khususnya adalah menabur serbuk “ajaib” cokelat muda yang mengandung hormon maskulin ke bibit seharga Rp 5.000 per seribu ekor itu. Takarannya harus pas: 10 gram hormon maskulin dicampurkan ke dalam 80 liter air, yang cukup mengubah 7.000 gonad. Benih direndam 18-24 jam. Lalu ganti air rendaman dalam akuarium dan pindahkan ikan ke kolam tampung setelah berusia dua minggu. “Pertumbuhan sangat cepat. Panen hanya butuh 2-3 bulan,” katanya.
Serbuk yang digunakan Agung adalah hormon metil testosteron buatan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), yang berfungsi mengubah kelamin (sex reversal) ikan menjadi jantan. “Persentase alih kelamin mencapai 94 persen,” kata Adria Priliyanti Murni, pembuat sekaligus peneliti senior Batan. Kementerian Riset dan Teknologi memberi penghargaan hormon Batan sebagai salah satu inovasi paling prospektif sepanjang 2010.
Menurut Adria, proses penjantanan ikan penting untuk meningkatkan kesejahteraan peternak dan produksi ikan nasional. Selain ongkos produksi yang murah, “jantanisasi” ikan memiliki nilai ekonomi tinggi, karena masa tumbuhnya cepat sehingga panen pun lebih sering. Maklum, seluruh energi ikan pejantan digunakan untuk tumbuh, tidak seperti betina yang sebagian energinya digunakan untuk pematangan telur. Bentuk, ukuran, dan warna ikan jantan pun jauh lebih unggul dibanding si betina. “Butuh Rp 3-3,5 per ekor ikan untuk proses jantanisasi menggunakan hormon buatan Batan,” katanya.
Hormon maskulin Batan lahir menjawab masalah peternak ikan yang kesulitan mendapatkan metil testosteron. Sejak jantanisasi ikan diterapkan di Jawa pada 1998, hanya ada hormon maskulin buatan luar negeri, seperti Cina, Thailand, dan Jepang. Selain mahal, tingkat keberhasilan hanya 60-80 persen.
Inilah yang membuat Adria tertarik meneliti bagaimana menghasilkan hormon maskulin alami nonkimia lewat teknologi nuklir. Akhirnya pilihan jatuh pada limbah testis sapi. Bahan alami ini ternyata memiliki kandungan testosteron tertinggi ketimbang testis mencit, domba, atau kambing yang juga menjadi bahan penelitiannya. Digunakanlah uji radioimmunoassay plus yodium-125 untuk mengukur kandungan testosteron. “Teknologi nuklir yang digunakan tidak berbahaya karena hanya untuk mengetahui nilai konsentrasi hormon,” katanya. Lahirlah hormon maskulin made in Indonesia pada 2007, setelah serangkaian penelitian selama tujuh tahun.
Hormon maskulin dibuat dengan cara mengiris-iris testis sapi menjadi kepingan kecil seukuran 5 sentimeter. Potongan itu lantas dikeringkan pada suhu 60 derajat Celsius. Pada setiap 100 gram tepung testis ditambahkan metil alkohol 70 persen dari total volume. Hormon ini cocok untuk jenis ikan hias dan konsumsi, seperti nila, gurami, lele, patin, kerapu, cupang, lohan, dan koi.
Ahli akuakultur Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Doktor Fauzan Ali, mengatakan, tanpa proses sex reversal, perbandingan benih ikan jantan dan betina adalah 40 : 60. “Setiap kelahiran alami bisa dipastikan lebih banyak ikan betinanya,” kata Fauzan.
Adria memberi catatan, hormon maskulin buatannya bukan tanpa kekurangan. Kematian bibit saat proses sex reversal pun sering terjadi lantaran kurang hati-hati. Penyebabnya ikan menjadi stres. Tapi jangan khawatir, tingkat kematian gonad hanya 20 persen, jauh lebih kecil dibanding hormon dari luar negeri yang mencapai 50 persen. Agung merasakan, dari 35 ribu benih ikan nila yang dibudidayakannya, yang mati sekitar 7.000 benih. “Itu tak jadi masalah,” katanya.
sumber: teknologitinggi.wordpress