antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA,SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

Menyediakan Bibit Belut Dengan Kualitas

antok Farm, Jual Benih Ikan

Menyediakan Bibit nila dengan kondisi baik

Showing posts with label Benih Ikan Lele. Show all posts
Showing posts with label Benih Ikan Lele. Show all posts

Saturday, July 8, 2017

Budidaya Lele Dengan Sistem Bioflok Hasilnya Bisa 10 Kali Lipat

Jual benih ikan Lele dan larva ikan
gambar: youtube.com

Budidaya ikan lele dengan sistem bioflok dinilai sangat menguntungkan. Hal ini karena sistem bioflok bisa menghasilkan lele hingga mencapai 10 kali lipat dibandingkan budidaya lele konvensional yang biasa dilakukan. 


Apabila kolam biasa satu meter kubik biasa diisi 60 ekor lele, di kolam bioflok dengan ukuran yang sama bisa diisi 600 lele. Pada budidaya lele dengan sistem bioflok tidak memerlukan lahan kolam yang luas. Karena kolam buatan dari bahan terpal yang menggunakan rangka bambu atau besi. Kualitas air dan sirkulasi oksigen ditingkatkan dengan menggunakan mesin airator. 

Budidaya ikan lele dengan sistem bioflok dilakukan dengan cara menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi mengolah limbah budidaya lele tersebut menjadi gumpalan-gumpalan kecil (floc) yang bermanfaat sebagai makanan alami ikan lele itu sendiri. Pertumbuhan mikroorganisme dipicu dengan cara memberikan kultur bakteri nonpathogen (probiotik) berupa minyak dari tepung ikan yang difermentasi dan molase (tetes tebu) ke dalam kolam. Setelah beberapa hari dan muncul jentik-jentik mikroorganisme baru ditebarlah benih ikan lele ukuran sekitar 7-10 cm. Jika keasaman kolam meningkat dinetralisir dengan garam dan kapur karena pada sistem ini air yang berkualitas diutamakan. Dalam waktu 45 hari, lele yang sudah berbobot enam-sembilan ekor per kg tersebut siap panen.

Sistem bioflok ini mampu mendongkrak produktivitas karena dalam kolam yang sempit dan waktu yang relatif singkat dapat diproduksi ikan lele yang berlipat kali lebih banyak, sehingga biaya produksi berkurang dibandingkan dengan budidaya secara konvensional. Bila harga lele Rp 18-20 ribu per kg pembudidaya lele sudah untung besar. Anda tertarik? pada postingan berikutanya saya akan samapikan mengenai cara budidaya ikan lele dengan sistem bioflok.




Semoga Bermanfaat

Sumber: republika.co.id

Sunday, December 25, 2016

Budidaya Lele Organik? Begini Caranya.

Saat ini ikan lele masih menjadi ikan air tawar yang paling banyak dikonsumsi masyarakat. Selain rasanya yang enak, ikan ini mudah dibudidayakan sehingga gampang didapat dan berharga murah. Namun budidaya ikan lele yang kurang memperhatikan faktor kesehatan sering menghantui para konsumennya. Harga pelet ikan yang cukup tinggi membuat sejumlah peternak memberi pakan asal untuk menekan biaya.Bangkai binatang, kotoran hewan, hingga kotoran manusia kerap dilempar ke dalam kolam sebagai pakan. Akibatnya, daging lele menjadi tak layak konsumsi lantaran tercemar residu berbahaya. Berangkat dari hal tersebut, sejumlah peternak ikan Soloraya berupaya membudidayakan lele organik.

Pakan dengan nutrisi standar dapat digenjot menggunakan prebiotik alami dan fermentasi hingga produksinya maksimal. Di samping itu, penggunaan sistem kolam bioflok juga mampu menambah nutrisi sampai 30 persen.

Fermentasi

Pelet pabrikan difermentasi, sehingga butiran pelet tak lagi keras namun sedikit lembut. Tekstur yang lembut membuat pakan lebih mudah dicerna sehingga tidak ada yang terbuang. Pakan yang tersisa menyebabkan kolam tercemar dan menurunkan kadar oksigen.
Hal pertama yang dilakukan saat memulai budidaya adalah pemilihan bibit atau benih ikan lele yang baik. Setelah itu, bibit ditebar padat dan diberi makan sesuai umur dan ukurannya. Pakan yang kami beri adalah pelet pabrikan yang telah difermentasi.
Bibit berukuran 7 cm atau berumur dua pekan dapat langsung ditebar ke kolam bioflok. Sekitar dua bulan sesudahnya, ikan dapat dipanen dengan berat rata-rata 100 gram per ekor. Kebutuhan pakan dari awal hingga panen untuk 8.000 ekor ikan sekira 180 kg. Target panen biasanya setara dengan pakan yang diberikan.

Prebiotik Alami

Mencampur sejumlah sumber prebiotik alami ke dalam pelet ikan. Prebiotik tersebut di antaranya, kunyit dan temulawak. Selain menambah mikroba untuk fermentasi, bisa juga dengan mencampur pelet dengan prebiotik alami. Tujuannya agar molekul-molekul nutrisi di dalam pelet ikan dapat terurai sehingga lebih mudah dicerna. Sedangkan prebiotiknya untuk menambah daya tahan agar ikan lebih sehat dan enggak gampang terserang bakteri.
Salah satu petani ikan Bapak Sumo yang telah 9 tahun berbisnis ikan itu mengaku saat ini tengah mencari mitra peternak sebanyak-banyaknya. Pasalnya, kebutuhan lele konsumsi di wilayah Karanganyar masih cukup tinggi, sementara pasokannya terbatas.
“Per hari kebutuhan harian untuk lokal saja sekitar 6,5 ton. Sehingga peluang usaha masih terbuka lebar” kata dia.
Semoga Bermanfaat!
Sumber: harianjogja.com

Sunday, February 7, 2016

Teknologi Ternak Lele yang Bisa Membuat Panen 8 Kali Lipat

Kali ini saya ingin berbagi mengenai budidaya lele yang saya ambil dari majalah trubus. Lele adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki “kumis” yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Hewan pemakan ‘lumpur’ ini merupakan makanan favorit msyarakat dengan protein yg cukup tinggi. Berbagai upaya teknologi ternak lele dikembangkan untuk menggenjot produksi lele. Dengan naiknya produksi ikan lele, sukses petani ikan lele pun di depan mata.

Kolam 1 m3 mampu menghasilkan 250 kg lele, lazimnya hanya 31 kg. Panen lele kini meningkat 800%. Sekilas tidak ada yang spesial di empat kolam semen yang saling berhadapan itu. Pengelola membudidayakan lele di kolam milik Sekolah Tinggi Perikanan (STP), Serang, Provinsi Banten, itu.
Yang istimewa sebuah kolam berukuran 2 m x 1,5 m x 0,7 m itu berpopulasi 5.000 lele. Artinya rata-rata populasi 2.380 ikan per 1 m3. “Lazimnya peternak hanya mengisi 300 lele per m3,” kata Margono SSTPi, penanggung jawab pembenihan di kampus itu.
Margono menebar bibit berukuran 9—10 cm. Alasannya daya adaptasi tinggi dan lebih seragam sehingga tidak perlu penyortiran ukuran. Mereka menggunakan lele sangkuriang hasil pembenihan sendiri. Pemberian pakan dengan pelet dua kali sehari sampai kenyang. Pemberian pakan secepat mungkin agar tersebar merata ke semua lele. Food Convertion Ratio (FCR) atau rasio konversi pakan mencapai 0,9—1.
Artinya untuk menghasilkan 1 kg daging diperlukan 0,9—1 kg pakan. Survival rate atau tingkat kelulusan hidup mencapai 80%. Lama pemeliharaan 3 bulan. Panen dilakukan sekali per 2 pekan saat 1 kg lele berisi 8 ekor. “Hasil panen berkisar antara 450—500 kg per kolam,” kata Margono. Panen terakhir pada Juli 2015 menghasilkan 468 kg lele. Hasil panen dijual ke beberapa pengepul dari Serang dan sekitarnya.

Teknologi Ternak Lele: Panen besar

Saat itu Margono menjual ikan anggota famili Clariidae itu Rp19.500 per kg. Ia mengutip laba Rp8.000 per kg sehingga labanya Rp3,7-juta per kolam. Total jenderal Margono meraup Rp29,9-juta dari 8 kolam. Bandingkan dengan omzet peternak konvensional yang menebar 300 ekor per m3. Dengan sintasan 90% peternak hanya menuai 62 kg dalam periode sama. Artinya produksi lele di kolam Margono 700% lebih tinggi.
Produksi meningkat karena populasi lele superpadat. Padahal, kebanyakan peternak enggan membudidayakan lele dengan kepadatan tinggi karena berpotensi mati. Kepala Bagian Administrasi Pelatihan Perikanan Lapangan (BAPPL), Sekolah Tinggi Perikanan, Sinung Rahardjo APi MSi, mengatakan kematian tinggi karena kandungan oksigen dalam air rendah sehingga tercipta kondisi anaerob.
Dampaknya dekomposisi bahan organik menimbulkan senyawa beracun seperti amonia, nitrit, dan hidrogen sulfida. Senyawa itu lebih cepat terserap insang daripada oksigen sehingga menyebabkan ikan mati. Meski padat tebar tinggi, Clarias sp. di kolam milik BAPPL hidup nyaman. Survival rate alias tingkat kelulusan hidup mencapai 80%. Apa rahasia lele hidup tenteram di kolam kecil tapi bisa panen besar?
“Kami menggunakan teknologi Catfish Farming in Recirculation System Tank (C-First) atau budidaya lele dengan sistem resirkulasi,” kata Sinung. Kandungan oksigen dengan sistem resirkulasi menjadi lebih baik karena adanya aliran air sepanjang waktu sehingga kondisi menjadi aerob. Dampaknya nitrifikasi alias perubahan amonia menjadi nitrit dan nitrit menjadi nitrat berlangsung dengan baik.
Oleh karena itu senyawa beracun penyebab kematian ikan tidak terbentuk. Dengan cara itu lele dengan padat tebar tinggi hidup nyaman. Itu sejalan dengan penelitian Nainna Anjanni Ade Lestari, Rara Diantari, dan Eko Efendi. Para periset dari Jurusan Budidaya Perairan Universitas Lampung itu yang mengungkapkan kandungan fosfat menurun karena penggunaan filter mekanik berupa arang dan zeolit.
Hasil riset yang termaktub dalam e-Jurnal Rekayasa Dan Teknologi Budidaya Perairan 2015 itu menunjukkan arang paling banyak menyerap fosfat sebanyak 0,02675 mg per liter. Sementara zeolit menurunkan fosfat 0,021 mg per liter. Konsenstrasi fosfat yang tinggi dalam perairan mempengaruhi metabolisme ikan dan bisa menyebabkan kematian.

Teknologi Ternak Lele: Filter biologis

Kepala BAPPL sebelumnya, Dr TB Haeru Rahayu MSc, yang mempopulerkan istilah C-First 250. Angka 250 mengacu pada hasil panen 250 kg per m3. Penelitian terkait C-First dilakukan sejak 2004. Sistem itu lahir berkaitan dengan isu budidaya yang berkelanjutan. Prinsipnya mengefisiensikan penggunaan energi dan meminimalisir limbah.
Peneliti lele dari Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI), Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Bambang Iswanto SPi MP, mengatakan sistem resirkulasi pada budidaya lele tergolong baru di Indonesia. Bambang sudah mengunjungi beberapa sentra lele seperti Bogor (Jawa Barat), Boyolali (Jawa Tengah), dan Tulungagung (Jawa Timur) dan belum menemukan peternak yang menggunakan sistem itu. “Mungkin ini baru yang kali pertama,” kata pria berumur 36 tahun itu.
Resirkulasi pada pembenihan lazim dilakukan para peternak ikan di Belanda. Bambang pernah memperoleh informasi pembesaran ikan di beberapa negera di Afrika menggunakan sistem resirkulasi. Sayang, informasi yang ia dapat kurang mendetail sehingga tidak diketahui pasti sistem resirkulasi yang digunakan.
Dengan C-First air di kolam itu disirkulasi sepanjang waktu. Margono mengandalkan pompa 125 watt untuk mengalirkan air. Jika listrik padam, ia memanfaatkan genset. Dari kolam air mengalir melewati talang berdiameter 10 cm menuju filter mekanik. Partikel kasar dalam air tersaring di dalam filter mekanik yang berisi susunan papan kayu. Selanjutnya air masuk ke bak pengendapan tempat partikel halus terperangkap.
Setelah itu air dipompa ke atas melewati filter biologis yang berisi bola-bola hitam alias bioball. Di dalam filter biologis itulah terjadi proses nitrifikasi. Terakhir air masuk ke bak kontrol yang selanjutnya mengalirkan air ke masing-masing kolam. Setiap pekan petugas membersihkan filter mekanik untuk menghilangkan kotoran sehingga dapat berfungsi maksimal.
  • Air dalam kolam keluar melalui pipa 2 inci.
  • Selanjutnya air mengalir melewati talang berdiameter 10 cm.
  • Air masuk ke filter mekanik. Sisa pakan dan kotoran berukuran besar terperangkap.
  • Air masuk ke bak pengendapan tempat partikel halus tersaring.
  • Air melewati filter biologis berisi bioball.
  • Air dari filter biologi masuk ke bak kontrol.
  • Air bersih mengalir melalui pipa ke masing-masing kolam.

Teknologi Ternak Lele: Serba hemat

Menurut Bambang sistem resirkulasi memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu kelebihan sistem itu yakni hemat air dan berproduksi banyak karena padat tebar tinggi. Kelemahan sistem ini antara lain mengandalkan listrik agar pompa bekerja mengalirkan air. Lebih lanjut Bambang mengatakan teknik resirkulasi memungkinkan diadopsi peternak lain.
“Sistem itu pilihan lain bagi peternak. Sebab tiap daerah punya cara tersendiri membudidayakan lele,” kata pria kelahiran Malang, Jawa Timur, itu. Sinung menuturkan C-First dapat dilakukan pada daerah yang pasokan airnya terbatas. Sistem ini juga hemat tempat sehingga dapat dilakukan di perkotaan. Yang istimewa produktivitas C-First tinggi. “Pengelolaan kolam juga mudah,” kata Margono.
Menurut Sinung sistem resirkulasi konsep lama. Masyarakat tidak tertarik membuat sistem itu karena biayanya mahal. Margono mengatakan kolam resirkulasi di Serang menghabiskan Rp60-juta. Apalagi sistem itu sangat mengandalkan listrik sebagai penggerak pompa. Solusinya pembuatan kolam C-First bisa dilakukan oleh kelompok pembudidaya sehingga biaya lebih ringan.
Ditulis oleh Riefza Vebriansyah (Majalah Trubus)
Sumber: beritabroadcast.web.id

Monday, October 12, 2015

Rugi Jika Anda Tidak Menyukai Ikan Lele

Banyak manfaat yang terkandung dalam ikan lele dari sisi kandungan gizinya serta porsi yang tepat untuk kesehatan tubuh, jadi ikan lele sudah tidaklah asing lagi bagi kalangan masyarakat luas.salah satu menu masakan ikanlele yang paling dikenal di Indonesia adalah pecel lele, dalam penyajiannya ikan lele digoreng ataupun dibakar serta dilengkapi dengan sayur dan sambal.

Kandungan Gizi :

Dalam alodokter.com ikan lele merupakan jenis ikan yang banyak dibudidayakan untuk kepentingan konsumsi. Tak hanya di Asia, ikan lele ini dikonsumsi di Negara-negara Afrika, Eropa dan Amerika Timur. Meski kualitas dan rasa lele dari berbagai Negara berbeda, tetapi banyaknya kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Tiap 100 gram mengandung energy 229 kilokalori. Protein 18 gram, karbohidrat sekitar 8 gram, serat 0,7 gram dan lemak 13 gram. Vitamin yang terkandung dalam ikan lele yakni vitamin C, vitamin A, vitamin B kompleks, serta kalsium, magnesium, fosfor, kalium, natrium, dan zinc. Ikan lele juga kaya kandungan vitamin D.

Pakan khusus yang diberikan oleh pengembang ikan lele mengandung merkuri lebih sedikit dan dari peternak juga mengandung sedikit asam amino 3 tapi asam amino 6 lebih tinggi. Konsumis asam lemak ini diduga mampu mengurangi resiko kangker jenis tertentu, peradangan seperti rheumatoid artritis, mengurangi tingkat tekanan darah, bahkan menjaga kesehatan mental.Kemudian penelitian yang dilakukan mengungkapkan bahwa asam omega 6 dapat mempengaruhi proses pembekuan darah dan rentan terhadap proses oksidasi. Omega 6 meningkatkan resiko penggumpalan darah, penyakit radang usus besar dan kanker.

Porsi konsumsi :

Protein yang terkandung dalam ikan mendukung kesehatan jantung, tetapi haruslah cermat menghindari ikan terutama pada bayi, anak-anak, serta wanita hamil, dan pilihlah yang paling sedikit mengandung merkuri, baik dari ingkungan maupun industri. Merkuri yang berlebihan beriakibat buruk, seperti gangguan perkembangan pada anak, penyakit kordiovaskular dan bahkan kehilangan ingatan pada orang dewasa.Pembatasan konsumsi ikan lele dapat menekan resikonya dan dapat diambil manfaatnya dari ikan lele. Selain itu variasi asupan ikan dari jenis ikan lain seperti salmon dan tuna. Disarankan minimal dua kali dalam seminggu untuk konsumsi ikan. Agar tidak kehilangan manfaat ikan lele maka cara memasaknya dengan cara dibakar atau dipanggang dan pilihlah saus yang rendah kalori.

sumber : jabar.tribunnews

 

Wednesday, July 22, 2015

Sukses Budidaya Ikan Lele Sangkuriang yang beromzet ratusan juta perbulan

Usaha budidaya ikan lele ini terbilang sangatlah berani dan tidak takut gagal hanya bermodal pengetahuan tentang budidaya ikan lele dan modal yang terbilang mini yakni Rp 1,5 juta mengantarkan Fauzan Hangriawan sukses menjadi pengusaha lele sangkuriang di Jakarta. Bisnis yang dikembangkannya berhasil meraup omzet ratusan juta perbulan.

Pria kelahiran Pontianak 26 tahun silam ini memang doyan berbisnis sejak masih remaja. Ketika duduk di bangku SMP di Lampung, Fauzan kerap membantu orang tuanya berjualan kelapa dan beras. Lalu, sejak SMA, dia memberanikan diri membuka bisnis sendiri. Mulai dari berjualan sepatu, kuliner, hingga usaha percetakan, dilakoninya.

Meski bisnis itu tidak pernah bertahan lama, Fauzan tidak kapok mencoba. Pada 2009, pria lulusan Fakultas Hukum Universitas Atmajaya, Jakarta, ini kembali mencoba bisnis baru yang belum pernah digeluti sebelumnya, yakni membudidayakan lele. "Pengetahuannya saya tentang budidaya lele sangat terbatas waktu itu. Tapi, saya bertekad mencobanya," ceritanya.
Dengan modal tersebut, dia membelanjakan 1.000 bibit lele dumbo, pakan lele dan terpal untuk pembuatan kolam di belakang rumah. Lantaran, belum tahu banyak soal budidaya lele, tingkat kematian lele sangat besar. Ketika itu, hanya 40% bibit lele yang mampu bertahan. Meski begitu, selang tiga bulan, Fauzan berhasil menikmati hasil panen pertamanya sebanyak 40 kg lele. Melihat hasil yang cukup menggiurkan, Fauzan memutuskan untuk serius menggeluti budidaya lele sangkuriang. Tak heran, dia belajar lebih mendalam soal budidayalele.
Kata Fauzan, kala itu, lele sangkuriang merupakan varietas yang unggul. Bahkan, hasil riset pemerintah yang ia baca menyebutkan, masa panen jenis lele ini lebih cepat, yakni hanya dua bulan. Daya tahan terhadap penyakit dan perubahan suhu pun lebih baik dibandingkan jenis lain, seperti lele dumbo.
Fauzan tidak sendiri mengembangkan bisnis lele sangkuriang. Selain mempekerjakan delapan karyawan, dia juga bermitra dengan 30 petani binaan di Jakarta dan Bogor melalui sistem kolam plasma. "Saya mendampingi mereka, sehingga hasil panen bisa maksimal, ujarnya.

Kini, dalam sebulan, Sylva Farm bisa memproduksi 600.000 ekor bibit lele.  Tak hanya itu, saban hari, Fauzan juga memproduksi 3- 4 kuintal lele berukuran siap konsumsi seharga Rp 17.000 per kilogram. Sehingga saban bulan, dia bisa mengantongi omzet sekitar Rp 200 juta. Pelanggannya tak hanya tersebar di wilayah Indonesia, tapi juga dari Bangladesh dan Malaysia.
sumber : tribunnews

Saturday, February 14, 2015

Peternak Lele Yang Untung 10 Juta / Hari

Pasar ikan di Indonesia yang masih tergolong besar, membuat para pembudidaya ikan lele menjadi lebih tekun untuk mendapatkan laba yang besar. Seperti dialami Kelompok Pembudi Daya IkanLele Kersa Mulia Bakti, yang menerima permintaan harian sampai 6 ton.

Seorang pembudidaya ikan lele warga Cirebon, Jawa Barat, Suganda mengaku dengan budidaya ikan lele Ia bisa menghasilkan keuntungan yang sangat lumayan besar, bisa menghasilkan ratusan juta pertahuan. “Karena dalam satu hari hasil panen bisa mencapai 4-5 ton perhari atau dengan keuntungan bersih sekitar Rp 10 juta, bila harga satu kilogram lele sebesar Rp 12 ribu per kg,” katanya di tempat kolam budidaya Kelompok Kersa Mulia Bakti di Cirebon.

Atas keuntungan tersebut, ia bisa membayar premi asuransi sebesar Rp15 juta per bulan karena membudidayakan ikan lele. Menurut pria berusia 43 tahun ini, bisnis budi daya lele yang dijalaninya sejak 15 tahun lalu membuahkan hasil yang lebih dari lumayan sehingga mampu membayar premi sebesar itu.Sebelum budidaya lele Suganda pernah membudidayakan ikan emas, namun gagal karena kesulitan mencari pakan dan banyak yang terkena wabah sehingga sering gagal panen. Setelah gagal barulah Ia pindah ke budidaya lele.

Awalnya ia hanya sendirian dalam budidaya ikan lele, tetapi karena perkembangannya yang bagus sehingga mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Kesuksesan ini pun ia tularkan ke para pembudi daya yang tergabung dalam Kelompok Pembudidaya Ikan Lele Kersa Mulia Bakti yang beralamatkan di Desa Kertasura Blok 3, Jalan Sunan Gunungjati, Kapetakan, Cirebon.

Saat ini jumlah anggota kelompok pembudidaya lele Kersa Mulia sebanyak 29 orang. Dari 29 anggota yang juga menuai sukses, 95% sudah mempunyai asuransi. Menurut Suganda itu wajar karena omzet harian kelompok bisa mencapai Rp39 juta. Satu peternak bisa memperoleh untung bersih Rp6 juta hingga Rp10 juta per hari.

“Dulu usaha budidaya lele belum ada yang berminat. Saya saja sendirian. Lalu lima tahun kemudian muncul yang ikut dan dari yang hanya puluhan kolam, sekarang sudah ada 400 kolam di lahan seluas 35 hektare,” ungkap Suganda.

Diceritakan, 400 kolam dalam sehari bisa panen sekitar 4-5 ton dan dibeli oleh pelanggan yang berasal dari Jakarta, Bandung, dan Tegal. Namun Suganda me­ngatakan sering kali pihaknya justru tidak bisa memenuhi kebutuhan pelanggan. Permintaan rata-rata dalam satu hari sebenarnya bisa mencapai 6 ton.

“Untuk bisa tingkatkan produksi, tentu harus ada tambahan kolam. Nah, masalahnya adalah ketersediaan lahan. Warga sekitar biasanya hanya kalau butuh uang banyak saja baru mau jual tanah,” kata Suganda.

Sementara jika mencari lahan di luar Kabupaten Cirebon, Suganda mengatakan ia dan para rekannya harus memastikan kondisi lingkungan.

“Maksudnya kalau misalnya budidaya di Semarang, masyarakat di sana belum tentu cocok. Selain itu juga pertimbangannya soal keamanan,” tandasnya.

 (Sumber : InfoPublik, budidaya-ikan)


Friday, January 2, 2015

Manfaat Pohon Pepaya Membuat Ph Air Stabil

Memasuki musim hujan perlu kita waspadai ketika sedang memelihara ikan lele atau ketika membudidayakan ikan lele di kolam terbuka. Pada musim hujan tiba dan air kolam bercampur dengan air hujan, maka Ph air kolam dapat berubah dan tidak stabil sehingga membuat ikan lele mudah terserang penyakit.

Pemanfaatan pohon pepaya baik dari daun, batang hingga buahnya dapat digunakan untuk menstabilkan Ph air kolam ikan lele dengan cara memasukkan ke dalam kolam tersebut. Pohon pepaya tidak hanya sebagai penstabil Ph air kolam ikan lele, namun juga dapat berfungsi sebagai obat alami bagi ikanlele pada musim penghujan, biasanya pohon pepaya yang kita masukan dalam kolam lele akan ditumbuhi oleh lumut dan lumut tersebut akan dimakan oleh ikanlele yang tanpa disadari sudah mengandung obat herbal.

Cara lain untuk mengantisipasi turunnya Ph air kolam ikanlele bisa juga kita dapat menggunakan garam ikan atau bonggol pisang, yang diperhatikan jangan sampai menambah bonggol pisang, pohon pepaya, maupun garam ikan hingga terlalu banyak karena dosis yang berlebihan akan menimbulkan efek buruk

sumber: bibit ikan, tribun.

Wednesday, October 22, 2014

Budidaya Ikan Lele Menjanjikan

Peluang bisnis budidaya ikan lele saat ini banyak diminati oleh masyarakat luas, alasan utamanya adalah karena merupakan salah satu bisnis yang menguntungkan. Anda yang masih bingung menentukan untuk berbisnis bisa mencoba untuk memulai bisnis budidaya ikan lele ini.

Banyaknya keunggulan budidaya ikan lele dari pada ikan air tawar lainnya, salah satunya lele dapat dipasarkan dalam waktu 3 bulan saja. Lele juga merupakan salah satu komoditas yang mendukung ketahanan pangan dan gizi nasional. "Saat ini lele juga sudah diekspor dalam bentuk fillet," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto. 

Slamet juga mengatakan bahwa budidaya ikan lele baik dari segi usaha untuk budidaya maupun segi ikan lele itu memiliki banyak kelebihan. Dari segi usaha budidaya, lele dapat di budidayakan dengan mudah, modal yang sedikit juga dengan lahan yang sempit seperti pekarangan rumah.

Olahan dalam berbagai jenis masakan membuat lele menjadi sumber protein yang murah. Serta limbah yang dihasilkan dai olahan lele dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai kerupuk dan abon.

Budidaya ikan lele, saat ini dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan lain oleh nelayan pada saat musim paceklik. "Seperti yang ada di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dan Kabupaten Gianyar, Bali. Nelayan melakukan usaha budidaya lele untuk menambah pendapatan selama nelayan tersebut tidak melaut," ujar Slamet. (Handoyo)


sumber : tribunnews

Sunday, October 12, 2014

Jenis Lele G3 Terbaru dan Unggul

Pengembangan strain baru ikan unggul yang dilakukan olah Kementrian Kelautan dan Perikanan terus menerus dilakukan. Sebagai perbaikan mutu genetis, KKP melalui Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi kembali menghasilkan lele unggul G3.

Dinamakan G3 karena merupakan lele generasi ketiga dengan pertumbuhan bobotnya bisa meningkat hingga 40,32% dibandingkan dengan jenis ikan lele sebelumnya, menurut Sharif Cicip Sutardjo (Menteri Kelautan dan Perikanan). "Berdasarkan karakterisasi dan pengujian yang dilakukan sejak tahun 2010, lele G3 mempunyai banyak keunggulan," kata Sharif, dalam siaran persnya, Kamis (3/7).

Pemeliharaannya yang relatif singkat dibandingkan benih lokal membuat jenis ikan lele ini memiliki keunggulan, dalam pemanenan membuktikan bahwa tahap pembesaran untuk mencapai ukuran konsumsi (6-9 ekor/kg) bisa dalam waktu kisaran waktu 45-50 hari dari ukuran benih tebar 5-7 cm dan 7-9 cm. Serta ukurannya yang berseragam relatif tinggi, dengan hasil panen yang siap jual pada tahap pembenihan dan pendederan dalam satu waktu berkisar 70-90% dibandingkan benih lokal yang berkisar 50-70%. "Daya tahan lele G3 terhadap penyakit relatif tinggi. Seperti serangan infeksi parasit Trichodina sp, Dactylogyrus sp dan Gyrodactylus sp serta bakteri Aeromonas hydrophila dan Flavobacterium columnare tanpa pengobatan menggunakan antibiotik masih berkisar 60-90%," jelas Sharif.

Daya tahan jenis ikan lele G3 terhadap lingkungan relatif tinggi juga memberikan nilai keunggulan tersendiri. Sanitasi pada tahap pembenihan, pendederan dan pembesaran uji multilokasi sekitar 10-20% lebih tinggi dibandingkan benih lokal. Daya tahan lele G3 terhadap stress juga relatif tinggi. "Feed Conversion Ratio (FCR) lele G3 juga relatif bagus, pada tahap pendederan berkisar 0,5-0,7 dan pada tahap pembesaran berkisar 0,9-1,0," papar Sharif.


(tribunnews)

Friday, October 3, 2014

Budidaya Ikan Tawar di Papua

MANOKWARI – Masyarakat Kampung Suwiam Distrik Ayamaru Utara Timur, Kabupaten Maybrat, belakangan ini mulai mengembangkan budidaya ikan air tawar mujair, lele, mas, nila dan gastor secara besar-besaran untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Agustinus Na, salah seorang petani ikan di Kampung Suwiam, ketika ditemui di Manokwari, Rabu, mengatakan, pemerintah Provinsi Papua Barat mulai memberikan perhatian pada pengembangan budidaya ikan air tawar ini, karena cocok dengan potensi sumber daya alam setempat.

Dia mengatakan, dirinya sebelumnya bekerja sebagai seorang nelayan, namun mencoba keberuntungan menjadi petani tambak ikan air tawar, dimulai dengan lima tambak ikan mujair dan ikan lele yang menunjukkan hasil prospektif, lalu menambah jenis ikan.

Usaha awal yang ia rintis itu, diakuinya, menjadi alasan untuk mencoba mengajukan proposal ke pemerintah Provinsi Papua Barat.

“Usaha awal di lapangan kami gunakan sebagi pertimbangan ke pemerintah melalui proposal untuk memberikan modal usaha, sehingga akhir tahun 2012 lalu pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp1 miliar, modal itu saya gunakan untuk pembangunan kolam baru sebanyak 115 , membeli bibit ikan mas, ikan nila, ikan mujair ikan lele dan gastor sisanya untuk membangun penampungan air dan rumah tinggal di sekitar tambak,” kata Agustinus.

Ia mengatakan, pemerintah memperlihatkan keberpihakan terhadap masyarakat Papua Barat yang berusaha mengubah kesejahteraan keluarga lewat usaha ekonomi kreatif. “Jika tidak ada campur tangan pemerintah, maka masyarakat tidak merasakan sentuhan pembangunan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, banyak masyarakat Papua Barat yang menekuni berbagai macam usaha dengan modal minim, setelah mendapat sentuhan pemerintah dengan baik, bisa berprestasi dalam usahanya.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah karena dengan begini, usaha saya sekarang lancar dan melalui usaha ini juga kami telah menyerap beberapa pemuda sebagai tenaga kerja tetap dengan penghasilan cukup. Dalam waktu dekat kami koordinasikan dengan pihak terkait, baik di tingkat pemerintah provinsi dan kabupaten untuk turut hadir dalam rencana panen raya yang diagendakan awal tahun depan,” ujarnya. 

Sedangkan untuk benih ikan mujair, lele, mas, nila, gurami, patin, bawal dan lainnya bisa didapat di www.jualbenihikan.com


Sumber:  goodpapuakomin.com - antara

Saturday, April 5, 2014

Pakan Lele dari Kotoran Burung Puyuh Hemat 50%

Kabar gembira bagi para peternak ikan lele yang kini bisa mendapatkan harga pakan ternak mereka berkurang 50%. Jika pada umumnya Rp.9000 untuk 1 kg pakan lele, kini cukup dengan Rp.5000, sudah dapat mendapatkan pakan kaya protein bagi lele yang dikembangbiakkan.

Ketua Tim Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPKwu) UNS Ir. Suyono menjelaskan, harga pakan ikan yang mahal mengakibatkan usaha budidaya ikan banyak mengalami kerugian. Padahal, di sisi lain, pemerintah sedang menggalakkan program masyarakat gemar makan ikan.

“Itulah yang memunculkan wacana perlu upaya menemukan pakan lele yang murah dan ramah untuk masyarakat,” ujar Suyono.

Kandungan protein yang tinggi dibandingkan kotoran ayam, membuat kotoran burung puyuh yang tersedia melimpah untuk dimanfaatkan sebagai alternative pakan lele, yang direkayasa oleh Suyono dan timnya

 “Kandungan protein kotoran burung puyuh adalah 21 persen, sedangkan kandungan protein dalam kotoran ayam petelur 11-14 persen,” jelasnya.

kotoran burung puyuh dicampur dengan bulu ayam dan sisa ikan asin. Bulu ayam berfungsi membuat pakan lele dapat mengambang di air. Sisa ikan asin digunakan untuk menambah nafsu makan ikan lele.

Pembuatan pakan lele dengan pemanfaatan limbah organik tersebut, menurut Suryono menggunakan perbandingan 1:1:1. Satu kg kotoran kering burung puyuh dicampur 1 kg bulu ayam yang telah dipresto dan 1 kg ikan asin.

“Setelah dikeringkan, kemudian digiling menjadi tepung dan dicampur. Baru kemudian diproses menjadi pelet,” urai Dosen Fakultas Pertanian UNS itu.

Suryono mengimbuh, bila dijual, pakan lele dari limbah organik dihargai Rp5.000 per kg. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan pakan ikan pada umumnya yang dibanderol Rp8.000-Rp9.000 per kg.

“Tetapi pakan ikan lele hasil ujicoba ini belum dipasarkan. Tetapi hanya sebatas dimanfaatkan oleh UNS sebagai pendampingan peternak ikanlele,” tuturnya.





Monday, March 24, 2014

Cara Perawatan Bibit Lele

Tujuan utama dari perawatan bibit lele yang optimal adalah supaya hasil produksi pada saat dapt ditekan setinggi-tingginya. Bukan hanya maslaah penjualan saja, memiliki indukan dan bibit sendiri akan menambah nilai keuntungan yang sangat besar. Berikut cara perawatan bibit lele :


Bibit Lele Umur 1 - 4 hari

Hari ke-1 hingga ke-4 adalah hari yang paling rawan/kritis bagi anakan ikan lele. Karena parameter air yang berubah - ubah dapat menyebabkan anakan menjadi stress dan bisa mati. Oleh karena itu kita perlu memperhatikan kualitas dan suhu air dengan seksama sebagai prioritas utama dalam perawatan bibit lele. Untuk itu, pada paralon keluarnya air, sebisa mungkin kita lapisi dengan kain atau saringan tipis agar anakan tidak ikut tersedot ke lubang air. Selanjutnya setelah air kita perhatikan, perlu kita kultur atau kita suburkan dengan plankton / makhluk renik kecil sebagai makanan sampingan. Bibit lele usia 1-4 hari masih mendapatkan nutrisi yang cukup dari egg yolk/kuning telurnya sebagai makanan utama

Bibit Lele Umur 5 - 15 hari

Untuk merawat benih yang sudah melewati hari ke-4 yang kuning telurnya sudah habis. Sekarang pemberian pakan sudah relatif mudah. Tidak perlu lagi kita kultur bakteri dan plankton di media. Cukup kita penuhi kebutuhan gizi anakan lele dengan cacing darah / bloodworm atau cacing sutra. Kita tebarkan secukupnya secara merata dan jangan terlalu banyak dua kali sehari. Tetap perhatikan kondisi air dan media. Jika dirasa sudah berbau dan mulai banyak kotoran mengendap di dasar kolam, maka sifon air setengahnya dan ganti dengan air yang baru. 50% air cukup, 70% lebih baik.



Bibit Lele Umur 15 - 25 hari

Setelah lewat dua minggu pertama, anakan lele sudah bisa kita kenalkan dengan pelet ikan lele. Yaitu pelet serbuk. Disarankan untuk diberikan 4x sehari sebanyak 30% dari benih. Untuk takaran sesuaikan dengan kondisi lele, jika masih lahap berarti perlu kita perbanyak. Kita juga dapat memberikan sedikit demi sedikit namun terus menerus, tapi jangan sampai melebihi takaran yang sudah kita buat. Teknik pakan ini sudah sangat umu digunakan oleh orang-orang yang ternak lele. Bibit lele pada usia menjelang satu bulan sudah mulai besar dan jika kita lupa melihat kepadatan kolam, maka akan terjadi kanibalisme dan kurangnya nutrisi dalam air. Oleh karena itu kita siapkan media/kolam yang selanjutnya untuk memindahkan bibit dan mengurangi kepadatan pada media danbibit ikan lele dapat tumbuh optimal.



Bibit Lele Umur 25 - 30 hari

Benihikan lele sudah dapat kita berikan pakan berupa pelet berukuran kecil F-1000. Pemberian pakan yang dianjurkan adalah 3x sehari. Benih yang tumbuh besar dengan cepat hendaknya kita seleksi dan kita pindahkan ke kolam yang baru demi menghindari persaingan dengan anakan lele yang berukuran jauh lebih kecil. Itu juga berguna untuk menghindari kolam yang sudah terlalu padat oleh bibit ikan lele.



Bibit Lele Umur 30 - 40 hari


Proses ini sudah bisa disebut pemanenan. Yaitu proses seleksi total bibit lele yang berukuran lebih besar. Seleksi dapat kita lakukan beberapa kali sehari dengan melihat ukuran lele. Usahakan untuk menyeleksi pada pagi hari dan sore hari agar ikan tidak merasa terancam dan menghindari stress akibat kahadiran manusia . Dan untuk pakan pelet kecil sudah bisa kita naikkan menjadi F-999. Lele berukuran 5-6 sudah bisa kita dapatkan saat itu.

Monday, January 27, 2014

Beberapa Tips Kolam Ikan Bocor

Kebocoran kolam ikan akan memperburuk keindahan taman rumah, kebocoran akan membuat air merembes, lama kelamaan airnya habis dan akan membuat kerak kotor pada kolam.

Kebocoran bisa diatasi dengan cara menambalnya. Tambal yang bocor, airnya pun tak menyusut. Tentu cara menambalnya ada triknya. Anda tidak bisa sembarang. Misalnya, ikan yang ada di kolam harus dipindah dulu.

Kemudian, kebocoran bisa ditambal. Jika keliru, ikan kesayangan Anda bakal stres. Lama-lama, bisa tewas. Simak lima langkah mudah untuk menambal kolam bocor berikut!

·         Pindahkan ikan-ikan ke tempat yang aman, keringkan kolam.
·         Perhatikan dan beri tanda setiap lapisan dinding semen yang berlubang, retak, dan yang Anda curigai sebagai titik kebocoran kolam. Jangan sampai terlewat satu titikpun karena Anda harus mengulang dari awal bila ada yang terlewat.

·         Perhatikan kebocoran yang ditemukan apakah semen di sekitarnya juga terdapat retakan lembut atau keropos. Bersihkan bagian tersebut sampai tidak ada lagi semen yang keropos, kemudian ditambal dengan semen. Lakukan langkah ini pada setiap kebocoran yang Anda temukan.

·         Biarkan kolam hingga semen tambalan benar-benar kering. Isi kembali kolam dengan air di atas tanda yang kita buat. Tunggu beberapa jam apakah air di kolam kita berkurang.
·         Bila tidak berkurang, isi penuh kolam dan tunggu hingga 2-3 jam. Kemudian kosongkan kolam, sambil dibersihkan, barulah diisi air kembali dan ikan dapat dilepas ke kolam baru tersebut.

 (Sumber : Tribun News, budidaya ikan)

Tuesday, December 3, 2013

Rumah Susun Sebagai Pembiakan Lele

Terdengar aneh dengan keberadaan rumah susun untuk lele, tapi rumah susun yang satu ini besutan para mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dinamakan Rusle. Miftahudin Nur Ihsan, Arry Darmawan, Desiana Nur Fajari (dari Prodi Pendidikan Kimia), serta Anang Prasetyo, Rahmat Widadi (dari Prodi Pendidikan Teknik Elektronika) adalah mahasiswa yang memiliki ide untuk melakukann pembiakan lele dengan menggunakan teknik kolam lele bersusun.
Menurut Ihsan, Kecamatan Banguntapan adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bantul yang berada di dataran rendah dengan sebagian besar penduduk berprofesi sebagai petani. Namun, berkurangnya lahan pertanian membuat sebagian masyarakat kehilangan mata pencaharian.
Sebagai alternatif, masyarakat di daerah tersebut dapat memanfaatkan sektor perikanan, terutama karena lahan itu memiliki saluran air yang memadai. Budidaya ikan lele pun menjadi salah satu prospek tinggi yang memungkinkan untuk dilakoni masyarakat setempat.
Kendala yang dialami oleh para pengelola adalah hasil produksi yang tidak sesuai dengan permintaan konsumen. Dengan adanya teknologi Rusle (Rumah Susun Lele) pun diharapkan mampu menjawab masalah keterbatasan lahan kolam ikan tersebut.
“Sistem pembesaran lele dengan kolam bertingkat adalah sistem pembesaran lele dengan memanfaatkan teknologi elektronika dan ilmu sipil. Disebut kolam bertingkat karena pada sistem ini kolam dibuat bertingkat seperti rumah susun,” ujar Ihsan, seperti dilansir oleh Okezone, Kamis (13/6/2013).
Dia mengungkapkan, bahan kolam berupa fiber berbentuk lingkaran dan memiliki pondasi dari logam antikarat. Kolam bertingkat memiliki kelebihan yaitu akan menambah padat tebar bagi pembesar lele serta memiliki sistem pakan otomatis sehingga akan memudahkan seorang pengguna untuk membesarkan lele mereka.
Cara kerja alat pakan otomatis tersebut berbasis ATMega8 berfungsi sebagai timer yang dapat diatur sebagai pewaktuan otomatis pemberian pakan pada kolam ikan. “Pertama, alat harus diatur “Date” dan “Time” yang berfungsi untuk menunjukkan hari dan tanggal. Sementara time berfungsi untuk mengatur waktu dan delay kerja alat yang diinginkan dan berapa kali alat akan bekerja setiap hari,” paparnya.
Ketika jam sudah menunjukkan sesuai dengan waktu yang diset untuk kerja alat, alat akan mengaktifkan motor pengerak yang akan membuka lubang saluran yang mengalirkan makanan pada kolam ikan. Lubang saluran akan tetap terbuka selama waktu delay yang telah diatur oleh penguna.
“Setelah itu alat akan memberikan sinyal yang menfungsikan motor untuk kembali menutup lubang saluran pakan ikan. Alat tersebut akan berfungsi ulang pada waktu yang sama apabila pengguna tidak mengubah pengaturan waktunya,” imbuh Ihsan. 
Sumber : Okezone