antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA,SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

Menyediakan Bibit Belut Dengan Kualitas

antok Farm, Jual Benih Ikan

Menyediakan Bibit nila dengan kondisi baik

Showing posts with label Penyakit Benih Ikan. Show all posts
Showing posts with label Penyakit Benih Ikan. Show all posts

Friday, January 2, 2015

Manfaat Pohon Pepaya Membuat Ph Air Stabil

Memasuki musim hujan perlu kita waspadai ketika sedang memelihara ikan lele atau ketika membudidayakan ikan lele di kolam terbuka. Pada musim hujan tiba dan air kolam bercampur dengan air hujan, maka Ph air kolam dapat berubah dan tidak stabil sehingga membuat ikan lele mudah terserang penyakit.

Pemanfaatan pohon pepaya baik dari daun, batang hingga buahnya dapat digunakan untuk menstabilkan Ph air kolam ikan lele dengan cara memasukkan ke dalam kolam tersebut. Pohon pepaya tidak hanya sebagai penstabil Ph air kolam ikan lele, namun juga dapat berfungsi sebagai obat alami bagi ikanlele pada musim penghujan, biasanya pohon pepaya yang kita masukan dalam kolam lele akan ditumbuhi oleh lumut dan lumut tersebut akan dimakan oleh ikanlele yang tanpa disadari sudah mengandung obat herbal.

Cara lain untuk mengantisipasi turunnya Ph air kolam ikanlele bisa juga kita dapat menggunakan garam ikan atau bonggol pisang, yang diperhatikan jangan sampai menambah bonggol pisang, pohon pepaya, maupun garam ikan hingga terlalu banyak karena dosis yang berlebihan akan menimbulkan efek buruk

sumber: bibit ikan, tribun.

Saturday, August 23, 2014

KKP Siapkan Benih Ikan Tahan Berbagai Kondisi Cuaca

Budaya ikan memang sangat tergantung pada alam. Meskipun saat ini sudah ada beberapa upaa teknologi untuk menangani hal tersebut. Seperti halnya musim kemarau panjang (El Nino) dikhawatirkan memengaruhi tingkat reproduksi ikan dan biota perairan. Untuk menanggulangi kemungkinan terjadinya efek buruk kemarau panjang, Kementerian Kelautan dan Perikanan, melalui Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, menyiapkan benih-benih yang tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (PB) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto, mengatakan meskipun dampak El Nino belum terlihat nyata bagi perikanan di seluruh Indonesia, antisipasi tetap dilakukan. “Sebelumnya El Nino diperkirakan datang pada bulan Juni dan Juli ini, tapi sampai sekarang hujan masih ada,” kata dia di Jakarta, kemarin.Slamet menyatakan hal yang paling dikhawatirkan dari dampak musim kemarau panjang adalah terjadinya peningkatan suhu perairan, baik yang ada di darat maupun laut. Suhu yang fluktuatif itu akan membuat reproduksi ikan dan biota perairan terganggu.“Mengantisipasinya adalah kami perbanyak induk-induk atau benih-benih unggul yang tahan dari fluktuasi suhu, yang nantinya didistribusikan kepada masyarakat,” kata dia.Slamet mengatakan wilayah perairan yang sangat terpengaruh oleh El Nino adalah kawasan laut. Alasannya, suhu perairan area tersebut cenderung lebih sulit direkayasa seperti di perairan darat. “Kalau di darat, efek El Nino bisa diatasi dengan sistem resirkulasi (rekayasa suhu perairan). Kalau di laut memang lebih sulit daripada yang ada di perairan darat,” katanya.Untuk kawasan laut, pihaknya mengantisipasinya dengan penanaman benih yang tahan terhadap berbagai keadaan, salah satunya karena fluktuasi suhu.Ditjen PB telah menyiapkan alokasi dana 70 miliar rupiah untuk berbagai program budi daya perikanan pada 2014. Tidak ada alokasi khusus untuk menangani El Nino lantaran program-program yang ada banyak menyasar pada menghasilkan benih-benih berkualitas, unggul dan tahan dalam berbagai keadaan. Semoga Bermanfaat!



Sumber: koran-jakarta.com

Tuesday, May 27, 2014

Predator / Hama Benih ikan


Predator yaitu disebut juga sebagai pemangsa, merupakan istilah asing untuk menyebut hama pengganggu hewan peliharaan dalam hal ini adalah benih ikan. Predator pada dasarnya adalah merupakan hewan carnivora (pemakan daging) yaitu memangsa dengan mengintai targetnya. 

Predator benih ikan ada yang berasal/datang dari luar dan ada yang hidup bersama dengan benih ikan yang dipelihara. 
Umumnya predator yang memangsa benih ikan yaitu merupakan hewan tingkat tinggi yang bisa langsung mengganggu atau 
mengancam kehidupan benih ikan yang dipelihara pembudidaya ikan.
 
Predator Benih ikan dapat dibagi kedalam beberapa kelompok, yaitu :
1. Predator Kelompok hewan besar
- burung
- labi-labi
- kepiting/ketam
- Berang-berang
- biawak 
- ular
- katak 
- kadal

2. predator ikan buas
- ikan gabus
- belut

3. predator kelompok hewan kecil (serangga Air)
- ucrit (larva cybister)
- notonecta
- kini-kini


sumber: hobiikan.blogspot.com

Sunday, May 18, 2014

Cara Mudah Budiaya Ikan Bawal tetapi Sangat Menuntungkan

jual benih ikan bawal

Kali ini kami akan mengulas kembali tentang ikan bawal. Ikan bawal adalah ikan yang paling mudah cara perawatannya dan pemberian pakannya pun tidak mengeluarkan modal banyak serta harga jualnya stabil. Keunggulan ikan bawal adalah laju pertumbuhan yang sangat cepat, inilah peluang usaha investasi yang nyata dan terbukti hasilnya bisa meraup keuntungan yang sangat besar. sistem pemasaranya juga sangat mudah, seperti warung tenda lesehan/sari laut dan tempat pemancingan. Ikan air tawar yang satu ini sedang mengalami peningkatan konsumsi, masyarakat semakin banyak yang menyukai ikan bawal.

Ikan bawal yang lezat dan gurih mulai banyak digemari oleh masyarakat kita. Disamping itu, rasa daging juga cukup enak dan hampir menyerupai daging ikan Gurami. Bila budidaya ikan bawal air tawar dilakukan dengan benar, ikan bawal air tawar tentunya akan menghasilkan keuntungan yang menggiurkan. Usaha pembesaran atau budidaya ikan bawal dilakukan dengan maksud supaya didapat ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen.
Budidaya ikan bawal air tawar bisa dilakukan di kolam tanah ataupun permanen, baik secara monokultur maupun polikultur. Usaha ini cukup menjanjikan dibanding dengan budidaya ikan air tawar lainnya. Ikan Bawal air tawar memiliki beberapa keistimewaan. Diantaranya, nafsu makan tinggi dan termasuk pemakan segalanya yang condong lebih banyak makan dedaunan, dengan begitu pakan pelet bisa ditekan. Kedua, pertumbuhan ikan bawal cukup cepat, daya tahan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik dan rasa daging ikan bawal juga cukup enak, hampir menyerupai daging ikan Gurami hingga digemari masyarakat. Kolamnya dipersiapkan seperti halnya kolam ikan air tawar lainnya.
Persiapan kolam ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Awalnya kolam dikeringkan sampai tanah dasarnya benar-benar kering. Tujuan pengeringan tanah dasar kolam tersebut untuk membasmi ikan-ikan liar yang bersifat predator dan atau kompetitor (penyaing makanan), mengurangi senyawa-senyawa asam sulfida (H2S) dan senyawa beracun lain yang mungkin terbentuk selama kolam terendam. Sesudah dasar kolam benar-benar kering, dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor ataupun dolomit dengan dosis 25 kg per 100 meter persegi.
Pengapuran dilakukan untuk meningkatkan pH tanah, juga bisa untuk membunuh hama ataupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan. Salah seorang peternak ikan di Maros, Muhammad Aking mengatakan, kolam budidaya ikan tersebut tidak mutlak harus dipupuk. Sebab, makanan ikan bawal sebagian besar didapat dari makanan tambahan atau buatan. Namun jika dipupuk bisa memakai pupuk kandang 25-50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang pakai mesti benar-benar yang sudah matang, supaya tidak menjadi racun bagi ikan. Begitu juga dengan pemilihan benih mutlak sangat penting, sebab hanya dengan benih ikan bawal yang baik yang akan hidup dan tumbuh dengan baik.
Benih kita tebar dikolam budidaya ikan bawal, benih perlu diadaptasikan. Tujuannya supaya benih ikan tidak dalam kondisi stress saat berada dalam kolam. Selanjutnyha, kualitas dan kuantitas pakan sangat penting dalam budidaya ikan bawal, sebab dengan pakan yang baik ikan bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita harapkan. “Panen budidaya ikan bawal bisa dilakukan sesudah dipelihara 4-6 bulan, waktu itu ikan bawal sudah mencapai ukuran kurang lebih 500 gr/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m 2.
Untuk pasar lokal, sudah bisa di panen saat usia 3 bulan saat berat ikan bawal mencapai 250 gr/ekor. Alat yang digunakan untuk panen biasanya berupa jaring bemata lebar. Ikan bawal hasil pemanenan sebaiknya penampungannya dilakukan ditempat yang luas dan keadaan airnya selalu mengalir,” jelasnya. Ia menambahkan, budidaya ikan bawal air tawar cukup mudah dibandingkan dengan ikan lainnya. Apalagi ikan bawal suka makan dedauanan hingga bisa mengurangi konsumsi pakan pellet, hingga bisa mengurangi biaya tinggi pada pakan. Budidaya ikan bawal bisa juga dilakukan di kolam keramba jaring apung, yang biasa digunakan untuk budidaya ikan bawal air laut.
 (Sumber :Budidaya-ikan)

Monday, May 20, 2013

Antisipasi Penyakit Pada Musim Hujan


Berkah tersendiri bagi para petani ikan pada musim penghujan ini. Terutama bagi petani yang menggunakan kolam tadah hujan untuk mengandalkan datangnya musim hujan.

Dengan datangnya musim hujan, juga akan datangnya penyakit. Hal ini harus diantisipasi sejak dini agar tidak timbul hal – hal yang tidak kita inginkan, seperti kematian dan akan mengalami gerugian.

1.    Amati dan control semua saluran air dan kualitas air yang masuk ke kolam. Jika air kita yang masuk ke kolam ikan tercemar oleh bahan – bahan kimia akibatnya membahayakan kepada ikan kita.

2.    Perhatikan pemberian makan pada ikan. Sesuaikan dengan kebutuhan ikan dan jangan sampai berlebihan. Jika berlebih, maka akan berpotensi munculnya pathogen di kolam kita dan ini akan sangat membahayakan. Untuk ikan jenis gurame hanya membutuhkan pakan pelet sebanyak 2%  dari bobotikan. Jika ikan kita sudah terlanjur terkena penyakit yang disebabkan oleh adanya pathogen, virus atau bakteri, maka asecepatnya untuk diberi antibiotic yang mengandung enrofloxacine.

3.    Curah hujan yang tinggi akan meningkatkan kadar asam di kolam akan meningkat. Segeralah diberi probiotik yang bisa menetralkan kadar asam. Sebelum atau sesudah datangnya hujan yang sangat lebat, segera kocori kolam dengan produk PROBIOTIK. 

4.    Jika membeli benihikan. Pastikan ikan yang sehat. 

Sunday, March 17, 2013

Permintaan Benih Gurami Membuat Petani Tasik Kuwalahan


Di Tasikmalaya hanya dapat memenuhi 50% untuk permintaan produksi benih ikan gurami, dikarenakan kondisi alam serta keterbatasan lahan yang berpengaruh pada jumlah benih dan kualitas produksi ikan gurami tersebut
Tani Maju Makmur Kawalu Kota Tasikmalaya misalnya, hanya memiliki 20 bak penetasan telur, pendedaran 30 bak dan bak pembesaran 15 kolam. Rata-rata ukuran bak pendedaran dan penetasan 3X2 ata 4X2 meter.
Sedangkan jumlah penetasan, 1 bak atau satu sarang maksimal menghasilkan 2000 – 5000 telur atau rata-rata 3000 telur yang bisa menetas. Setelah itu ditampung di bak pendedaran pertama selama usia 2 bulan.
Ketua Kelompok Tani Maju Makmur Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya Eris Setiawan mengatakan, produksi ikan Gurami di kelompoknya hanya sampai pada pendedaran dan tidak dilanjutkan pada pembesaran. Pendedaran tersebut hingga usia aman dari mortalitas selama 2 bulan seukuran 2-3 CM, kemudian dijual kepada petani yang khusus usaha di bidang pembesaran Gurami.
“Pendedaran 1 bulan sampai harga Rp200/ekor ditambah 1 bulan sortir menjadi harga Rp300/ekor. Pasar yang paling benyak menerima ikan gurame dari Tasikmalaya, Kota dan Kabupaten Bandung, Cirata yang dibesarkan di jaring apung,” kata Aris, Selasa (26/3).
Untuk saat ini produksi ikan Gurami cukup baik karena cuaca relative stabil antara panas dan hujan. Kondisi ini berpangruh pada tingkat kematian Gurami yang hanya mencapai 2%. Sedangkan bila kondisi cuaca ekstrem kematin Gurami bisa mencapai 50% sejak benih hingga pembesaran usia konsumtif.
Untuk pendedaran katanya, paling tidak di kelompok taninya mampu produksi 2000 ekor setiap hari. Sedangkan untuk pembesaran Aris melempar kepada para petani lain, setelah besar ditarik kembali dan dijual melalui kelompok. “Kami di sini hanya pendedaran. Setelah itu ada petani lain yang membesarkan. Setelah besar kita kumpulkan lagi dan kemudian dijual,” katanya.
Menurutnya, support pemerintah relative sudah bagus, baik dari pemerintah pusat ataupun daerah. Sering katanya, pihak dinas pertanian dan perikanan menginformasikan kepada para petani daerah yang membutuhkan suplai gurami. Selain itu, kelompok juga kata Aris sering mendapat kegiatan berupa pelatihan budidaya ikan yang benar juga layak jual.
“Malah tanggal 13 Maret mendatang kami juga diberi pelatihan untuk budi daya ikan gurami. Kami juga sudah mendapat pinjaman modal dari bank dengan persyaratan yang dipermudah,” katanya. 
(Sumber : Bisnis Jabar, bididaya ikan)

Saturday, March 16, 2013

Pemberian Pakan Lele




Pemberian pakan ikan harus lah yang benar begitu juga pemberian pakan ikan lele. Berbagai cara dan tips belum tentu kita bisa melakukannya. Hal tersebut sangatlah penting dan berpengaruh besar dalam kesuksesan budidaya ikan lele tersebut.  Begitu sebaliknya jika kita tidak mengetahui tata cara pemberian pakan ikan lele bisa berakibat buruk, dari benih lele yang rentan terhadap penyakit bahkan berakibat pada kematian.
Pemberian pakan ketika pembenihan dan pembesaran tidaklah jauh berbeda. Tetapi yang membedakan hanyalah pakan alami dan pakan tambahan . Pada saat pembenihan ada pemberian pakan alami berupa cacing sutera pada saat larva berumur lima hari, sementara pada segmen pembesaran jarang sekali adanya pemberian cacing sutera, sementara pada saat pembesaran, pemberian pakan tambahan berupa ayam tiren & lainnya yang sejenis. Tata cara pemberian pakan ikan lele meliputi 3 hal :

1.    Waktu Pemberian Pakan
Tata cara pemberian pakan ikan lele yang pertama adalah mengetahui waktu pemberian pakan, ini merupakan hal yang sangat penting, selain harus mengatur waktu pemberian pakan lele sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, baik yang menggunakan tiga kali sehari atau lima sampai dengan enam kali sehari (setiap 3 jam). Pemberian pakan lele tidak boleh dimulai terlalu pagi atau lebih tepatnya sebelum jam sembilan pagi, hal ini berhubungan dengan pencemaran. Jika sebelum jam sembilan pagi permukaan air kolam masih tercemar oleh zat-zat yang merugikan yang dibawa oleh udara, sehingga jika pemberian pakan ikan lele terlalu pagi maka pakan akan tercampur dengan zat-zat tersebut dapat meracuni & berbahaya bagi kesehatan ikan lele. Penyakit yang dapat ditimbulkan dari kebiasaan memberikan pakan yang terlalu pagi adalah radang insang, yang diakibatkan oleh parasit.
2.    Persiapan
Persiapan pemberian pakan untuk yang berbentuk pelet, sebaiknya para peternak ikan lele harus membiasakan membibis (membasahi pelet dengan air, sebaiknya air hangat) pakan pelet yang akan diberikan, kecuali peletnya jenis yang tenggelam. Dengan membibis, ikan lele yang mempunyai sifat rakus tersebut tidak akan memakan pelet secara berlebihan. Jika pemberian pelet dalam kondisi kering, maka ikan lele akan terus saja memakan pelet dengan rakus dan berlebihan padahal pelet tersebut nantinya akan mengembang di perut ikan, kondisi ini akan berakibat buruk pada kesehatan ikan lele bahkan dapat mengakibatkan kematian.
Untuk tata cara pemberian pakan ikan lele dari pakan tambahan persiapannya adalah dengan cara membersihkan pakan tersebut dengan baik, misalnya sebelum pemberian cacing sutera, cacing tersebut dicuci dahulu sebelum disebar ke kolam. Jika menggunakan ayam tiren pada saat pembesaran, maka sebaiknya ayam tersebut direbus saja, jangan dibakar, karena jika direbus akan lebih matang secara keseluruhan & aman dikonsumsi oleh lele.

3.    Cara pemberian pakan
Cara memberikan pakan ikan lele yang berbentuk pelet apung harus dilakukan dengan cara menyebar pelet menjadi tiga bagian, misalnya kolam ujung kanan, tengah & ujung kiri, langkah pertama adalah sebar pelet secukupnya di sisi ujung kanan kolam, setelah pelet habis, sebar lagi secukupnya pada sisi tengah kolam, setelah habis sebar lagi pada sisi ujung kiri kolam, lakukan proses tersebut sampai ikan lele kenyang. Ikan lele yang sudah kenyang akan terlihat adanya butir pelet yang tersisa pada saat ditebar dipermukaan kolam. Metode pemberian pakan seperti ini dilakukan agar ikan lebih aktif bergerak.
Untuk pelet tenggelam cara memberikannya berbeda, pelet tenggelam tidak disebar, melainkan hanya ditebarkan pada satu titik, namun menebarnya sedikit-sedikit, karena lele termasuk ikan yang suka mengejar pakan yang bergerak, jadi dikhawatirkan pelet yg terlanjur tenggelam tidak dimakan lele, jika pd titik pemberian pakan pelet tenggelam respon ikan sudah nampak menurun, sebaiknya pemberian pakan dihentikan.
Di tahap pembenihan, pakan alami seperti halnya cacing sutera diberikan dengan cara disebar di sudut, di sisi & di bagian tengah kolam, cacing sutera yang telah dibersihkan lalu diambil seujung tangan kemudian diletakkan pada titik yang berbeda, teknik ini sangat efektif karena larva lele yang berjumlah ribuan akan rata mendapatkan makanan. Sementara pada tahap pembesaran, pemberian pakan tambahan seperti ayam tiren sebaiknya digantung, hal ini dilakukan agar sisa tulang yang berserakan pada dasar kolam tidak terlalu banyak dan dapat  segera dibuang, sisa tulang yg berserakan bisa sangat berbahaya bagi peternak lele pada saat panen atau menguras kolam, karena bisa saja terinjak & melukai kaki.
sumber : buka mata

Monday, March 4, 2013

Sanitasi Kolam, Dapat Mencegah Jamur pada Gurami



Walaupun gurami biasanya hidup di air yang tenang dan tidak membutuhkan air yang terlalu jernih, namun tidaklah luput dari segala penyakit ataupun hama penganggu yang lainnya. Kematian yang disebabkan oleh jamur putih membuat pembudidaya Gurami mengalami kendala yang besar.
Feri, salah seorang pemilik penangkaran bibit ikan gurami di UD di Medan, mengatakan, jamur putih merupakan musuh utama ikan gurami utamanya ketika usia ikan masih muda.
“Jika dalam pemeliharaan menemukan ikan gurami yang sisiknya terdapat bintik atau semacam kapur, sebaiknya ikan tersebut segera dipisahkan dari lainnya. Kalau tidak, dalam waktu singkat ikan lainnya akan mengalami hal serupa,” katanya sambil menunjukkan contoh ikan yang mati mengapung, Minggu (10/2).
Memang kata dia, awalnya ikan tampak biasa, tapi lama-kelamaan ikan tersebut akan lemas, mengapung kemudian mati secara perlahan. Menurutnya, dalam memeliharan ikan gurami, yang paling penting adalah menjaga kebersihan air dengan melakukan penggantian air kolam secara berkala misalnya seminggu atau dua minggu sekali tergantung kebutuhan.
“Di sini biarpun tidak melakukan pembesaran ikan tapi secara rutin kami melakukan pembersihan kolam, kami menjaga agar tidak ada penyakitataupun jamur yang muncul,” katanya.
Pengalamannya selama merawat bibit ikan gurami, dua tahun yang lalu ia pernah mengalami kerugian hingga jutaan rupiah hanya gara-gara kekurang telitian dalam melakukan perawatan bibit yang baru datang dari Padang.
Beberapa ekor dari bibit ikan tersebut terserang jamur namun tidak dipisahkan dari ikan yang masih sehat. “Tak sampai seminggu, ribuan bibit ikan saya mati. Pengalaman itu, membuat saya lebih telaten dalam merawat bibit ikan gurami,” akunya.
Dikatakannya, jamur putih hingga kini tetap muncul namun masih bisa dikendalikan sehingga ikan-ikan yang sehat terselamatkan. Jika menemukan beberapa ekor ikan terserang jamur putih, ia langsung memberinya obat OTC. Obat tersebut berupa bubuk halus berwarna kuning.
Selain untuk menyembuhkan ikan yang terkena jamur putih, obat tersebut juga dapat ditaburkan ke dalam kolam yang ikannyaa masih sehat sebagai pencegah munculnya jamur.
Dikatakannya setelah kolam ditaburinya dengan obat tersebut, ikan yang tadinya lemas karena jamur berangsur pulih dan bintik putih di sisiknya menghilang. “Yang namanya bisnis, kita harus bisa belajar dari pengalaman. Jangan sampai terulang lagi,” tambahnya.

Ribuan bibit ikan air tawar yang dikembangkannya dibuat dalam kolam. Sekitar 10 kolam ukuran 2×3 meter hampir seluruhnya berisi air yang didalamnya terdapat bibit ikan mulai dari ikan emas, ikan nila, dan ikanlele, yang dibuat secara terpisah. Sementara bibit ikan gurami berada di kolam paling belakang.
Dikatakannya, sampai saat ini dirinya masih memesan bibit dari luar karena belum berkeinginan untuk melakukan pembibitan sendiri. Menurutnya mendatangkan bibit dari luar masih cukup menguntugkan sehingga untuk membibitkan sendiri belum menjadi pilihan yang harus dilakukan, minimal untuk saat ini.
Karena bibit ikan tersebut didatangkan dari luar daerah, mau tak mau ia dengan beberapa saudara dan rekannya sangat menjaga bibit ikan yang dijualnya tersebut tidak terserang penyakit ataupun jamur putih sehingga pelanggannya tidak kecewa setelah mengambil bibit dari kolamnya.
Sumber : Medan Bisnis, Budidaya ikan

Tuesday, January 22, 2013

Penyakit dan Hama Yang Ada Pada Budidaya Ikan Nila

Budidaya ikan tawar tidaklah luput dari penyakit dan hama dalam setiap pembudidayaan dan pemeliharaan.

PENYAKIT

a) Penyakit pada kulit
Gejala: pada bagian tertentu berwarna merah, berubah warna dan tubuh berlendir.
Pengendalian: (1) direndam dalam larutan PK (kalium permanganat) selama 30-60 menit dengan dosis 2 gram/10 liter air, pengobatan dilakukan berulang 3 hari kemudian. (2) direndam dalam Negovon (kalium permanganat) selama 3 menit dengan dosis 2-3,5 %.

b) Penyakit pada insang 
Gejala: tutup insang bengkak, Lembar insang pucat/keputihan.
Pengendalian: sama dengan di atas.

c) Penyakit pada organ dalam
Gejala: perut ikan bengkak, sisik berdiri, ikan tidak gesit.
Pengendalian: sama dengan di atas.

Secara umum hal-hal yang dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya penyakit dan hama pada budidaya ikan nila:
a) Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen.
b) Pemeliharaan ikan yang benar-benar bebas penyakit.
c) Hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas.
d) Sistem pemasukan air yang ideal adalah paralel, tiap kolam diberi satu pintu pemasukan air.
e) Pemberian pakan cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya.
f) Penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati-hati dan benar.
g) Binatang seperti burung, siput, ikan seribu (lebistus reticulatus peters) sebagai pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman.

HAMA

a) Bebeasan (Notonecta)
Berbahaya bagi benih karena sengatannya. Pengendalian: menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.

b) Ucrit (Larva cybister)
Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek. Pengendalian: sulit diberantas; hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam.

c) Kodok
Makan telur telur ikan. Pengendalian: sering membuang telur yang mengapung; menangkap dan membuang hidup-hidup.

d) Ular
Menyerang benih dan ikan kecil. Pengendalian: lakukan penangkapan; pemagaran kolam.

e) Lingsang

Memakan ikan pada malam hari. Pengendalian:pasang jebakan berumpun.

f) Burung
Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning. Pengendalian: diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.



Sumber : agromaret

Friday, January 4, 2013

Tips Agar Benih Ikan Lele Tidak Terserang Penyakit

Kita sebagai pembenih ikan lele sering mengalami masalah dengan ikan yang tiba-tiba banyak yang mati. pada awal mula melakukan pembenihan ikan lele kami sering mengalami hal tersebut. Namun sekarang sudah berkurang. Berikut akan saya sampaikan beberapa tips yang saya diambil dari ogas farm, banyak artikel menarik di sana. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

 a. Suhu Air Kolam Lele
  • Suhu yang tinggi dapat menurunkan kandungan oksigen terlarut kedalam air, sedangkan benih lele sangat membutuhkan oksigen banyak yang akhirnya benih lele jadi sering mengambil oksigen ke permukaan, sudah jelas bila benih lele sering naik ini berarti menambah gerak dari benih tersebut sehingga ikan akan memproduksi kotoran lebih banyak.
 b. Ph Air Kolam Lele
      Bila Ph atau derajat keasaman air tinggi maka yang akan terjadi yaitu :
  • Benih ikan lele akan stres serta mengeluarkan lendir berlebihan
  • Amonia pada Ph terlampau tinggi akan menjadi racun serta dapat menyebabkan kematian pada benih ikan sedangkan amonia pada Ph rendah ini tidak akan mematikan ikan
     Keterangan : 
  • Ph yang normal pada air adalah = 7.
  • Bila Ph diatas 7 adalah BASA.
  • Bila Ph dibawah 7 Adalah ASAM
  • Bakteri atau varasit akan mudah berkembang biak bila kondisi air berada di bawah Ph 7
  • Bakteri atau varasit susah untuk berkembang biak bila kondisi ph berada diatas 7
  • Nilai Ph untuk ikan lele yaitu 6-9, ini berarti toleransi pada keadaan BASA menjadi lebih tinggi dari keadaan ASAM.
c. Amonia
      Perlu diketahui amonia berasal dari kotoran benih juga dari sisa pakan yang tidak habis, Amonia yang terlalu     tinggi ini dapat menyebabkan ikan stres dan keluarnya lendir terlalu banyak sehingga dapat menyebabkan luka nah luka ini dapat menumbuhkan bakteri atau parasit pada benih, apalagi bila insang yang terkena luka atau bengkak ini akan menyebabkan penyerapan oksigen dari insang berkurangyang akibatnya menurunkan kemampuan darah mengangkut oksigen dan ikan pun akan sulit bernapas bila sudah begitu ikan akan menjadi lemas yang akhirnya mati.

d. Oksigen terlarut dalam air yang kurang.

Semoga Bermanfaat!!!!

Sumber: Ogas Farm


Sunday, December 30, 2012

BUDIDAYA IKAN BELUT ( Synbranchus )




1. SEJARAH SINGKAT
Belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. Di Indonesia sejak tahun 1979, belut mulai dikenal dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor.
2. SENTRA PERIKANAN
Sentra perikanan belut Internasional terpusat di Taiwan, Jepang, Hongkong, Perancis dan Malaysia. Sedangkan sentra perikanan belut di Indonesia berada di daerah Yogyakarta dan di daerah Jawa Barat. Di daerah lainnya baru merupakan tempat penampungan belut-belut tangkapan dari alam atau sebagai pos penampungan.
3. JENIS
Klasifikasi belut adalah sebagai berikut:
Kelas : Pisces
Subkelas : Teleostei
Ordo : Synbranchoidae
Famili : Synbranchidae
Genus : Synbranchus
Species : Synbranchus bengalensis Mc clell (belut rawa); Monopterus albus Zuieuw (belut sawah); Macrotema caligans Cant (belut kali/laut)
Jadi jenis belut ada 3 (tiga) macam yaitu belut rawa, belut sawah dan belut kali/laut. Namun demikian jenis belut yang sering dijumpai adalah jenis belut sawah.
4. MANFAAT
Manfaat dari budidaya belut adalah:
1.    Sebagai penyediaan sumber protein hewani.
2.    Sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
3.    Sebagai obat penambah darah.
5. PERSYARATAN LOKASI
1.    Secara klimatologis ikan belut tidak membutuhkan kondisi iklim dan geografis yang spesifik. Ketinggian tempat budidaya ikan belut dapat berada di dataran rendah sampai dataran tinggi. Begitu pula dengan kelembaban dan curah hujan tidak ada batasan yang spesifik.
2.    Kualitas air untuk pemeliharaan belut harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kondisi tanah dasar kolam tidak beracun.
3.    Suhu udara/temperatur optimal untukpertumbuhan belut yaitu berkisar antara 25-31 derajat C.
4.    Pada prinsipnya kondisi perairan adalah air yang harus bersih dan kaya akan osigen terutama untuk bibit/benih yang masih kecil yaitu ukuran 1-2 cm. Sedangkan untuk perkembangan selanjutnya belut dewasa tidak memilih kualitas air dan dapat hidup di air yang keruh.
6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
1.    Penyiapan Sarana dan Peralatan
1.    Perlu diketahui bahwa jenis kolam budidaya ikan belut harus dibedakan antara lain: kolam induk/kolam pemijahan, kolam pendederan (untuk benih belut berukuran 1-2 cm), kolam belut remaja (untuk belut ukuran 3-5 cm) dan kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi 2 tahapan yang masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu untuk pemeliharaan belut ukuran 5-8 cm sampai menjadi ukuran 15-20 cm dan untuk pemeliharan belut dengan ukuran 15-20 cm sampai menjadi ukuran 30-40 cm. 
2.    Bangunan jenis-jenis kolam belut secara umum relatif sama hanya dibedakan oleh ukuran, kapasitas dan daya tampung belut itu sendiri.
3.    Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/m 2 . Untuk kolam pendederan (ukuran belut 1-2 cm) daya tampungnya 500 ekor/m 2 . Untuk kolam belut remaja (ukuran 2-5 cm) daya tampungnya 250 ekor/m 2 . Dan untuk kolam belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5-8 cm) daya tampungnya 100 ekor/m 2 . Serta kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15-20cm) daya tampungnya 50 ekor/m 2 , hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran 3-50 cm.
4.    Pembuatan kolam belut dengan bahan bak dinding tembok/disemen dan dasar bak tidak perlu diplester.
5.    Peralatan lainnya berupa media dasar kolam, sumber air yang selalu ada, alat penangkapan yang diperlukan, ember plastik dan peralatan-peralatan lainnya. 
6.    Media dasar kolam terdiri dari bahan-bahan organik seperti pupuk kandang, sekam padi dan jerami padi. Caranya kolam yang masih kosong untuk lapisan pertama diberi sekam padi setebal 10 cm, diatasnya ditimbun dengan pupuk kandang setebal 10 cm, lalu diatasnya lagi ditimbun dengan ikatan-ikatan merang atau jerami kering. Setelah tumpukan-tumpukan bahan organik selesai dibuat (tebal seluruhnya sekitar 30 cm), berulah air dialirkan kedalam kolam secara perlahan-lahan sampai setinggi 50 cm (bahan organik + air). Dengan demikian media dasar kolam sudah selesai, tinggal media tersebut dibiarkan beberapa saat agar sampai menjadi lumpur sawah. Setelah itu belut-belut diluncurkan ke dalam kolam.
2.    Penyiapan Bibit 
1.    Menyiapkan Bibit
1.    Anak belut yang sudah siap dipelihara secara intensif adalah yang berukuran 5-8 cm. Di pelihara selama 4 bulan dalam 2 tahapan dengan masing-masing tahapannya selama 2 bulan.
2.    Bibit bisa diperoleh dari bak/kolam pembibitan atau bisa juga bibit diperoleh dari sarang-sarang bibit yang ada di alam. 
3.    Pemilihan bibit bisa diperoleh dari kolam peternakan atau pemijahan. Biasanya belut yang dipijahkan adalah belut betina berukuran ± 30 cm dan belut jantan berukuran ± 40 cm. 
4.    Pemijahan dilakukan di kolam pemijahan dengan kapasitas satu ekor pejantan dengan dua ekor betina untuk kolam seluas 1 m 2 . Waktu pemijahan kira-kira berlangsung 10 hari baru telur-telur ikan belut menetas. Dan setelah menetas umur 5-8 hari dengan ukuran anak belut berkisar 1,5–2,5 cm. Dalam ukuran ini belut segera diambil untuk ditempatkan di kolam pendederan calon benih/calon bibit. Anak belut dengan ukuran sedemikian tersebut diatas segera ditempatkan di kolam pendederan calon bibit selama ± 1 (satu) bulan sampai anak belut tersebut berukuran 5-8 cm. Dengan ukuran ini anak belut sudah bisa diperlihara dalam kolam belut untuk konsumsi selama dua bulan atau empat bulan.
2.    Perlakuan dan Perawatan Bibit
Dari hasil pemijahan anak belut ditampung di kolam pendederan calon benih selama 1 bulan. Dalam hal ini benih diperlakukan dengan secermat mungkin agar tidak banyak yang hilang. Dengan perairan yang bersih dan lebih baik lagi apabila di air yang mengalir.
3.    Pemeliharaan Pembesaran
1.    Pemupukan
Jerami yang sudah lapuk diperlukan untuk membentuk pelumpuran yang subur dan pupuk kandang juga diperlukan sebagai salah satu bahan organik utama.
 
2.    Pemberian Pakan
Bila diperlukan bisa diberi makanan tambahan berupa cacing, kecoa, ulat besar(belatung) yang diberikan setiap 10 hari sekali.
3.    Pemberian Vaksinasi
4.    Pemeliharaan Kolam dan Tambak
Yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan belut adalah menjaga kolam agar tidak ada gangguan dari luar dan dalam kolam tidak beracun.
7. HAMA DAN PENYAKIT
1.    Hama
1.    Hama pada belut adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan belut.
2.    Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang belut antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air dan ikan gabus.
3.    Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan belut secara intensif tidak banyak diserang hama.
2.    Penyakit
Penyakit yang umum menyerang adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil.
 
8. PANEN
Pemanenan belut berupa 2 jenis yaitu :
1.    Berupa benih/bibit yang dijual untuk diternak/dibudidayakan.
2.    Berupa hasil akhir pemeliharaan belut yang siap dijual untuk konsumsi (besarnya/panjangnya sesuai dengan permintaan pasar/konsumen). Cara Penangkapan belut sama seperti menangkap ikan lainnya dengan peralatan antara lain: bubu/posong, jaring/jala bermata lembut, dengan pancing atau kail dan pengeringan air kolam sehingga belut tinggal diambil saja. 
9. PASCAPANEN
Pada pemeliharaan belut secara komersial dan dalam jumlah yang besar, penanganan pasca panen perlu mendapat perhatian yang serius. Hal ini agar belut dapat diterima oleh konsumen dalam kualitas yang baik, sehingga mempunyai jaringan pemasaran yang luas.


10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
1.    Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis budidaya belut selama 3 bulan di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut:
1.    Biaya Produksi
1.    Pembuatan kolam tanah 2 x 3 x 1, 4 HOK @ Rp.7.000,- Rp. 28.000,-
2.    Bibit 3.000 ekor x @ Rp. 750,- Rp. 225.000,-
3.    Makanan tambahan (daging kelinci 3 ekor) @ Rp.15.000,-Rp. 45.000,-
4.    Lain-lain Rp. 30.000,-
Jumlah Biaya Produksi Rp. 328.000,-
2.    Pendapatan: 3000 ekor = 300 kg x @ Rp. 2.500,- Rp. 750.000,-
3.    Keuntungan Rp. 422.000,-
4.    Parameter Kelayakan Usaha 2,28
10.2. Gambaran Peluang Agribisnis
Budidaya ikan belut, baik dalam bentuk pembenihan maupun pembesaran mempunyai prospek yang cukup baik. Permintaan konsumen akan keberadaan ikan belut semakin meningkat. Dengan teknik pemeliharaan yang baik, maka akan diperoleh hasil budidaya yang memuaskan dan diminati konsumen.
11. DAFTAR PUSTAKA
1.    Satwono, B. 1999. Budidaya Belut dan Tidar. Penerbit Penebar Swadaya (Anggota IKAPI). Jakarta.
2.    Ronni Hendrik S. 1999. Budidaya Belut. Penerbit Bhratara, Jakarta
Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas