antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA,SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

Menyediakan Bibit Belut Dengan Kualitas

antok Farm, Jual Benih Ikan

Menyediakan Bibit nila dengan kondisi baik

Showing posts with label Pengiriman Benih Ikan. Show all posts
Showing posts with label Pengiriman Benih Ikan. Show all posts

Sunday, March 15, 2015

Pendapatan Budidaya Ikan Patin Hingga Ratusan Miliaran Rupiah

Tingkat produksi budidaya ikan patin hingga tahun 2014 di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan selatan mencapai 70.000 ton per tahunnya. Dilihat dari bisnis ikan patin tersebut telah memberikan kontribusi pendapatan masyarakat hingga Rp 200 miliar dengan asumsi harga per kilogram rata-rata Rp 18 ribu rupiah.

Melihat potensi ini Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menggelontorkan berbagai program bantuan untuk wilayah minapolitan mencapai Rp3,3 miliar. Kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Hulu Sungai Utara, HM Suriani, di Amuntai. Menurut Suriani, wajar jika miliaran rupiah digelontorkan pemerintah pusat untuk mengembangkan budidaya ikan patin ini karena kontribusi pendapatan yang sangat besar di wilayah tersebut.

Dana bantuan pusat dipergunakan untuk pembuatan floating keramba, jala ikan (net), keramba ikan, kolam rawa mesin penyedot lumpur, mesin pengolah pakan ikan dan benih ikan, menurut Suriani. Selain itu, lanjut dia juga digunakan bagi, pembuatan keramba jaring apung percontohan, bantuan bibit dan pakan ikan, biaya pertemuan kelompok dan pembuatan RPJM.

Selain bantuan pusat, kata dia, petani pembudidaya ikan patin di kawasan Minapolitan seperti Kecamatan Haur Gading dan kawasan penopang (hinterland) di dua kecamatan, yakni Kecamatan Amuntai Tengah dan Banjang juga mendapat pinjamaan Kredit dari Bank Rakyat Indonesia yang nilainya sudah mencapai Rp7,8 miliar.Jadi jika pengelolaan budidaya ikan patin  dengan baik akan menghasilkan keuntungan yang besar, dengan didukung kontribusi masyarakat dan pemerintah setempat.


Sumber : republika

Saturday, December 13, 2014

Belut Super Bisa Meraup Omzet Puluhan Juta

Jual Benih Belut Murah

Bibit belut memang tidak mudah ditemui meskipun sebagian besar masyarakat Indonesia tidak asing lagi dengan belut. Hewan air tawar yang masuk dalam kelompok ikan berbentuk seperti ular ini digemari karena rasa dagingnya yang gurih. Belut boleh dibilang aman dikonsumsi oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Daging belut juga dipercaya dapat menambah vitalitas tubuh manusia. Karena banyaknya peminat belut, pasokan belut tidak cukup mengandalkan dari tangkapan alam. Makanya, belakangan banyak orang tertarik budidaya belut.


Salah satu varian belut yang mulai banyak dibudidayakan adalah jenis belut super. Berbeda dengan belut pada umumnya, belut super memiliki ukuran lebih besar. Ukuran lingkar tubuhnya mencapai 6,5 cm dengan panjang sekitar 50 cm.
Herman Susilo, salah seorang pembudidaya belut super asal Malang, Jawa Timur, menyatakan, bobot tiga ekor belut super bisa mencapai 1 kg. Belut ukuran jumbo ini banyak dicari pengusaha restoran dan makanan ringan. "Kalau tidak budidaya, susah dapat belut super ini, padahal, pasarnya lebih menjanjikan," kata Herman.
Saat ini, Herman memiliki lima kolam lumpur tempat budidaya belut super. Setiap kolam berukuran sekitar 2x5 meter. Dengan pemberian pakan rutin, Herman bisa memanen belut setiap tiga atau empat bulan sekali. Jadi dalam setahun bisa empat kali panen.
Saat panen, setiap kolam bisa menghasilkan 250 kg belut super. Harga setiap kilonya sekitar Rp 30.000-Rp 35.000. Dengan harga tersebut, omzet yang didapatnya sekitar Rp 40 juta-Rp 50 juta setiap kali panen. Adapun laba bersihnya sekitar 50 persen dari omzet.
Biaya produksi yang dikeluarkan lebih banyak untuk pembibitan. Setiap satu kg bibit belut super ini dijual seharga Rp 40.000. "Sementara pakannya lebih banyak pakan alami, seperti kodok dan cacing," katanya.
Ia menghindari pemberian pelet karena justru dapat menghambat pertumbuhan belut. Selain budidaya belut hingga siap jual, belakangan ia juga mulai melayani penjualan bibit belut super.
Budidaya belut super belakangan semakin digandrungi. Maklum, selain tingginya permintaan pasar, budidaya belut ini juga tidak sulit. Herman Susilo, pembudidaya belut super dari Malang, Jawa Timur bilang, hal utama yang mesti diperhatikan adalah pemberian pakan.
Menurutnya, asupan pakan akan sangat mempengaruhi pertumbuhan belut. Ia menyarankan, sebaiknya belut super lebih banyak diberikan pakan alami, seperti keong, katak, atau cacing ketimbang pakan buatan. "Pakan alami membantu pertumbuhan lebih cepat," kata Herman.
Dengan pakan alami, belut super bisa lebih cepat dipanen karena pertumbuhannya juga menjadi lebih cepat. Jika diberi pakan buatan, belut super baru bisa dipanen dalam waktu enam hingga tujuh bulan sejak awal dipelihara. "Tapi dengan pakan alami bisa panen setiap tiga hingga empat bulan," jelasnya.
Selain itu, kecukupan pakan juga harus diperhatikan. Sebab, bila jumlah pakan kurang bisa menyebabkan terjadinya kanibalisme antar belut. Untuk itu, ia menyarankan pemberian pakan dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari.
Untuk metode budidayanya sendiri ada dua cara. Yakni, menggunakan media kolam lumpur dan menggunakan bubu bambu di sawah. Herman sendiri menggunakan media kolam lumpur. Langkah pertama yang harus dilakukan tentu menyiapkan kolamnya.  Kolamnya sendiri tak perlu terlalu lebar. Cukup dengan diameter 2x5 meter sudah bisa menampung 50 kilogram (kg) bibit belut. Saat panen, bibit sebanyak itu bisa menghasilkan bobot 250 kg.
Setelah kolam jadi, lalu masukkan gedebok pisang dan jerami. Lalu masukkan pupuk kandang untuk mempercepat pembusukan gedebok pisang dan jerami. "Ketika sudah membusuk bisa jadi santapan tambahan belut," katanya.
Setelah pakan tambahan siap, lalu lanjutkan dengan pemberian lumpur kering. Setelah itu, masukkan air dengan kedalaman minimal 15 centimeter (cm). "Proses pembusukan gedebok pisang dan jerami terjadi sekitar dua minggu setelah air masuk," jelasnya. Setelah terjadi pembusukan, maka benih siap dimasukkan. 

Semoga Bermanfaat!


http://bisniskeuangan.kompas.com

Sunday, May 18, 2014

Cara Mudah Budiaya Ikan Bawal tetapi Sangat Menuntungkan

jual benih ikan bawal

Kali ini kami akan mengulas kembali tentang ikan bawal. Ikan bawal adalah ikan yang paling mudah cara perawatannya dan pemberian pakannya pun tidak mengeluarkan modal banyak serta harga jualnya stabil. Keunggulan ikan bawal adalah laju pertumbuhan yang sangat cepat, inilah peluang usaha investasi yang nyata dan terbukti hasilnya bisa meraup keuntungan yang sangat besar. sistem pemasaranya juga sangat mudah, seperti warung tenda lesehan/sari laut dan tempat pemancingan. Ikan air tawar yang satu ini sedang mengalami peningkatan konsumsi, masyarakat semakin banyak yang menyukai ikan bawal.

Ikan bawal yang lezat dan gurih mulai banyak digemari oleh masyarakat kita. Disamping itu, rasa daging juga cukup enak dan hampir menyerupai daging ikan Gurami. Bila budidaya ikan bawal air tawar dilakukan dengan benar, ikan bawal air tawar tentunya akan menghasilkan keuntungan yang menggiurkan. Usaha pembesaran atau budidaya ikan bawal dilakukan dengan maksud supaya didapat ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen.
Budidaya ikan bawal air tawar bisa dilakukan di kolam tanah ataupun permanen, baik secara monokultur maupun polikultur. Usaha ini cukup menjanjikan dibanding dengan budidaya ikan air tawar lainnya. Ikan Bawal air tawar memiliki beberapa keistimewaan. Diantaranya, nafsu makan tinggi dan termasuk pemakan segalanya yang condong lebih banyak makan dedaunan, dengan begitu pakan pelet bisa ditekan. Kedua, pertumbuhan ikan bawal cukup cepat, daya tahan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik dan rasa daging ikan bawal juga cukup enak, hampir menyerupai daging ikan Gurami hingga digemari masyarakat. Kolamnya dipersiapkan seperti halnya kolam ikan air tawar lainnya.
Persiapan kolam ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Awalnya kolam dikeringkan sampai tanah dasarnya benar-benar kering. Tujuan pengeringan tanah dasar kolam tersebut untuk membasmi ikan-ikan liar yang bersifat predator dan atau kompetitor (penyaing makanan), mengurangi senyawa-senyawa asam sulfida (H2S) dan senyawa beracun lain yang mungkin terbentuk selama kolam terendam. Sesudah dasar kolam benar-benar kering, dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor ataupun dolomit dengan dosis 25 kg per 100 meter persegi.
Pengapuran dilakukan untuk meningkatkan pH tanah, juga bisa untuk membunuh hama ataupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan. Salah seorang peternak ikan di Maros, Muhammad Aking mengatakan, kolam budidaya ikan tersebut tidak mutlak harus dipupuk. Sebab, makanan ikan bawal sebagian besar didapat dari makanan tambahan atau buatan. Namun jika dipupuk bisa memakai pupuk kandang 25-50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang pakai mesti benar-benar yang sudah matang, supaya tidak menjadi racun bagi ikan. Begitu juga dengan pemilihan benih mutlak sangat penting, sebab hanya dengan benih ikan bawal yang baik yang akan hidup dan tumbuh dengan baik.
Benih kita tebar dikolam budidaya ikan bawal, benih perlu diadaptasikan. Tujuannya supaya benih ikan tidak dalam kondisi stress saat berada dalam kolam. Selanjutnyha, kualitas dan kuantitas pakan sangat penting dalam budidaya ikan bawal, sebab dengan pakan yang baik ikan bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita harapkan. “Panen budidaya ikan bawal bisa dilakukan sesudah dipelihara 4-6 bulan, waktu itu ikan bawal sudah mencapai ukuran kurang lebih 500 gr/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m 2.
Untuk pasar lokal, sudah bisa di panen saat usia 3 bulan saat berat ikan bawal mencapai 250 gr/ekor. Alat yang digunakan untuk panen biasanya berupa jaring bemata lebar. Ikan bawal hasil pemanenan sebaiknya penampungannya dilakukan ditempat yang luas dan keadaan airnya selalu mengalir,” jelasnya. Ia menambahkan, budidaya ikan bawal air tawar cukup mudah dibandingkan dengan ikan lainnya. Apalagi ikan bawal suka makan dedauanan hingga bisa mengurangi konsumsi pakan pellet, hingga bisa mengurangi biaya tinggi pada pakan. Budidaya ikan bawal bisa juga dilakukan di kolam keramba jaring apung, yang biasa digunakan untuk budidaya ikan bawal air laut.
 (Sumber :Budidaya-ikan)

Monday, April 29, 2013

Manfaat Budidaya Udang


5 hal yang menjadi prioritas budidaya udang yang menjadi suatu catetan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Yakni, permintaan untuk pasar luar negeri cukup besar. Proses budidaya udang dapat dilakukan dengan teknologi sederhana maupun super intensif. Kebutuhan modal baik untuk investasi maupun operasional tidak begitu tinggi.

Oleh karena itu akan menyerap tenaga kerja dan merupakan usaha yang menguntungkan. Faktor kelima atau terakhir adalah ketersediaan lahan yang memenuhi syarat cukup luas.

Dalam mengembangkan usaha budidaya udang yang berkelanjutan , mutlak diperlukan dukungan ketersediaan benih udang unggul. Benih ini dicirikan cepat tumbuh, tahan terhadap penyakit dan perubahan lingkungan yang ekstrem karena benih merupakan faktor produksi yang sangat vital bagi keberhasilan usaha budidaya udang.

“Mengingat pertumbuhan udang vaname relatif cepat, maka dalam pengadaan benih perlu ada upaya yang mengarah kepada penggunaan induk-induk unggul. 



(Sumber : Inilah , budidaya ikan )

Monday, April 8, 2013

Pakan Mahal, Budidaya Lele Organik


Mahalnya harga pelet membuat para petani ikan mengalami kendala terhadap pembenihan ikan. Kesejahteraan para petani mengalami ketidak idealan, misalnya petani yang berada di Tasikmalaya.
Sudah terbukti 70% dari semua biaya budidaya ikan hanya termakan oleh harga pakan, sedangkan untuk kebutuhan operasional lainnya yang dibutuhkan akar tetap bertahan.
Menurut pembudidaya lele asal Desa Sukaratu Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya, Syaiful Manan (40), mengaku terus kebobolan biaya pakan karena harga pelet mahal. Sementara itu, harga jual lele tidak sebanding dengan biaya operasional yang habis untuk membeli pelet.
“Ah susah mengandalkan pakan yang mahal mah. Jika saya kalkulasi keuntungan, dengan mengandalkan pakan saat ini, dari benih seribu ekor lele, maka saat panen hanya mendapatkan Rp100 ribu. Itu kalau mulus, kalau lele mati sepuluh persen, berarti sudah rugi,” keluhnya kepada INILAH, Minggu (7/4/2013).
Petani lainnya, Imat Ruhimat (32), menuturkan hal yang sama. Dia mengatakan pakan lele jenis pelet yang paling murah saja, satu bal (sekitar 30 kg) harganya lebih dari Rp100 ribu, sementara pertumbuhan lele bergantung pada makanannya.
“Serba salah, kalau mengandalkan pakan maka akan bobol di modal, sementara tidak cukup asupan makanannya lele, akan kanibal,” terangnya.
“Pemberian pakan yang tidak teratur juga berakibat fatal bagi lele,” tambahnya.
Dia berharap, ada solusi dari pemerintah agar harga pakan dapat terjangkau oleh petani. “Juga pemasaran harga lele harus memihak, petani bisa mendapatkan laba, tidak habis untuk pakan saja,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pemerhati pertanian lele, Bari Purnomo (45) mengatakan para petani lele saat ini perlu teknik baru yang tidak mengandalkan pakan dari pelet.
“Saat ini, petani lele jangan mengandalkan pelet, susah untungnya kalau hanya mengandalkan pelet atau membeli tambahan pakan lain dari toko,” kata penyuluh Komunitas Petani Cahaya Muda Tasikmalaya ini.
Menurut Bari, sebenarnya banyak potensi alam di sekitar yang bisa dimanfaatkan untuk pakan lele. Budidaya ikan lele organik istilahnya.
“Jika mau ngulik dan mencari inovasi, insya Allah banyak cara untuk budidaya lele tanpa harus membeli pakan. Kita sedang mencoba budidaya ikan lele hanya dengan mengandalkan pakan dari kompos, limbah kandang dan sejumlah limbah organik lainnya. Tapi memang, untuk mencoba budidaya organik, petani perlu sedikit rajin dan mau belajar lagi,” jelasnya. (Sumber : Inilah, budidaya ikan)

Saturday, March 16, 2013

Pemberian Pakan Lele




Pemberian pakan ikan harus lah yang benar begitu juga pemberian pakan ikan lele. Berbagai cara dan tips belum tentu kita bisa melakukannya. Hal tersebut sangatlah penting dan berpengaruh besar dalam kesuksesan budidaya ikan lele tersebut.  Begitu sebaliknya jika kita tidak mengetahui tata cara pemberian pakan ikan lele bisa berakibat buruk, dari benih lele yang rentan terhadap penyakit bahkan berakibat pada kematian.
Pemberian pakan ketika pembenihan dan pembesaran tidaklah jauh berbeda. Tetapi yang membedakan hanyalah pakan alami dan pakan tambahan . Pada saat pembenihan ada pemberian pakan alami berupa cacing sutera pada saat larva berumur lima hari, sementara pada segmen pembesaran jarang sekali adanya pemberian cacing sutera, sementara pada saat pembesaran, pemberian pakan tambahan berupa ayam tiren & lainnya yang sejenis. Tata cara pemberian pakan ikan lele meliputi 3 hal :

1.    Waktu Pemberian Pakan
Tata cara pemberian pakan ikan lele yang pertama adalah mengetahui waktu pemberian pakan, ini merupakan hal yang sangat penting, selain harus mengatur waktu pemberian pakan lele sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, baik yang menggunakan tiga kali sehari atau lima sampai dengan enam kali sehari (setiap 3 jam). Pemberian pakan lele tidak boleh dimulai terlalu pagi atau lebih tepatnya sebelum jam sembilan pagi, hal ini berhubungan dengan pencemaran. Jika sebelum jam sembilan pagi permukaan air kolam masih tercemar oleh zat-zat yang merugikan yang dibawa oleh udara, sehingga jika pemberian pakan ikan lele terlalu pagi maka pakan akan tercampur dengan zat-zat tersebut dapat meracuni & berbahaya bagi kesehatan ikan lele. Penyakit yang dapat ditimbulkan dari kebiasaan memberikan pakan yang terlalu pagi adalah radang insang, yang diakibatkan oleh parasit.
2.    Persiapan
Persiapan pemberian pakan untuk yang berbentuk pelet, sebaiknya para peternak ikan lele harus membiasakan membibis (membasahi pelet dengan air, sebaiknya air hangat) pakan pelet yang akan diberikan, kecuali peletnya jenis yang tenggelam. Dengan membibis, ikan lele yang mempunyai sifat rakus tersebut tidak akan memakan pelet secara berlebihan. Jika pemberian pelet dalam kondisi kering, maka ikan lele akan terus saja memakan pelet dengan rakus dan berlebihan padahal pelet tersebut nantinya akan mengembang di perut ikan, kondisi ini akan berakibat buruk pada kesehatan ikan lele bahkan dapat mengakibatkan kematian.
Untuk tata cara pemberian pakan ikan lele dari pakan tambahan persiapannya adalah dengan cara membersihkan pakan tersebut dengan baik, misalnya sebelum pemberian cacing sutera, cacing tersebut dicuci dahulu sebelum disebar ke kolam. Jika menggunakan ayam tiren pada saat pembesaran, maka sebaiknya ayam tersebut direbus saja, jangan dibakar, karena jika direbus akan lebih matang secara keseluruhan & aman dikonsumsi oleh lele.

3.    Cara pemberian pakan
Cara memberikan pakan ikan lele yang berbentuk pelet apung harus dilakukan dengan cara menyebar pelet menjadi tiga bagian, misalnya kolam ujung kanan, tengah & ujung kiri, langkah pertama adalah sebar pelet secukupnya di sisi ujung kanan kolam, setelah pelet habis, sebar lagi secukupnya pada sisi tengah kolam, setelah habis sebar lagi pada sisi ujung kiri kolam, lakukan proses tersebut sampai ikan lele kenyang. Ikan lele yang sudah kenyang akan terlihat adanya butir pelet yang tersisa pada saat ditebar dipermukaan kolam. Metode pemberian pakan seperti ini dilakukan agar ikan lebih aktif bergerak.
Untuk pelet tenggelam cara memberikannya berbeda, pelet tenggelam tidak disebar, melainkan hanya ditebarkan pada satu titik, namun menebarnya sedikit-sedikit, karena lele termasuk ikan yang suka mengejar pakan yang bergerak, jadi dikhawatirkan pelet yg terlanjur tenggelam tidak dimakan lele, jika pd titik pemberian pakan pelet tenggelam respon ikan sudah nampak menurun, sebaiknya pemberian pakan dihentikan.
Di tahap pembenihan, pakan alami seperti halnya cacing sutera diberikan dengan cara disebar di sudut, di sisi & di bagian tengah kolam, cacing sutera yang telah dibersihkan lalu diambil seujung tangan kemudian diletakkan pada titik yang berbeda, teknik ini sangat efektif karena larva lele yang berjumlah ribuan akan rata mendapatkan makanan. Sementara pada tahap pembesaran, pemberian pakan tambahan seperti ayam tiren sebaiknya digantung, hal ini dilakukan agar sisa tulang yang berserakan pada dasar kolam tidak terlalu banyak dan dapat  segera dibuang, sisa tulang yg berserakan bisa sangat berbahaya bagi peternak lele pada saat panen atau menguras kolam, karena bisa saja terinjak & melukai kaki.
sumber : buka mata

Tuesday, February 26, 2013

Pemberian Pakan Ikan Gurami


Ikan Gurami (Osphronemus goramy) adalah jenis ikan tawar yang terkenal dan diminati sebagai konsumsi di Asia Tenggara dan Asia Selatan.Selain itu Negara-negara lain memelihara ikan tersebut di dalam akuraium. Biasanya dikenal dengan sebutan lokal seperti gurame (Sd.); grameh (Jw.); kalui (Jb.); ikan kali(Plg.), dan lain-lain.
Ikan gurami terutama digemari sebagai ikan konsumsi. Dagingnya padat, durinya besar-besar, rasanya enak dan gurih. Gurami hampir selalu tersedia di restoran, untuk dijadikan pelbagai macam masakan terutama gurami bakar dan gurami asam-manis. Ikan ini berharga cukup mahal. Pemeliharaannya pun harus dengan perhatian khusus bila dibandingkan dengan jenis ikan  lainnya.
Keberhasilan pembudidayaan ikan gurame dimulai dari teknik pemberian pakannya. Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan oleh pembudidaya agar pembudidayaan ikan guramenya dapt berhasil dan menghasilkan.
Pemberian pakan yang teratur dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan tubuh ikan lebih cepat. Induk–induk gurami yang sehat dan terjamin makanannya dapat dipijahkan dua kali setahun berturut-turut selama 5 tahun (ristek). Gurami terkenal sebagai ikan yang gerakannya lambat sehingga sering kalah bersaing dengan jenis ikan lain dalam memperebutkan makanan hewani. Jadi tak mengherankan jika pertumbuhannya tidak secepat ikan omnivora lainnya.
Untuk merangsang pertumbuhan gurami perlu diberikan pakan hewani dan nabati dalam komposisi yang ideal. Gurami tidak dapat diberi 100% pakan pabrik karena dagingnya akan menjadi lembek. Untuk memenuhi pakan nabati, bisa disediakan berbagai jenis hijauan seperti daun sente, kangkung, daun ubi kayu, tanaman air atau daun tanaman darat yang lunak dan masih muda. Jika ditambah enzim komplek, komposisi pemberian pakan  hewani dan nabati yang baik adalah 2%/kg. Berdasarkan pengalaman beberapa petani, pemberian daun sente (Alocasia machoriza), sejenis talas–talasan menunjukkan pertumbuhan yang paling baik. Pemberian pakan nabati dimulai saat benih seukuran korek atau kira-kira berumur 3,5 bulan.
Pakan diberikan berupa pelet dengan kandungan protein yang disesuaikan dengan ukuran ikan jika:
a.       Ukuran ikan 3–5 cm kadar proteinnya 38%,
b.      Ukuran ikan 5–15 cm kadar proteinnya 32% dan
c.       Ukuran ikan > 15 cm kadar proteinnya 28% (Badan Standardisasi Nasional, 2009).
Ransum harian pakan buatan dilakukan secara berkala dengan dosis 1–3% dari bobot biomass perhari dengan frekuensi pemberian 1–2 kali per hari yaitu pagi dan sore. Sedangkan pakan hijauan diberikan dengan dosis 1–2% dari bobot biomass perhari dengan frekuensi satu kali per hari.
Dengan patokan dosis tersebut, maka bobot pakan per hari dapat berubah seiring dengan penambahan bobot ikan dalam kolam. Penambahan bobot tersebut sering disebut dengan pertumbuhan. Besarnya pertumbuhan dapat diketahui melalui teknis sampling (mengambil beberapa ekor ikan dan menimbang bobotnya). Bobot total ikan dalam kolam adalah perkalian antara bobot rata-rata ikan yang disampling dengan jumlah ikan yang dipelihara. Penyesuaian jumlah pakan disesuaikan dengan hasil sampling bobot total ikan yang dilakukan sekali dalam dua pekan.

Sumber : diskan tabanankab

Sunday, December 30, 2012

BUDIDAYA IKAN BELUT ( Synbranchus )




1. SEJARAH SINGKAT
Belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. Di Indonesia sejak tahun 1979, belut mulai dikenal dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor.
2. SENTRA PERIKANAN
Sentra perikanan belut Internasional terpusat di Taiwan, Jepang, Hongkong, Perancis dan Malaysia. Sedangkan sentra perikanan belut di Indonesia berada di daerah Yogyakarta dan di daerah Jawa Barat. Di daerah lainnya baru merupakan tempat penampungan belut-belut tangkapan dari alam atau sebagai pos penampungan.
3. JENIS
Klasifikasi belut adalah sebagai berikut:
Kelas : Pisces
Subkelas : Teleostei
Ordo : Synbranchoidae
Famili : Synbranchidae
Genus : Synbranchus
Species : Synbranchus bengalensis Mc clell (belut rawa); Monopterus albus Zuieuw (belut sawah); Macrotema caligans Cant (belut kali/laut)
Jadi jenis belut ada 3 (tiga) macam yaitu belut rawa, belut sawah dan belut kali/laut. Namun demikian jenis belut yang sering dijumpai adalah jenis belut sawah.
4. MANFAAT
Manfaat dari budidaya belut adalah:
1.    Sebagai penyediaan sumber protein hewani.
2.    Sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
3.    Sebagai obat penambah darah.
5. PERSYARATAN LOKASI
1.    Secara klimatologis ikan belut tidak membutuhkan kondisi iklim dan geografis yang spesifik. Ketinggian tempat budidaya ikan belut dapat berada di dataran rendah sampai dataran tinggi. Begitu pula dengan kelembaban dan curah hujan tidak ada batasan yang spesifik.
2.    Kualitas air untuk pemeliharaan belut harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kondisi tanah dasar kolam tidak beracun.
3.    Suhu udara/temperatur optimal untukpertumbuhan belut yaitu berkisar antara 25-31 derajat C.
4.    Pada prinsipnya kondisi perairan adalah air yang harus bersih dan kaya akan osigen terutama untuk bibit/benih yang masih kecil yaitu ukuran 1-2 cm. Sedangkan untuk perkembangan selanjutnya belut dewasa tidak memilih kualitas air dan dapat hidup di air yang keruh.
6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
1.    Penyiapan Sarana dan Peralatan
1.    Perlu diketahui bahwa jenis kolam budidaya ikan belut harus dibedakan antara lain: kolam induk/kolam pemijahan, kolam pendederan (untuk benih belut berukuran 1-2 cm), kolam belut remaja (untuk belut ukuran 3-5 cm) dan kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi 2 tahapan yang masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu untuk pemeliharaan belut ukuran 5-8 cm sampai menjadi ukuran 15-20 cm dan untuk pemeliharan belut dengan ukuran 15-20 cm sampai menjadi ukuran 30-40 cm. 
2.    Bangunan jenis-jenis kolam belut secara umum relatif sama hanya dibedakan oleh ukuran, kapasitas dan daya tampung belut itu sendiri.
3.    Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/m 2 . Untuk kolam pendederan (ukuran belut 1-2 cm) daya tampungnya 500 ekor/m 2 . Untuk kolam belut remaja (ukuran 2-5 cm) daya tampungnya 250 ekor/m 2 . Dan untuk kolam belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5-8 cm) daya tampungnya 100 ekor/m 2 . Serta kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15-20cm) daya tampungnya 50 ekor/m 2 , hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran 3-50 cm.
4.    Pembuatan kolam belut dengan bahan bak dinding tembok/disemen dan dasar bak tidak perlu diplester.
5.    Peralatan lainnya berupa media dasar kolam, sumber air yang selalu ada, alat penangkapan yang diperlukan, ember plastik dan peralatan-peralatan lainnya. 
6.    Media dasar kolam terdiri dari bahan-bahan organik seperti pupuk kandang, sekam padi dan jerami padi. Caranya kolam yang masih kosong untuk lapisan pertama diberi sekam padi setebal 10 cm, diatasnya ditimbun dengan pupuk kandang setebal 10 cm, lalu diatasnya lagi ditimbun dengan ikatan-ikatan merang atau jerami kering. Setelah tumpukan-tumpukan bahan organik selesai dibuat (tebal seluruhnya sekitar 30 cm), berulah air dialirkan kedalam kolam secara perlahan-lahan sampai setinggi 50 cm (bahan organik + air). Dengan demikian media dasar kolam sudah selesai, tinggal media tersebut dibiarkan beberapa saat agar sampai menjadi lumpur sawah. Setelah itu belut-belut diluncurkan ke dalam kolam.
2.    Penyiapan Bibit 
1.    Menyiapkan Bibit
1.    Anak belut yang sudah siap dipelihara secara intensif adalah yang berukuran 5-8 cm. Di pelihara selama 4 bulan dalam 2 tahapan dengan masing-masing tahapannya selama 2 bulan.
2.    Bibit bisa diperoleh dari bak/kolam pembibitan atau bisa juga bibit diperoleh dari sarang-sarang bibit yang ada di alam. 
3.    Pemilihan bibit bisa diperoleh dari kolam peternakan atau pemijahan. Biasanya belut yang dipijahkan adalah belut betina berukuran ± 30 cm dan belut jantan berukuran ± 40 cm. 
4.    Pemijahan dilakukan di kolam pemijahan dengan kapasitas satu ekor pejantan dengan dua ekor betina untuk kolam seluas 1 m 2 . Waktu pemijahan kira-kira berlangsung 10 hari baru telur-telur ikan belut menetas. Dan setelah menetas umur 5-8 hari dengan ukuran anak belut berkisar 1,5–2,5 cm. Dalam ukuran ini belut segera diambil untuk ditempatkan di kolam pendederan calon benih/calon bibit. Anak belut dengan ukuran sedemikian tersebut diatas segera ditempatkan di kolam pendederan calon bibit selama ± 1 (satu) bulan sampai anak belut tersebut berukuran 5-8 cm. Dengan ukuran ini anak belut sudah bisa diperlihara dalam kolam belut untuk konsumsi selama dua bulan atau empat bulan.
2.    Perlakuan dan Perawatan Bibit
Dari hasil pemijahan anak belut ditampung di kolam pendederan calon benih selama 1 bulan. Dalam hal ini benih diperlakukan dengan secermat mungkin agar tidak banyak yang hilang. Dengan perairan yang bersih dan lebih baik lagi apabila di air yang mengalir.
3.    Pemeliharaan Pembesaran
1.    Pemupukan
Jerami yang sudah lapuk diperlukan untuk membentuk pelumpuran yang subur dan pupuk kandang juga diperlukan sebagai salah satu bahan organik utama.
 
2.    Pemberian Pakan
Bila diperlukan bisa diberi makanan tambahan berupa cacing, kecoa, ulat besar(belatung) yang diberikan setiap 10 hari sekali.
3.    Pemberian Vaksinasi
4.    Pemeliharaan Kolam dan Tambak
Yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan belut adalah menjaga kolam agar tidak ada gangguan dari luar dan dalam kolam tidak beracun.
7. HAMA DAN PENYAKIT
1.    Hama
1.    Hama pada belut adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan belut.
2.    Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang belut antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air dan ikan gabus.
3.    Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan belut secara intensif tidak banyak diserang hama.
2.    Penyakit
Penyakit yang umum menyerang adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil.
 
8. PANEN
Pemanenan belut berupa 2 jenis yaitu :
1.    Berupa benih/bibit yang dijual untuk diternak/dibudidayakan.
2.    Berupa hasil akhir pemeliharaan belut yang siap dijual untuk konsumsi (besarnya/panjangnya sesuai dengan permintaan pasar/konsumen). Cara Penangkapan belut sama seperti menangkap ikan lainnya dengan peralatan antara lain: bubu/posong, jaring/jala bermata lembut, dengan pancing atau kail dan pengeringan air kolam sehingga belut tinggal diambil saja. 
9. PASCAPANEN
Pada pemeliharaan belut secara komersial dan dalam jumlah yang besar, penanganan pasca panen perlu mendapat perhatian yang serius. Hal ini agar belut dapat diterima oleh konsumen dalam kualitas yang baik, sehingga mempunyai jaringan pemasaran yang luas.


10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
1.    Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis budidaya belut selama 3 bulan di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut:
1.    Biaya Produksi
1.    Pembuatan kolam tanah 2 x 3 x 1, 4 HOK @ Rp.7.000,- Rp. 28.000,-
2.    Bibit 3.000 ekor x @ Rp. 750,- Rp. 225.000,-
3.    Makanan tambahan (daging kelinci 3 ekor) @ Rp.15.000,-Rp. 45.000,-
4.    Lain-lain Rp. 30.000,-
Jumlah Biaya Produksi Rp. 328.000,-
2.    Pendapatan: 3000 ekor = 300 kg x @ Rp. 2.500,- Rp. 750.000,-
3.    Keuntungan Rp. 422.000,-
4.    Parameter Kelayakan Usaha 2,28
10.2. Gambaran Peluang Agribisnis
Budidaya ikan belut, baik dalam bentuk pembenihan maupun pembesaran mempunyai prospek yang cukup baik. Permintaan konsumen akan keberadaan ikan belut semakin meningkat. Dengan teknik pemeliharaan yang baik, maka akan diperoleh hasil budidaya yang memuaskan dan diminati konsumen.
11. DAFTAR PUSTAKA
1.    Satwono, B. 1999. Budidaya Belut dan Tidar. Penerbit Penebar Swadaya (Anggota IKAPI). Jakarta.
2.    Ronni Hendrik S. 1999. Budidaya Belut. Penerbit Bhratara, Jakarta
Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas