Tuesday, February 12, 2013

Harga Pakan Menjadi Habatan Produksi Lele


Sleman - Produksi ikan lele di Kabupaten Sleman, saat ini masih jauh di bawah kebutuhan pasar lele di Daerah Istimewa Yogyakarta akibat mahalnya harga pakan.

Ketua Paguyuban Petani Lele (Patil) Kabupaten Sleman Agus Subagyo, Rabu (1/2) mengatakan produksi lele di Sleman saat ini di bawah enam ton per hari dari kebutuhan 10-12 ton, sedangkan kebutuhan pasar lele di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai 17 ton per hari.

"Dengan hanya menghasilkan produksi lele di bawah enam ton, maka petani lele yang ada di Sleman bisa dikatakan cukup miskin. Karena keuntungan yang dihasilkan sangat minim," katanya.

Ia mengatakan, biaya produksi yang dihabiskan untuk pakan lele besarnya mencapai 70 persen, kemudian untuk pembelian benih mencapai 12 persen.

"Kami membeli pakan dari luar dengan kisaran harga Rp7.000 per kilogram. Dengan harga pakan lele semahal itu, sedangkan harga jual lele yang berkisar antara Rp10.000 hingga Rp11.000 maka petani tidak kembali modal," katanya.

Agus mengatakan, untuk mengurangi biaya produksi yang cukup besar tersebut pihaknya mengharapkan Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan dukungan kepada petani ternak, terutama dalam mendorong produksi pakan ternak sendiri. "Kalau kami mengandalkan pakan ternak luar selamanya produksi lele di Sleman tidak akan berkembang," katanya.

Ia mengatakan, saat ini kelompok taninya memilih untuk membuat produksi pakan lele sendiri berupa pelet dengan berbahan tepung ikan, bekatul, singkong, lele, dan daun-daunan.

"Pelet yang dihasikan sendiri jauh lebih murah, yakni dijual ke sesama petani Rp5.500 per kilogram. Dari pakan lele lokal, lele bisa dihasilkan 60 hari. Kami akan mencoba meningkatkan produksi pakan dari 100 kg per hari menjadi satu ton per hari," katanya.

sumber : imtelkom

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment