Friday, March 29, 2013

Cepat Panen, Untung Berlipat ( Lele Masamo )


Ikan lele terpopular di Indonesia salah satunya adalah lele masamo. Ikan lele tersebut termasuk jenis ikan tawar yang memiliki peminat banyak, seperti jenis ikan lele lainnya.
Jenis ikan lele sangkuriang,lele phyton dan lele masamo, semuanya pada dasarnya berasal dari induk ikan lele dumbo. Karena dengan penanganan dan cara budidaya yang berbeda maka lele memiliki varietas.
Lele masamo dibawa ke Indonesia oleh PT Matahari Sakti, yang juga perusahaan pakan lele pada 2010 lalu. Tidak ada yang mengetahui persis dari negara mana lele masamo ini berasal. Ada yang bilang dari Korea Selatan, Thailand atau bahkan Afrika.
Achmad Ananto, seorang peternak lele masamo di Malang, Jawa Timur mengatakan, lele masamo memiliki ketahanan fisik yang lebih kuat dari lele jenis lain.
Lele ini, misalnya, dapat hidup di daerah pegunungan dengan kondisi air dan cuaca yang sangat dingin. Selain fisiknya kuat, lele masamo bisa dipanen lebih cepat.
Pertumbuhan lele ini tergolong cepat karena makannya juga kuat. Achmad bilang, masa panen lele masamo sekitar dua bulan. ” Paling lama 2,5 bulan tergantung penanganan,” katanya.
Sementara masa panen lele jenis lain sekitar tiga bulan. Permintaan lele masamo di pasar juga tinggi. Ia mengaku, setiap panen lele masamo selalu habis diserap pasar.
Achmad memiliki beberapa hektar kolam yang tersebar di daerah Malang. Selain masamo, ia juga mengembangkan lele jenis lain. Khusus lele masamo, dalam sebulan ia bisa menjual 30.000 ekor bibit ukuran 5 centimeter (cm) – 6 cm .
Harga per ekornya sekitar Rp 70. Omzetnya dari usaha budidayalele masamo ini Rp 8 juta, dengan laba bersih Rp 2 juta per bulan.
“Omzet dari lele masamo ini mencapai 30% dari total penjualan seluruh lele jenis lain yang saya kembangkan,” katanya.
Peternak lain adalah Abdul Chafid asal Surabaya, Jawa Timur. Ia memiliki 12 kolam budidaya lele masamo di Pasuruan dan delapan kolam di Sidoarjo. Setiap satu kolam berukuran 2 x 5 meter.
Ia membenarkan, jika tubuh lele masamo lebih cepat tumbuh ketimbang lele jenis lain, sehingga masa panennya jauh lebih cepat.
Chafid bilang, masa panen lele masamo bahkan bisa mencapai 1,5 bulan saja, tergantung pakannya.
Setiap bibit lele masamo ukuran 5 centimeter (cm) dihargainya Rp 150 – Rp 250 per ekor. Selain bibit, ia juga menjual indukan seharga Rp 50.000 – Rp 200.000 per kilogram (kg).
Dalam sebulan, Chafid bisa meraup omzet Rp 100 dengan keuntungan bersih sekitar 10%. Ia mengaku, konsumennya berasal dari berbagai daerah, seperti Kalimantan dan Papua.

.(Sumber : Kontan, budidaya ikan)

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment