antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA,SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

Menyediakan Bibit Belut Dengan Kualitas

antok Farm, Jual Benih Ikan

Menyediakan Bibit nila dengan kondisi baik

Showing posts with label Benih Ikan Berkualitas. Show all posts
Showing posts with label Benih Ikan Berkualitas. Show all posts

Saturday, November 26, 2016

Ciri Benih Ikan Berkualitas

Ikan sekarang merupakan ladang bisnis yang menjanjikan dan dapat dilakukan dimana saja. Nah, bagi anda yang memilih ikan untuk budidaya maka banyak yang harus dilakukan dan dipersiapkan. Budidaya ikan tidak bisa dibilang mudah atau juga sulit, semua tergantung persiapan dan perhitungan. Bisa saja justru merugi jika bisnis tidak dimulai dengan baik. Selain persiapan ada yang paling utama yang bisa anda perhatikan, yaitu ciri-ciri benih ikan yang akan menjadi sumber peranakan dan perbanyakan selanjutnya.Kali ini saya ingin memeberikan beberapa tips dalam memilih benih ikan yang berkualitas. Pemilihan benih ikan yang berkualitas sangat penting demi keberlangsungan usaha dan budidaya yang anda lakukan. Benih berkualitas akan menghasilkan ikan-ikan baru yang berkualitas. Seperti ikan yang kemungkinan dapat dijual, atau dikonsumsi dengan enak. Benih ikan berkualitas bertujuan untuk mendapatkan unggul selanjutnya dan mengurangi kemungkinan hasil ikan selanjutnya tidak sehat atau mendapatkan ikan-ikan dengan kualitas buruk.

Performa ikanSelanjutnya ciri yang bisa anda lihat jika benih tersebut unggul jika ikan memiliki performa yang bagus, seperti aktif dan tidak pasif. Benih ikan terlihat agresif dan sehat, serta mengisi kolam dengan baik. tidak hanya diam saja. Nah, hal ini bisa menjadi tolak ukur untuk benih ikan untuk budidaya anda selanjutnya. Performa yang baik menandakan benih ikan anda sehat dan tidak terserang penyakit.


Kelengkapan tubuhTerakhir merupakan pilihan yang tidak cacat. Nah, tidak cacat disini keadaan semua tubuh ikan lengkap, seperti muka, mata, sirip sempurna, ekor dan lainnya. Termasuk kelamin baik dari benih ikan laki-laki atau perempuan. Walaupun tidak bisa anda lihat satu persatu, namun umumnya benih berkualitas digolongkan berdasarkan tingkat kecacatan atau sempurnanya ikan. Pilih saja yang berkualitas untuk mengurangi kemungkinan ikan mati.


Bibit SeragamPertumbuhan bibit yang seragam baik ukuran, warna maupun bentuk merupakan ciri atau ciri khas yang bisa dilihat oleh ikan yang unggul atau ikan yang cocok untuk benih berkualitas. Dengan begitu anda sudah memilih bibit dengan salah satu cirinya. Bibit seragam mungkin akan sulit dilihat ketika anda membeli bibit dalam jumlah besar. Namun, jangan khawatir ukuran, warna merupakan dua jenis yang bisa dilihat dengan mata telanjang.


Uji Arus AirSudah habitatnya ikan tinggal di kolam bukan. Nah, anda dapat menguji benih tersebut baik atau tidak selain dua ciri diatas yaitu dengan arus air. Ikan yang bagus kualitasnya akan senang berada di arus air dan gesit dalam bergerak. Ada beberapa ikan yang lemas dan justru tidak memiliki tenaga untuk melawan arus air. Benih ikan akan terbawa begitu saja dengan keadaan yang kurang baik. nah, uji arus air ini setidaknya dapat membantu anda dalam menguji mana benih ikan yang baik 


Tubuh ikan tidak luka atau lecetTidak hanya membeli kendaraan benih ikan juga dapat dilihat dari keadaan fisik benih ikan. Ikan yang luka-luka dan lecet sebaiknya jangan dibeli. Dengan keadaan begitu maka tingkat kematian benih akan terjadi. Hal ini sangat berbahaya dan menyebabkan anda mengalami kerugian jika dibeli. Tentu saja benih ikan seperti ini tidak akan disebut berkualitas. Untuk itu, ada baiknya cari ikan dengan tubuh yang mulus dan juga warna yang mulus.

Semoga Bermanfaat!
Sumber: ilmuhewan.com

Monday, October 12, 2015

Rugi Jika Anda Tidak Menyukai Ikan Lele

Banyak manfaat yang terkandung dalam ikan lele dari sisi kandungan gizinya serta porsi yang tepat untuk kesehatan tubuh, jadi ikan lele sudah tidaklah asing lagi bagi kalangan masyarakat luas.salah satu menu masakan ikanlele yang paling dikenal di Indonesia adalah pecel lele, dalam penyajiannya ikan lele digoreng ataupun dibakar serta dilengkapi dengan sayur dan sambal.

Kandungan Gizi :

Dalam alodokter.com ikan lele merupakan jenis ikan yang banyak dibudidayakan untuk kepentingan konsumsi. Tak hanya di Asia, ikan lele ini dikonsumsi di Negara-negara Afrika, Eropa dan Amerika Timur. Meski kualitas dan rasa lele dari berbagai Negara berbeda, tetapi banyaknya kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Tiap 100 gram mengandung energy 229 kilokalori. Protein 18 gram, karbohidrat sekitar 8 gram, serat 0,7 gram dan lemak 13 gram. Vitamin yang terkandung dalam ikan lele yakni vitamin C, vitamin A, vitamin B kompleks, serta kalsium, magnesium, fosfor, kalium, natrium, dan zinc. Ikan lele juga kaya kandungan vitamin D.

Pakan khusus yang diberikan oleh pengembang ikan lele mengandung merkuri lebih sedikit dan dari peternak juga mengandung sedikit asam amino 3 tapi asam amino 6 lebih tinggi. Konsumis asam lemak ini diduga mampu mengurangi resiko kangker jenis tertentu, peradangan seperti rheumatoid artritis, mengurangi tingkat tekanan darah, bahkan menjaga kesehatan mental.Kemudian penelitian yang dilakukan mengungkapkan bahwa asam omega 6 dapat mempengaruhi proses pembekuan darah dan rentan terhadap proses oksidasi. Omega 6 meningkatkan resiko penggumpalan darah, penyakit radang usus besar dan kanker.

Porsi konsumsi :

Protein yang terkandung dalam ikan mendukung kesehatan jantung, tetapi haruslah cermat menghindari ikan terutama pada bayi, anak-anak, serta wanita hamil, dan pilihlah yang paling sedikit mengandung merkuri, baik dari ingkungan maupun industri. Merkuri yang berlebihan beriakibat buruk, seperti gangguan perkembangan pada anak, penyakit kordiovaskular dan bahkan kehilangan ingatan pada orang dewasa.Pembatasan konsumsi ikan lele dapat menekan resikonya dan dapat diambil manfaatnya dari ikan lele. Selain itu variasi asupan ikan dari jenis ikan lain seperti salmon dan tuna. Disarankan minimal dua kali dalam seminggu untuk konsumsi ikan. Agar tidak kehilangan manfaat ikan lele maka cara memasaknya dengan cara dibakar atau dipanggang dan pilihlah saus yang rendah kalori.

sumber : jabar.tribunnews

 

Wednesday, July 22, 2015

Sukses Budidaya Ikan Lele Sangkuriang yang beromzet ratusan juta perbulan

Usaha budidaya ikan lele ini terbilang sangatlah berani dan tidak takut gagal hanya bermodal pengetahuan tentang budidaya ikan lele dan modal yang terbilang mini yakni Rp 1,5 juta mengantarkan Fauzan Hangriawan sukses menjadi pengusaha lele sangkuriang di Jakarta. Bisnis yang dikembangkannya berhasil meraup omzet ratusan juta perbulan.

Pria kelahiran Pontianak 26 tahun silam ini memang doyan berbisnis sejak masih remaja. Ketika duduk di bangku SMP di Lampung, Fauzan kerap membantu orang tuanya berjualan kelapa dan beras. Lalu, sejak SMA, dia memberanikan diri membuka bisnis sendiri. Mulai dari berjualan sepatu, kuliner, hingga usaha percetakan, dilakoninya.

Meski bisnis itu tidak pernah bertahan lama, Fauzan tidak kapok mencoba. Pada 2009, pria lulusan Fakultas Hukum Universitas Atmajaya, Jakarta, ini kembali mencoba bisnis baru yang belum pernah digeluti sebelumnya, yakni membudidayakan lele. "Pengetahuannya saya tentang budidaya lele sangat terbatas waktu itu. Tapi, saya bertekad mencobanya," ceritanya.
Dengan modal tersebut, dia membelanjakan 1.000 bibit lele dumbo, pakan lele dan terpal untuk pembuatan kolam di belakang rumah. Lantaran, belum tahu banyak soal budidaya lele, tingkat kematian lele sangat besar. Ketika itu, hanya 40% bibit lele yang mampu bertahan. Meski begitu, selang tiga bulan, Fauzan berhasil menikmati hasil panen pertamanya sebanyak 40 kg lele. Melihat hasil yang cukup menggiurkan, Fauzan memutuskan untuk serius menggeluti budidaya lele sangkuriang. Tak heran, dia belajar lebih mendalam soal budidayalele.
Kata Fauzan, kala itu, lele sangkuriang merupakan varietas yang unggul. Bahkan, hasil riset pemerintah yang ia baca menyebutkan, masa panen jenis lele ini lebih cepat, yakni hanya dua bulan. Daya tahan terhadap penyakit dan perubahan suhu pun lebih baik dibandingkan jenis lain, seperti lele dumbo.
Fauzan tidak sendiri mengembangkan bisnis lele sangkuriang. Selain mempekerjakan delapan karyawan, dia juga bermitra dengan 30 petani binaan di Jakarta dan Bogor melalui sistem kolam plasma. "Saya mendampingi mereka, sehingga hasil panen bisa maksimal, ujarnya.

Kini, dalam sebulan, Sylva Farm bisa memproduksi 600.000 ekor bibit lele.  Tak hanya itu, saban hari, Fauzan juga memproduksi 3- 4 kuintal lele berukuran siap konsumsi seharga Rp 17.000 per kilogram. Sehingga saban bulan, dia bisa mengantongi omzet sekitar Rp 200 juta. Pelanggannya tak hanya tersebar di wilayah Indonesia, tapi juga dari Bangladesh dan Malaysia.
sumber : tribunnews

Tuesday, July 21, 2015

Mudahnya Budidya Ikan Bawal

Benih Ikan BAwal Murah

Ikan bawal memang masih menjadi primadona budidaya perikanan di Indonesia. Lajunya pertumbuhan ikan bawal yang sangat cepat membuatnya memilki keunggulan tersendiri, disamping cara perawatannya paling murah dan pemberian pakannya tidak mengeluarkan modal banyak serta harga jualnya stabil. Sistem pemasarannya juga sangat mudah, mulai dari warung lesehan hingga tempat pemancingan. Semakin banyaknya peningkatan konsumsi masyarakat membuat ikan bawal ini banyak dicari.

Ikan bawal yang lezat dan gurih mulai banyak digemari oleh masyarakat kita. Disamping itu, rasa daging juga cukup enak dan hampir menyerupai daging ikan Gurami. Bila budidaya ikan bawal air tawar dilakukan dengan benar, ikan bawal air tawar tentunya akan menghasilkan keuntungan yang menggiurkan. Usaha pembesaran atau budidaya ikan bawal dilakukan dengan maksud supaya didapat ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen.

Budidayaikan bawal air tawar bisa dilakukan di kolam tanah ataupun permanen, baik secara monokultur maupun polikultur. Usaha ini cukup menjanjikan dibanding dengan budidaya ikan air tawar lainnya. Ikan Bawal air tawar memiliki beberapa keistimewaan. Diantaranya, nafsu makan tinggi dan termasuk pemakan segalanya yang condong lebih banyak makan dedaunan, dengan begitu pakan pelet bisa ditekan. Kedua, pertumbuhan ikan bawal cukup cepat, daya tahan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik dan rasa daging ikan bawal juga cukup enak, hampir menyerupai daging ikan Gurami hingga digemari masyarakat. Kolamnya dipersiapkan seperti halnya kolam ikan air tawar lainnya.

Persiapan kolam ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Awalnya kolam dikeringkan sampai tanah dasarnya benar-benar kering. Tujuan pengeringan tanah dasar kolam tersebut untuk membasmi ikan-ikan liar yang bersifat predator dan atau kompetitor (penyaing makanan), mengurangi senyawa-senyawa asam sulfida (H2S) dan senyawa beracun lain yang mungkin terbentuk selama kolam terendam. Sesudah dasar kolam benar-benar kering, dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor ataupun dolomit dengan dosis 25 kg per 100 meter persegi.

Pengapuran dilakukan untuk meningkatkan pH tanah, juga bisa untuk membunuh hama ataupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan. Salah seorang peternak ikan di Maros, Muhammad Aking mengatakan, kolam budidaya ikan tersebut tidak mutlak harus dipupuk. Sebab, makanan ikan bawal sebagian besar didapat dari makanan tambahan atau buatan. Namun jika dipupuk bisa memakai pupuk kandang 25-50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang pakai mesti benar-benar yang sudah matang, supaya tidak menjadi racun bagi ikan. Begitu juga dengan pemilihan benih mutlak sangat penting, sebab hanya dengan benih ikan bawal yang baik yang akan hidup dan tumbuh dengan baik.

Benih kita tebar dikolam budidaya ikan bawal, benih perlu diadaptasikan. Tujuannya supaya benih ikan tidak dalam kondisi stress saat berada dalam kolam. Selanjutnyha, kualitas dan kuantitas pakan sangat penting dalam budidaya ikan bawal, sebab dengan pakan yang baik ikan bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita harapkan. “Panen budidaya ikan bawal bisa dilakukan sesudah dipelihara 4-6 bulan, waktu itu ikan bawal sudah mencapai ukuran kurang lebih 500 gr/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m 2.

Usia 3 bulan dengan berat ikan bawal mencapai 250 gr/ekor sudah bisa untuk dipanen. Biasanya untuk pengukurannya menggunakan jaring bermata lebar. Budidaya ikan bawal cukup mudah dibandingkan budidaya ikan lainnya.
Semoga Bermanfaat!

Sumber: Upeks, Budidaya ikan



Saturday, May 30, 2015

Video Alat Penghitung Benih Ikan dari IPB

Fry Counter atau alat penghitung benih ikan merupakan inovasi dalam dunia Perikanan yang dirancang oleh Prof. Dr. Indra Jaya, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Instrumen ini didesain untuk penghitungan ikan secara otomatis. Keunggulan alat ini adalah dapat menghitung jumlah ikan dengan cepat dibandingkan dengan metode manual, dan efisien dari sisi kebutuhan tenaga kerja, sehingga dapat menghasilkan profit (keuntungan) bagi pengusaha benih ikan.





Inovasi ini sangat membantu pengusaha benih ikan  seperti kami. Selain menghemat tenaga dan waktu, hal ini juga mengurangi risiko kematian benih ikan karena terlalu lama dalam proses penghitungan.Penghitung ikan ini juga meningkatkan kepercayaaan pembeli benih ikan tentang penghitungan ikan.Terima kasih IPB, semoga bermanfaat!


Sumber: greentv.ipb.ac.id










Sunday, March 15, 2015

Pendapatan Budidaya Ikan Patin Hingga Ratusan Miliaran Rupiah

Tingkat produksi budidaya ikan patin hingga tahun 2014 di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan selatan mencapai 70.000 ton per tahunnya. Dilihat dari bisnis ikan patin tersebut telah memberikan kontribusi pendapatan masyarakat hingga Rp 200 miliar dengan asumsi harga per kilogram rata-rata Rp 18 ribu rupiah.

Melihat potensi ini Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menggelontorkan berbagai program bantuan untuk wilayah minapolitan mencapai Rp3,3 miliar. Kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Hulu Sungai Utara, HM Suriani, di Amuntai. Menurut Suriani, wajar jika miliaran rupiah digelontorkan pemerintah pusat untuk mengembangkan budidaya ikan patin ini karena kontribusi pendapatan yang sangat besar di wilayah tersebut.

Dana bantuan pusat dipergunakan untuk pembuatan floating keramba, jala ikan (net), keramba ikan, kolam rawa mesin penyedot lumpur, mesin pengolah pakan ikan dan benih ikan, menurut Suriani. Selain itu, lanjut dia juga digunakan bagi, pembuatan keramba jaring apung percontohan, bantuan bibit dan pakan ikan, biaya pertemuan kelompok dan pembuatan RPJM.

Selain bantuan pusat, kata dia, petani pembudidaya ikan patin di kawasan Minapolitan seperti Kecamatan Haur Gading dan kawasan penopang (hinterland) di dua kecamatan, yakni Kecamatan Amuntai Tengah dan Banjang juga mendapat pinjamaan Kredit dari Bank Rakyat Indonesia yang nilainya sudah mencapai Rp7,8 miliar.Jadi jika pengelolaan budidaya ikan patin  dengan baik akan menghasilkan keuntungan yang besar, dengan didukung kontribusi masyarakat dan pemerintah setempat.


Sumber : republika

Sunday, March 8, 2015

Membuat Ikan Koi Cantik dan Sehat


Pemeliharaan ikan koi tidak jauh beda dengan ikan laiinya, ikan koi dasarnya adalah ikan mas biasa. Tetapi ikan koi sebagai ikan hasil kawin silang, koi tidak memiliki ketahanan tubuh sebagaimana induknya. Ikan koi dipelihara bukan sekedar hanya untuk pembesaran saja, tetapi untuk dilihat keindahannya.

Ada tiga hal dasar yang membuat ikan koi itu cantik dan sehat :

- Kualitas air. Sehat tidaknya air antara lain ditentukan oleh tingkat Ph, suhu, zat besi, dan amoniak. Ph ideal antara 7-8 atau Ph netral. Jika Ph-nya terlalu tinggi alias terlalu basa maka warna hitam akan semakin jelas. Bayangkan saja jika tiba-tiba di sisik kohaku; kita muncul noda hitam. Zat besi yang terkandung dalam air kolam juga tidak boleh terlalu tinggi. Itu akan membuat warna koi kesayangan kita kusam. Suhu ideal air kolam adalah 24 derajat celcius. Karena itu, pastikan kolam selalu terkena sinar matahari.Pergantian air secara rutin sangat dianjurkan untuk menetralkan kadar amoniak dari kotoran ikan. Setiap hari kira-kira 10 persen dari jumlah air kolam sebaiknya diganti. Pergantian ini tak akan merepotkan jika kolam kita sudah dilengkapi sistem pengatur air. Perbandingan volume air dengan besar dan jumlah ikan yang ideal juga perlu diperhatikan.

- Makanan. Ada banyak jenis makanan koi yang ada di pasaran, baik lokal maupun impor. Makanan impor banyak digunakan para pecinta koi yang disesuaikan dengan jenis ikan koi tersebut. Tetapi jika kita memiliki waktu luang, makanan koi bisa diracik sendiri dengan nilai gizi yang tinggi. Makanan tersebut biasanya terdiri dari tiga macam : wheatgerm, spirulina, dan daily. Wheatgerm digunakan untuk pertumbuhan ikan sekaligus menajamkan warna putih. Spirulina untuk memcerahkan warna merah dan hitam, sedangkan daily untuk kebutuhan rutin harian. Untuk mendapatkan hasil maksimal sebaiknya pemberian makanan diatur. Jangan sampai kita memberikan makanan spirulina selama berapa bulan berturut-turut. Warna koi akan rusak dan berubah kuning. Salah satu pilihan pola pengaturan dalam satu minggu adalah tiga hari untuk spirulina, tiga hari untuk wheatgerm, satu hari untuk daily. Pemberian makanan lebih sering dengan porsi kecil jauh lebih baik karena usus koi pendek.

- Pemilihan bibit. Bibit ikan koi yang paling baik tentu saja yang asli dari Jepang. Sekarang ini sudah banyak toko dan peternakan koi yang menjual bibit impor. Apalagi sebagian dari mereka sudah berhasil menyilangkan dengan koi lokal. Kualitasnya pun tidak kalah dengan koi impor





Sumber : republika

Friday, February 27, 2015

Peluang Ikan Nila Menggantikan Peran Ikan Gurami

Ukuran yang besar membuat ikan nila menjadi pengganti dari ikan gurami di kalangan konsumen rumah makan maupun masyarakat setempat, kata Asep, salah satu pengelola rumah makan di Ciamis. Ikan nila untuk ukuran besar bisa menggantikan ikan gurame, baik untuk masakan digoreng maupun pepes. Peminatnya pun terus meningkat,” kata Asep Nuryana salah seorang pengelola rumah makan di Ciamis, Minggu.

Mahalnya ikan gurami dan sulitnya pasokan  serta dengan ukurannya yang tidak terlalu besar, menjadikan ikan nila besar pengganti ikan gurami. Sebaliknya, ikan nila ukuran dua sampai tiga ekor satu kilogramnya pasokan lebih banyak. Selain itu harganya cukup murah, sedangkan dagingnya cukup tebal. “Bila ada ikan nila yang ukurannya besar, buat apa cari gurami yang sulit didapat dan mahal. Mengenai cita rasa tergantung kita mengolahnya saja, dan ternyata penikmatnya banyak,” kata Asep.

Selain untuk digoreng, ikan nila ukuran besar maupun kecil juga bisa dihidangkan dengan cara dipepes seperti ikan mas. “Ikan nila diolah secara dipepes bisa menjadi nilai tambah, dan peminatnya banyak dan bisa dijual dengan harga lebih murah,” kata Asep.

Berkisar Rp 24.000,- sampai Rp 25.000,-  per kilogram sudah mendapatkan ikan nila dengan ukuran sekilogram tiga ekor, sedangkan harga gurami bisa mencapai di atas Rp 35.000,- per kilogram nya. Petani di Ciparay yang bernama Dede, mengakui adanya peningkatan permintaan ikan nila dari rumah makan, yang menyebutkan ikan nila pasokan dari Cirata saat ini banyak masuk ke rumah makan, “Permintaan ikan nila ukuran besar memang cukup bagus, harganyapun cukup tinggi dibandingkan ukuran biasa,” kata Dede menambahkan. 

(Sumber : AnalisaDaily, budidaya ikan)

Saturday, February 14, 2015

Peternak Lele Yang Untung 10 Juta / Hari

Pasar ikan di Indonesia yang masih tergolong besar, membuat para pembudidaya ikan lele menjadi lebih tekun untuk mendapatkan laba yang besar. Seperti dialami Kelompok Pembudi Daya IkanLele Kersa Mulia Bakti, yang menerima permintaan harian sampai 6 ton.

Seorang pembudidaya ikan lele warga Cirebon, Jawa Barat, Suganda mengaku dengan budidaya ikan lele Ia bisa menghasilkan keuntungan yang sangat lumayan besar, bisa menghasilkan ratusan juta pertahuan. “Karena dalam satu hari hasil panen bisa mencapai 4-5 ton perhari atau dengan keuntungan bersih sekitar Rp 10 juta, bila harga satu kilogram lele sebesar Rp 12 ribu per kg,” katanya di tempat kolam budidaya Kelompok Kersa Mulia Bakti di Cirebon.

Atas keuntungan tersebut, ia bisa membayar premi asuransi sebesar Rp15 juta per bulan karena membudidayakan ikan lele. Menurut pria berusia 43 tahun ini, bisnis budi daya lele yang dijalaninya sejak 15 tahun lalu membuahkan hasil yang lebih dari lumayan sehingga mampu membayar premi sebesar itu.Sebelum budidaya lele Suganda pernah membudidayakan ikan emas, namun gagal karena kesulitan mencari pakan dan banyak yang terkena wabah sehingga sering gagal panen. Setelah gagal barulah Ia pindah ke budidaya lele.

Awalnya ia hanya sendirian dalam budidaya ikan lele, tetapi karena perkembangannya yang bagus sehingga mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Kesuksesan ini pun ia tularkan ke para pembudi daya yang tergabung dalam Kelompok Pembudidaya Ikan Lele Kersa Mulia Bakti yang beralamatkan di Desa Kertasura Blok 3, Jalan Sunan Gunungjati, Kapetakan, Cirebon.

Saat ini jumlah anggota kelompok pembudidaya lele Kersa Mulia sebanyak 29 orang. Dari 29 anggota yang juga menuai sukses, 95% sudah mempunyai asuransi. Menurut Suganda itu wajar karena omzet harian kelompok bisa mencapai Rp39 juta. Satu peternak bisa memperoleh untung bersih Rp6 juta hingga Rp10 juta per hari.

“Dulu usaha budidaya lele belum ada yang berminat. Saya saja sendirian. Lalu lima tahun kemudian muncul yang ikut dan dari yang hanya puluhan kolam, sekarang sudah ada 400 kolam di lahan seluas 35 hektare,” ungkap Suganda.

Diceritakan, 400 kolam dalam sehari bisa panen sekitar 4-5 ton dan dibeli oleh pelanggan yang berasal dari Jakarta, Bandung, dan Tegal. Namun Suganda me­ngatakan sering kali pihaknya justru tidak bisa memenuhi kebutuhan pelanggan. Permintaan rata-rata dalam satu hari sebenarnya bisa mencapai 6 ton.

“Untuk bisa tingkatkan produksi, tentu harus ada tambahan kolam. Nah, masalahnya adalah ketersediaan lahan. Warga sekitar biasanya hanya kalau butuh uang banyak saja baru mau jual tanah,” kata Suganda.

Sementara jika mencari lahan di luar Kabupaten Cirebon, Suganda mengatakan ia dan para rekannya harus memastikan kondisi lingkungan.

“Maksudnya kalau misalnya budidaya di Semarang, masyarakat di sana belum tentu cocok. Selain itu juga pertimbangannya soal keamanan,” tandasnya.

 (Sumber : InfoPublik, budidaya-ikan)


Friday, January 23, 2015

Keunggulan Ikan Nila

Kali ini kami akan membahas keunggulan Ikan Nila atau Ikan Munjaer. Ikan Nila merupakan jenis ikan air tawar yang dikenal sebagai Ikan Konsumsi. Ikan ini bisa tumbuh dan besar hingga mencapai bobot 1 kg. Dagingnya gurih dan kandungan proteinnya tinggi. Sebagaimana kita tahu kandungan gizi ikan air tawar cukup tinggi dan hampir sama dengan ikan air laut, sehingga dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jumlah cukup. Tingginya kandungan protein dan vitamin membuat ikan yang mudah dibudidayakan ini sangat membantu pertumbuhan anak-anak balita. Anda barangkali sudah memperoleh penjelasan dari banyak-banyak penyuluhan tentang kualitas hidup, bahwa kandungan protein yang tinggi dapat membantu pertumbuhan otak dan tubuh kita.



Dibandingkan dengan negara-negara lain, konsumsi ikan per kapita per tahun di Indonesia saat ini masih tergolong rendah, yaitu 19,14 kg. Hal ini sangat disayangkan, terutama mengingat betapa besar peranan gizi ikan bagi kesehatan. 
Untuk mengatasi masalah rendahnya konsumsi ikan laut akibat harganya yang relatif mahal, perlu upaya pengembangan budidaya ikan air tawar, terutama disseminasi (penyebaran informasi tentang mengenalkan budidaya ikan air tawar).
Sebagai bahan pangan, ikan merupakan sumber protein, lemak, vitamin, dan mineral yang sangat baik dan prospektif. Keunggulan utama protein ikan dibandingkan dengan produk lainnya adalah kelengkapan komposisi asam amino dan kemudahannya untuk dicerna. Mengingat besarnya peranan gizi bagi kesehatan, ikan merupakan pilihan tepat untuk diet di masa yang akan datang.
Ikan dapat digolongkan menjadi tiga bagian, yaitu ikan air laut, air tawar, dan air payau atau tambak. Ikan yang hidup di air tawar dan air laut sangat banyak, pembedaannya hanya dibedakan menjadi golongan yang dapat dikonsumsi dan golongan  ikan hias.
Lingkungan hidup ikan air tawar adalah sungai, danau, kolam, sawah, atau rawa. Jenis ikan air tawar yang umum dikonsumsi adalah sidat, belut, gurame, lele, mas, nila merah, tawes, karper, nilem, tambakan, sepat siam, mujair, gabus, toman, betok, jambal, dan jelawat.Berikut kami sampaikan keunggulan Ikan Nila:
  1. Ikan ini sebagai ikan konsumsi, harganya lebih murah dibandingkan ikan lainnya.
  2. Ikan ini dapat dipelihara di pekarangan, dengan kolam tanah, kolam terpal ataupun kolam tangki.
  3. reproduksi ikan nila mudah dan pertumbuhannya relatif lebih cepat dibandingkan ikan lainnya.
  4. jenis ikan ini, bersih. Karena menyukai air hangat, mengalir dan bersih. Berbeda dengan ikan lele.
  5. waktu pemeliharaan yang pendek.
Dari keunggulan-keunggulan tersebut, ikan nila lebih cocok untuk dibudidayakan di areal pekarangan sebagai Penyedia Protein Keluarga.
Bibit atau benih Ikan Nila dapat diperoleh dari 2 (dua) cara, diantaranya dari Ikan Kecil yang bisa didapat dari Penjual Bibit. Biasanya ukuran panjang ikan kecil ini antara 2 s.d. 6 cm. Harganya beragam. Larva akan lebih murah dan bisa banyak sekali. Biasanya penyedia larva Ikan Nila menjual minimal 1 box sebanyak 50 ribu s.d. 100 ribu.


Sumber: herdinbisnis

Friday, January 2, 2015

Manfaat Pohon Pepaya Membuat Ph Air Stabil

Memasuki musim hujan perlu kita waspadai ketika sedang memelihara ikan lele atau ketika membudidayakan ikan lele di kolam terbuka. Pada musim hujan tiba dan air kolam bercampur dengan air hujan, maka Ph air kolam dapat berubah dan tidak stabil sehingga membuat ikan lele mudah terserang penyakit.

Pemanfaatan pohon pepaya baik dari daun, batang hingga buahnya dapat digunakan untuk menstabilkan Ph air kolam ikan lele dengan cara memasukkan ke dalam kolam tersebut. Pohon pepaya tidak hanya sebagai penstabil Ph air kolam ikan lele, namun juga dapat berfungsi sebagai obat alami bagi ikanlele pada musim penghujan, biasanya pohon pepaya yang kita masukan dalam kolam lele akan ditumbuhi oleh lumut dan lumut tersebut akan dimakan oleh ikanlele yang tanpa disadari sudah mengandung obat herbal.

Cara lain untuk mengantisipasi turunnya Ph air kolam ikanlele bisa juga kita dapat menggunakan garam ikan atau bonggol pisang, yang diperhatikan jangan sampai menambah bonggol pisang, pohon pepaya, maupun garam ikan hingga terlalu banyak karena dosis yang berlebihan akan menimbulkan efek buruk

sumber: bibit ikan, tribun.

Saturday, December 13, 2014

Belut Super Bisa Meraup Omzet Puluhan Juta

Jual Benih Belut Murah

Bibit belut memang tidak mudah ditemui meskipun sebagian besar masyarakat Indonesia tidak asing lagi dengan belut. Hewan air tawar yang masuk dalam kelompok ikan berbentuk seperti ular ini digemari karena rasa dagingnya yang gurih. Belut boleh dibilang aman dikonsumsi oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Daging belut juga dipercaya dapat menambah vitalitas tubuh manusia. Karena banyaknya peminat belut, pasokan belut tidak cukup mengandalkan dari tangkapan alam. Makanya, belakangan banyak orang tertarik budidaya belut.


Salah satu varian belut yang mulai banyak dibudidayakan adalah jenis belut super. Berbeda dengan belut pada umumnya, belut super memiliki ukuran lebih besar. Ukuran lingkar tubuhnya mencapai 6,5 cm dengan panjang sekitar 50 cm.
Herman Susilo, salah seorang pembudidaya belut super asal Malang, Jawa Timur, menyatakan, bobot tiga ekor belut super bisa mencapai 1 kg. Belut ukuran jumbo ini banyak dicari pengusaha restoran dan makanan ringan. "Kalau tidak budidaya, susah dapat belut super ini, padahal, pasarnya lebih menjanjikan," kata Herman.
Saat ini, Herman memiliki lima kolam lumpur tempat budidaya belut super. Setiap kolam berukuran sekitar 2x5 meter. Dengan pemberian pakan rutin, Herman bisa memanen belut setiap tiga atau empat bulan sekali. Jadi dalam setahun bisa empat kali panen.
Saat panen, setiap kolam bisa menghasilkan 250 kg belut super. Harga setiap kilonya sekitar Rp 30.000-Rp 35.000. Dengan harga tersebut, omzet yang didapatnya sekitar Rp 40 juta-Rp 50 juta setiap kali panen. Adapun laba bersihnya sekitar 50 persen dari omzet.
Biaya produksi yang dikeluarkan lebih banyak untuk pembibitan. Setiap satu kg bibit belut super ini dijual seharga Rp 40.000. "Sementara pakannya lebih banyak pakan alami, seperti kodok dan cacing," katanya.
Ia menghindari pemberian pelet karena justru dapat menghambat pertumbuhan belut. Selain budidaya belut hingga siap jual, belakangan ia juga mulai melayani penjualan bibit belut super.
Budidaya belut super belakangan semakin digandrungi. Maklum, selain tingginya permintaan pasar, budidaya belut ini juga tidak sulit. Herman Susilo, pembudidaya belut super dari Malang, Jawa Timur bilang, hal utama yang mesti diperhatikan adalah pemberian pakan.
Menurutnya, asupan pakan akan sangat mempengaruhi pertumbuhan belut. Ia menyarankan, sebaiknya belut super lebih banyak diberikan pakan alami, seperti keong, katak, atau cacing ketimbang pakan buatan. "Pakan alami membantu pertumbuhan lebih cepat," kata Herman.
Dengan pakan alami, belut super bisa lebih cepat dipanen karena pertumbuhannya juga menjadi lebih cepat. Jika diberi pakan buatan, belut super baru bisa dipanen dalam waktu enam hingga tujuh bulan sejak awal dipelihara. "Tapi dengan pakan alami bisa panen setiap tiga hingga empat bulan," jelasnya.
Selain itu, kecukupan pakan juga harus diperhatikan. Sebab, bila jumlah pakan kurang bisa menyebabkan terjadinya kanibalisme antar belut. Untuk itu, ia menyarankan pemberian pakan dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari.
Untuk metode budidayanya sendiri ada dua cara. Yakni, menggunakan media kolam lumpur dan menggunakan bubu bambu di sawah. Herman sendiri menggunakan media kolam lumpur. Langkah pertama yang harus dilakukan tentu menyiapkan kolamnya.  Kolamnya sendiri tak perlu terlalu lebar. Cukup dengan diameter 2x5 meter sudah bisa menampung 50 kilogram (kg) bibit belut. Saat panen, bibit sebanyak itu bisa menghasilkan bobot 250 kg.
Setelah kolam jadi, lalu masukkan gedebok pisang dan jerami. Lalu masukkan pupuk kandang untuk mempercepat pembusukan gedebok pisang dan jerami. "Ketika sudah membusuk bisa jadi santapan tambahan belut," katanya.
Setelah pakan tambahan siap, lalu lanjutkan dengan pemberian lumpur kering. Setelah itu, masukkan air dengan kedalaman minimal 15 centimeter (cm). "Proses pembusukan gedebok pisang dan jerami terjadi sekitar dua minggu setelah air masuk," jelasnya. Setelah terjadi pembusukan, maka benih siap dimasukkan. 

Semoga Bermanfaat!


http://bisniskeuangan.kompas.com

Friday, November 14, 2014

PH Air Perlu Diperhatikan Ketika Musim Hujan

Imbauan untuk memperhatikan derajat keasaman ((pH)) air kolam ikan disaat musim penghujan yang ditujukan kepada petani ikan sebagai upaya untuk mengantisipasi kematian ikan.

 “Pada saat memasuki musim hujan, biasanya air akan terangkat ke permukaan dan menyebabkan perubahan kadar keasamaan kolam yang dapat membuat ikan tidak sehat, bahkan bisa mati,” kata Kepala Balai BenihIkan (BBI) Pangkalpinang, Teguh Sutoto di Pangkalpinang, Senin.

Teguh menjelaskan, karena berat air hujan lebih besar dari pada air kolam, maka air kolam dalam akan naik sehingga menyebabkan kadar ((pH)) rendah dan asam kolam tinggi.

“Pada kondisi normal, (pH) air adalah enam hingga tujuh, pada saat musim hujan biasanya (pH) turun dua hingga empat derajat,” katanya.Teguh mengatakan, nilai (pH) pada air di kolam bagian bawah rendah karena disebabkan oleh banyaknya asam karbon dari sisa metabolisme ikan.

“Kotoran dan sisa makanan ikan yang menumpuk di dasar kolam membuat (pH) rendah dan asam jadi tinggi, saat hujan, semua naik ke atas,” katanya.Oleh sebab itu, Teguh menyarankan, agar kolam ikan diberi kapur untuk menetralkan (pH).“Sebaiknya kolam dikapuri, atau dilakukan sedot amonia, intinya adalah untuk membersihkan kolam dari kotoran ikan,” katanya.

Kota Pangkalpinang telah melirik sektor perikanan budidaya untuk dikembangkan sebagai alternatif dari tingginya konsumsi ikan laut.Hal tersebut dibuktikan dengan terus didorongnya UPT balai benih untuk melakukan pembudidayaan dan pengadaan stok.

Pada 2013, UPT Balai Benih Ikan Lokal Kota Pangkalpinang memperkirakan stok benihikan sebanyak 10.000 benih.

“Hingga sekarang, baru ada 8.000 benih yang nantinya akan ditambah lagi stoknya dalam waktu dekat,” kata Teguh.Meski demikian, Teguh mengatakan, jumlah tersebut masih dapat bertambah dan berkurang sesuai dengan permintaan masyarakat.Adanya BBIL yang dibangun sejak 2007 tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah kota Pangkalpinang untuk menaikkan produksi perikanan budidaya.“Masyarakat bisa mengajukan permintaan benih kemari asal disertai dengan proposal yang jelas, kalau itu dilakukan maka kami siap membantu,” katanya. 

(Sumber : Ciputra , budidaya ikan)



Wednesday, October 22, 2014

Budidaya Ikan Lele Menjanjikan

Peluang bisnis budidaya ikan lele saat ini banyak diminati oleh masyarakat luas, alasan utamanya adalah karena merupakan salah satu bisnis yang menguntungkan. Anda yang masih bingung menentukan untuk berbisnis bisa mencoba untuk memulai bisnis budidaya ikan lele ini.

Banyaknya keunggulan budidaya ikan lele dari pada ikan air tawar lainnya, salah satunya lele dapat dipasarkan dalam waktu 3 bulan saja. Lele juga merupakan salah satu komoditas yang mendukung ketahanan pangan dan gizi nasional. "Saat ini lele juga sudah diekspor dalam bentuk fillet," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto. 

Slamet juga mengatakan bahwa budidaya ikan lele baik dari segi usaha untuk budidaya maupun segi ikan lele itu memiliki banyak kelebihan. Dari segi usaha budidaya, lele dapat di budidayakan dengan mudah, modal yang sedikit juga dengan lahan yang sempit seperti pekarangan rumah.

Olahan dalam berbagai jenis masakan membuat lele menjadi sumber protein yang murah. Serta limbah yang dihasilkan dai olahan lele dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai kerupuk dan abon.

Budidaya ikan lele, saat ini dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan lain oleh nelayan pada saat musim paceklik. "Seperti yang ada di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dan Kabupaten Gianyar, Bali. Nelayan melakukan usaha budidaya lele untuk menambah pendapatan selama nelayan tersebut tidak melaut," ujar Slamet. (Handoyo)


sumber : tribunnews

Wednesday, October 15, 2014

Produktivitas Indukan Ikan Gurame / Gurami Bisa Ditentukan dari Suara

jual benih ikan gurami
Satu lagi inovasi dari beberapa putra bangsa dalam mengembangkan inovasi perikanan. Sebuah inovasi baru di dunia budidaya ikan telah ditemukan, hal ini berkaitan dengan produktivitas ikan gurame dapat ditentukan lewat suara yang dihasilkan. Penemuan ini ditemukan oleh Tim mahasiswa Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB.
Tim penelitian yang menemukan cara mengukur produktivitas ikan gurame berdasarkan suara ini adalah I Gede Mahendra Wijaya, Dhaniyanto Mayrendra Rasyid, dan I Made Teguh Wirayudha, dengan dibimbing oleh dosen pembimbing Dr Ir Sri Pujiyati, MSi itu dilakukan melalui Program Kreativitas Mahasiswa.
Metode yang digunakan untuk penelitian ini menggunakan metode bioakustik, yang biasa digunakan untuk melihat pola dan karakter suara mamalia laut secara umum.
Dilansir dari antaranews, I Gede Mahendra menjelaskan mengaitkan bioakustik dengan produktivitas pada ikan gurame. Menurut dia, hal ini baru yang pertama kalinya dilakukan di Indonesia. Penelitian ini didasarkan pemikiran bahwa perlunya satu metode yang mampu dikembangkan untuk mengetahui mutu indukan ikan gurame yang efektif dan efisien tanpa menyentuh ikan itu sendiri.
Sebenarnya penelitian ini cukup sederhana mereka mendengarkan suara yang dihasilkan oleh ikan dalam beberapa tahap. Kemudian suara yang sudah terekam dianalisa untuk mendapatkan karakteristiknya (frekuensi dan intensitas suara).
Dengan demikian mereka dapat membedakan Karakteristik suara dari masing-masing indukan ikan kemudian dibandingkan dengan jumlah telur yang dihasilkannya. Setelah di amati, ikan yang memiliki produktivitas tinggi memiliki rentang frekuensi dan intensitas yang lebih sempit yaitu 2.952 Hz dan rentang intensitas 19 dB sedangkan ikan yang memiliki produktivitas yang lebih rendah dengan rentang frekuensi maupun intensitas yang lebih lebar yaitu 5.062 hz dan rentang intensitas 30 dB.
Saat ini Teknologi ini tengah dikembangkan, diharapkan mampu memberi solusi bagi pembudidaya ikan gurame agar dapat dengan cepat dan mudah melakukan penyortiran indukan gurame yang unggul tanpa harus menyakiti induk ikan. Dan tentunya dapat meningkatkan pendapatan pembudidaya ikan gurame. Semoga bermanfaat!

Sumber:  usahabudidaya.com


Sunday, October 12, 2014

Jenis Lele G3 Terbaru dan Unggul

Pengembangan strain baru ikan unggul yang dilakukan olah Kementrian Kelautan dan Perikanan terus menerus dilakukan. Sebagai perbaikan mutu genetis, KKP melalui Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi kembali menghasilkan lele unggul G3.

Dinamakan G3 karena merupakan lele generasi ketiga dengan pertumbuhan bobotnya bisa meningkat hingga 40,32% dibandingkan dengan jenis ikan lele sebelumnya, menurut Sharif Cicip Sutardjo (Menteri Kelautan dan Perikanan). "Berdasarkan karakterisasi dan pengujian yang dilakukan sejak tahun 2010, lele G3 mempunyai banyak keunggulan," kata Sharif, dalam siaran persnya, Kamis (3/7).

Pemeliharaannya yang relatif singkat dibandingkan benih lokal membuat jenis ikan lele ini memiliki keunggulan, dalam pemanenan membuktikan bahwa tahap pembesaran untuk mencapai ukuran konsumsi (6-9 ekor/kg) bisa dalam waktu kisaran waktu 45-50 hari dari ukuran benih tebar 5-7 cm dan 7-9 cm. Serta ukurannya yang berseragam relatif tinggi, dengan hasil panen yang siap jual pada tahap pembenihan dan pendederan dalam satu waktu berkisar 70-90% dibandingkan benih lokal yang berkisar 50-70%. "Daya tahan lele G3 terhadap penyakit relatif tinggi. Seperti serangan infeksi parasit Trichodina sp, Dactylogyrus sp dan Gyrodactylus sp serta bakteri Aeromonas hydrophila dan Flavobacterium columnare tanpa pengobatan menggunakan antibiotik masih berkisar 60-90%," jelas Sharif.

Daya tahan jenis ikan lele G3 terhadap lingkungan relatif tinggi juga memberikan nilai keunggulan tersendiri. Sanitasi pada tahap pembenihan, pendederan dan pembesaran uji multilokasi sekitar 10-20% lebih tinggi dibandingkan benih lokal. Daya tahan lele G3 terhadap stress juga relatif tinggi. "Feed Conversion Ratio (FCR) lele G3 juga relatif bagus, pada tahap pendederan berkisar 0,5-0,7 dan pada tahap pembesaran berkisar 0,9-1,0," papar Sharif.


(tribunnews)

Sunday, October 5, 2014

Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB)

Salah satu kunci sukses usaha perikanan adalah penyediaan bibit atau benih ikan yang berkualitas. Dalam menghadapai perdagangan bebas antarnegara yang sebentar lagi akan diberlakukan, menuntut para pelaku pasar untuk meningkatkan daya saing produknya. Para penjual dan penyedia benih ikan dituntut untuk menyediakan benih ikan yang bukan hanya berkualitas, namun juga dengan harga yang murah. Persaingan produk benih ikan bukan hanya dalam tataran lokal, namun juga akan bertarung dengan pesaing dari luar negeri. Apabila pelaku pasar tidak dapat meningkatkan daya saing produknya, bukan tidak mungkin produk-produk dari luar negeri yang berkualitas tinggi dan murah akan membanjiri pasar dalam negeri, dan menjadi idola konsumen lokal.

Untuk dapat bertarung dengan produk-produk perikanan dari luar negeri, kita tentu harus memiliki kualitas produk perikanan yang baik dan juga harga produk yang murah. Nilai kualitas suatu produk didasarkan pada suatu pengakuan system jaminan mutu (standard mutu) pada masing-masing negara berdasarkan transparasi, objektivitas dan kepercayaan. Disamping itu, produk perikanan juga diharapkan aman untuk dikonsumsi dan ramah lingkungan.

Beberapa negara pengimport produk-produk perikanan, memberlakukan aturan yang ketat dan melakukan pemeriksaan sebelum produk perikanan yang masuk ke negaranya beredar bebas. Diantaranya adalah memeriksa residu logam berat dan anti biotik serta kandungan bakteri yang ada. Mereka memberlakukan standard yang ketat dengan memberi nilai ambang batas kandungan-kandungan bahan atau organisme berbahaya tersebut.Jadi jangan pernah mimpi produk benih ikan kita akan diterima pasar bebas, apabila kita masih memelihara lele di kolam yang juga berfungsi sebagai jamban, atau mengobati ikan dengan obat yang mengandung antibiotik tinggi. Mungkin saat ini kita beranggapan bahwa toh produk perikanan kita hanya dijual pada pedagang lokal, jadi tidak masalah apabila masih melakukan hal tersebut. Namun ke depan apabila pasar kita sudah dibanjiri produk perikanan dari Vietnam atau RRC yang terkenal murah dan juga siap olah (berupa fillet), kita baru akan sadar dan mulai memperhatikan masalah mutu.Agar kita tidak terlambat dalam mengantisipasi hal tersebut, ada baiknya apabila kita memulai untuk melakukan sebuah tindakan yang kongkrit dalam meningkatkan mutu produk perikanan kita.

Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB)Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) merupakan sebuah konsep bagaimana memelihara ikan, agar ikan yang kita pelihara nantinya memiliki kualitas yang baik dan meningkatkan daya saing produk, yaitu bebas kontaminasi bahan kimia maupun biologi dan aman untuk dikonsumsi. Disamping itu konsep CBIB juga menolong kita agar dalam proses pemeliharaan ikan menjadi lebih efektif, efisien, memperkecil risiko kegagalan, meningkatkan kepercayaan pelangggan, menjamin kesempatan eksport dan ramah lingkungan. Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 02/MEN/2007 tentang Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB).

Sama halnya dengan CBIB, Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) juga tidak kalah penting, karena benih ikan yang berkualitas merupakan salah satu hal penting dan menentukan berhasil atau tidaknya sebuah kegiatan budidaya ikan.Aspek dalam CBIB/CPIBDalam penerapan CBIB dan CPIB ada 4 Aspek yang harus diperhatikan, yaitu aspek teknis, aspek manajemen, aspek keamanan pangan dan aspek lingkungan. Aspek teknis meliputi kelayakon lokasi dan sumber air, kelayakan fasilitas, proses produksi dan penerapan biosecurity. Lokasi harus bebas banjir dan bebas cemaran, sumber air juga harus diperiksa laboratorium untuk mengetahui kandungan logam berat dan bakteri coliform. Fasilitas juga harus sesuai, diantaranya terdapat gudang pakan dan gudang peralatan yang layak, sarana pengemasan dsb. Proses produksi/pemeliharaan sebaiknya mengacu pada Standard Nasional Indonesia (SNI) dari pemeliharaan sampai pengemasan. Benih ikan harus berasal dari unit pembenihan yang bersertifikasi CPIB, dibuktikan dengan Surat Keterangan Asal (SKA) Benih Ikan. Induk Ikan juga harus berasal dari lembaga yang berwenang memproduksi Induk Ikan, dibuktikan dengan Surat Keterangan Asal (SKA) Induk Ikan. Penerapan biosecurity adalah sebuah upaya agar tempat budidaya/pembenihan tidak terkontaminasi zat-zat atau organisme berbahaya yang dapat mengganggu proses pemeliharaan. Diantaranya adalah dengan membuat pagar keliling, foot bath, sebelum memasuki ruang pembenihan, pencuci roda mobil/motor di pintu gerbang dsb.Aspek manajemen meliputi struktur organisasi dan manajemen serta pengolahan data untuk dokumentasi dan rekaman. Dokumentasi dalam hal ini adalah Standard Operasional Prosedur (SOP) atau Instruksi Kerja, yang merupakan pedoman dalam melaksanakan kegiatan, yang dilengkapi dengan formulir isian untuk mengumpulkan data yang diperlukan selama proses pemeliharaan. Rekaman dalam hal ini adalah merupakan bukti obyektif untuk menunjukan efektivitas penerapan CBIB/CPIB. Contoh rekaman diantaranya adalah pembelian pakan, pengolahan kolam, data kematian, pemberian pakan, pemeriksaan kualitas air dsb.

Aspek keamanan pangan merupakan sebuah ketentuan bahwa dalam memelihara ikan tidak boleh menggunakan obat-obatan/bahan kimia/bioloi yang dilarang yang bisa menyebabkan residu termasuk antibiotik. Obat-obatan yang boleh digunakan adalah obat-obatan yang sudah mendapat ijin dari kementerian kelautan dan perikanan. Demikian juga dengan pakan, pakan yang boleh digunakan adalah pakan yang sudah disertifikasi Kementerian Kelautan dan Perikanan. Apabila pembudidaya/pembenih menggunakan pakan buatan sendiri, maka pembudidaya harus bisa menjelasakan tentang bahan, formula serta proses produksi pakan tersebut dan juga memberikan sejumlah sampel pakan yang diproduksi untuk dianalisis di laboratorium.

Aspek lingkungan adalah sebuah jaminan bahwa kegiatan budidaya/pembenihan ikan kita tidak mencemari lingkungan sekitar. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara mengendapkan air buangan dari proses budidaya/pembenihan ikan kita dalam sebuah bak sebelum dibuang ke perairan umum.

Sertifikasi CBIB dan CPIB

Kementerian Kelautan dan Perikanan saat ini tengah mendorong pelaku usaha budidaya/pembenihan ikan untuk menerapkan CBIB dan CPIB. Bagi para pembudidaya/pembenih yang serius melakukannya, disarankan untuk mengajukan sertifikasi CBIB dan CPIB pada unit usahanya. Untuk memperoleh sertifikat tersebut, tentu ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratan tersebut pastinya tidak jauh dari 4 aspek yang dijelaskan di atas.

Syarat sertifikasi CBIB, diantaranya:

-Lokasi bebas banjir dan cemaran;

-Air tersedia sepanjang tahun dan tidak tercemar;

-Menerapkan biosecurity;

-Pakan bersertifikat, atau melampirkan bahan/formula dan menyerahkan sampel apabila menggunakan pakan buatan sendiri;

-Benih memiliki Surat Keterangan Asal (SKA);

-Mempunyai Standard Operasional Prosedur (SOP) dari pengolahan kolam, pengadaan benih, sampai dengan panen;

Syarat sertifikasi CPIB, diantaranya:

-Surat keterangan dari Desa;

-Lokasi bebas banjir dan cemaran;

-Air tersedia sepanjang tahun dan tidak tercemar (dibuktikan dengan hasil analisis laboratorium);

-Fasilitas unit lengkap (ada gudang, tempat pengemasan dsb)

-Menerapkan biosecurity;

-Pakan bersertifikat, atau melampirkan bahan/formula dan menyerahkan sampel apabila menggunakan pakan buatan sendiri;

-Induk memiliki Surat Keterangan Asal (SKA);

-Mempunyai Standard Operasional Prosedur (SOP) dari pengolahan kolam, pengadaan induk, pemeriksaan kesehatan ikan, emeriksaan kualitas air, sampai dengan panen dan pengemasan;

-Mempunyai data rekaman selama proses produksi;

-Didampingi satu orang bersertifikat Manager Pengendali Mutu (MPM) Perbenihan

Semoga bermanfaat!
sumber: drkurnia.wordpress.com