antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA,SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

Menyediakan Bibit Belut Dengan Kualitas

antok Farm, Jual Benih Ikan

Menyediakan Bibit nila dengan kondisi baik

Saturday, April 5, 2014

Pakan Lele dari Kotoran Burung Puyuh Hemat 50%

Kabar gembira bagi para peternak ikan lele yang kini bisa mendapatkan harga pakan ternak mereka berkurang 50%. Jika pada umumnya Rp.9000 untuk 1 kg pakan lele, kini cukup dengan Rp.5000, sudah dapat mendapatkan pakan kaya protein bagi lele yang dikembangbiakkan.

Ketua Tim Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPKwu) UNS Ir. Suyono menjelaskan, harga pakan ikan yang mahal mengakibatkan usaha budidaya ikan banyak mengalami kerugian. Padahal, di sisi lain, pemerintah sedang menggalakkan program masyarakat gemar makan ikan.

“Itulah yang memunculkan wacana perlu upaya menemukan pakan lele yang murah dan ramah untuk masyarakat,” ujar Suyono.

Kandungan protein yang tinggi dibandingkan kotoran ayam, membuat kotoran burung puyuh yang tersedia melimpah untuk dimanfaatkan sebagai alternative pakan lele, yang direkayasa oleh Suyono dan timnya

 “Kandungan protein kotoran burung puyuh adalah 21 persen, sedangkan kandungan protein dalam kotoran ayam petelur 11-14 persen,” jelasnya.

kotoran burung puyuh dicampur dengan bulu ayam dan sisa ikan asin. Bulu ayam berfungsi membuat pakan lele dapat mengambang di air. Sisa ikan asin digunakan untuk menambah nafsu makan ikan lele.

Pembuatan pakan lele dengan pemanfaatan limbah organik tersebut, menurut Suryono menggunakan perbandingan 1:1:1. Satu kg kotoran kering burung puyuh dicampur 1 kg bulu ayam yang telah dipresto dan 1 kg ikan asin.

“Setelah dikeringkan, kemudian digiling menjadi tepung dan dicampur. Baru kemudian diproses menjadi pelet,” urai Dosen Fakultas Pertanian UNS itu.

Suryono mengimbuh, bila dijual, pakan lele dari limbah organik dihargai Rp5.000 per kg. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan pakan ikan pada umumnya yang dibanderol Rp8.000-Rp9.000 per kg.

“Tetapi pakan ikan lele hasil ujicoba ini belum dipasarkan. Tetapi hanya sebatas dimanfaatkan oleh UNS sebagai pendampingan peternak ikanlele,” tuturnya.





Monday, March 24, 2014

Cara Perawatan Bibit Lele

Tujuan utama dari perawatan bibit lele yang optimal adalah supaya hasil produksi pada saat dapt ditekan setinggi-tingginya. Bukan hanya maslaah penjualan saja, memiliki indukan dan bibit sendiri akan menambah nilai keuntungan yang sangat besar. Berikut cara perawatan bibit lele :


Bibit Lele Umur 1 - 4 hari

Hari ke-1 hingga ke-4 adalah hari yang paling rawan/kritis bagi anakan ikan lele. Karena parameter air yang berubah - ubah dapat menyebabkan anakan menjadi stress dan bisa mati. Oleh karena itu kita perlu memperhatikan kualitas dan suhu air dengan seksama sebagai prioritas utama dalam perawatan bibit lele. Untuk itu, pada paralon keluarnya air, sebisa mungkin kita lapisi dengan kain atau saringan tipis agar anakan tidak ikut tersedot ke lubang air. Selanjutnya setelah air kita perhatikan, perlu kita kultur atau kita suburkan dengan plankton / makhluk renik kecil sebagai makanan sampingan. Bibit lele usia 1-4 hari masih mendapatkan nutrisi yang cukup dari egg yolk/kuning telurnya sebagai makanan utama

Bibit Lele Umur 5 - 15 hari

Untuk merawat benih yang sudah melewati hari ke-4 yang kuning telurnya sudah habis. Sekarang pemberian pakan sudah relatif mudah. Tidak perlu lagi kita kultur bakteri dan plankton di media. Cukup kita penuhi kebutuhan gizi anakan lele dengan cacing darah / bloodworm atau cacing sutra. Kita tebarkan secukupnya secara merata dan jangan terlalu banyak dua kali sehari. Tetap perhatikan kondisi air dan media. Jika dirasa sudah berbau dan mulai banyak kotoran mengendap di dasar kolam, maka sifon air setengahnya dan ganti dengan air yang baru. 50% air cukup, 70% lebih baik.



Bibit Lele Umur 15 - 25 hari

Setelah lewat dua minggu pertama, anakan lele sudah bisa kita kenalkan dengan pelet ikan lele. Yaitu pelet serbuk. Disarankan untuk diberikan 4x sehari sebanyak 30% dari benih. Untuk takaran sesuaikan dengan kondisi lele, jika masih lahap berarti perlu kita perbanyak. Kita juga dapat memberikan sedikit demi sedikit namun terus menerus, tapi jangan sampai melebihi takaran yang sudah kita buat. Teknik pakan ini sudah sangat umu digunakan oleh orang-orang yang ternak lele. Bibit lele pada usia menjelang satu bulan sudah mulai besar dan jika kita lupa melihat kepadatan kolam, maka akan terjadi kanibalisme dan kurangnya nutrisi dalam air. Oleh karena itu kita siapkan media/kolam yang selanjutnya untuk memindahkan bibit dan mengurangi kepadatan pada media danbibit ikan lele dapat tumbuh optimal.



Bibit Lele Umur 25 - 30 hari

Benihikan lele sudah dapat kita berikan pakan berupa pelet berukuran kecil F-1000. Pemberian pakan yang dianjurkan adalah 3x sehari. Benih yang tumbuh besar dengan cepat hendaknya kita seleksi dan kita pindahkan ke kolam yang baru demi menghindari persaingan dengan anakan lele yang berukuran jauh lebih kecil. Itu juga berguna untuk menghindari kolam yang sudah terlalu padat oleh bibit ikan lele.



Bibit Lele Umur 30 - 40 hari


Proses ini sudah bisa disebut pemanenan. Yaitu proses seleksi total bibit lele yang berukuran lebih besar. Seleksi dapat kita lakukan beberapa kali sehari dengan melihat ukuran lele. Usahakan untuk menyeleksi pada pagi hari dan sore hari agar ikan tidak merasa terancam dan menghindari stress akibat kahadiran manusia . Dan untuk pakan pelet kecil sudah bisa kita naikkan menjadi F-999. Lele berukuran 5-6 sudah bisa kita dapatkan saat itu.

Thursday, March 20, 2014

Potensi Budidaya Belut Di Kabupaten Sleman Yogyakarta

Sulitnya pasokan belut mentah yang biasa didapat dari petani lokal membuat pengembangan makanan olahan belut di Kabupaten Sleman ini sedikit terhalang.

Kebutuhan belut di Sleman seluruhnya masih dipenuhi pasokan luar kota. Belut didatangkan dari wilayah Klaten, Purworejo, dan Jawa Timur.

“Pasokan dari lokal belum bisa terus-menerus karena belum ada budidaya,” ujar Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Sleman, Widi Sutikno dikonfirmasi, Sabtu (15/3).

Budidaya belut dinilai belum menjadi pilihan masyarakat Sleman. Selama ini, perikanan air tawar masih terkonsentrasi pada budidaya nila, udang, dan gurame. Kalaupun ada pasokan belut lokal, budidaya masih bersifat sambilan.

Meski demikian, permintaan belut yang terus melonjak di Sleman dinilai Widi bisa menjadi pemicu budidaya setempat. Sleman saat ini telah memiliki pusat kuliner belut di Kecamatan Godean. “Ini prospek pasar yang bagus,” ungkap Widi.

Pembuatan budidaya belut di Sleman diakui Widi membutuhkan waktu cukup panjang. Budidayabelut dinilai lebih sulit dibandingkan dengan jenis ikan air tawar lainnya seperti nila dan gurame. Namun, budidaya belut masih memungkinkan dikembangkan di Sleman.

Pedagang olahan belut di Godean, Rani mengungkapkan satu kali produksi kripik membutuhkan hingga 1 kuintal belut mentah. Harga belut mentah mencapai Rp 30 ribu perkilogram yang dipasok dari Lumajang dan Klaten. Setelah diolah menjadi kripik, harga belut melonjak menjadi Rp 80 ribu per kilogram.

Kepala Kecamatan Godean, Ahmad Yuno Nurkaryadi mengungkapkan wilayahnya sudah lama dikenal sebagai sentra kuliner belut. Makanan olahan belut tersebut menambah potensi wisata wilayah setempat. “Wisata kuliner belut masih berpotensi dikembangkan di Godean,” ujarnya.(Sumber : Republika , budidaya ikan)



Friday, March 7, 2014

Peternak Lele Yang Untung 10 Juta / Hari

Pasar ikan di Indonesia yang masih tergolong besar, membuat para pembudidaya ikan lele menjadi lebih tekun untuk mendapatkan laba yang besar. Seperti dialami Kelompok Pembudi Daya IkanLele Kersa Mulia Bakti, yang menerima permintaan harian sampai 6 ton.

Seorang pembudidaya ikan lele warga Cirebon, Jawa Barat, Suganda mengaku dengan budidaya ikan lele Ia bisa menghasilkan keuntungan yang sangat lumayan besar, bisa menghasilkan ratusan juta pertahuan. “Karena dalam satu hari hasil panen bisa mencapai 4-5 ton perhari atau dengan keuntungan bersih sekitar Rp 10 juta, bila harga satu kilogram lele sebesar Rp 12 ribu per kg,” katanya di tempat kolam budidaya Kelompok Kersa Mulia Bakti di Cirebon.

Atas keuntungan tersebut, ia bisa membayar premi asuransi sebesar Rp15 juta per bulan karena membudidayakan ikan lele. Menurut pria berusia 43 tahun ini, bisnis budi daya lele yang dijalaninya sejak 15 tahun lalu membuahkan hasil yang lebih dari lumayan sehingga mampu membayar premi sebesar itu.Sebelum budidaya lele Suganda pernah membudidayakan ikan emas, namun gagal karena kesulitan mencari pakan dan banyak yang terkena wabah sehingga sering gagal panen. Setelah gagal barulah Ia pindah ke budidaya lele.

Awalnya ia hanya sendirian dalam budidaya ikan lele, tetapi karena perkembangannya yang bagus sehingga mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Kesuksesan ini pun ia tularkan ke para pembudi daya yang tergabung dalam Kelompok Pembudidaya Ikan Lele Kersa Mulia Bakti yang beralamatkan di Desa Kertasura Blok 3, Jalan Sunan Gunungjati, Kapetakan, Cirebon.

Saat ini jumlah anggota kelompok pembudidaya lele Kersa Mulia sebanyak 29 orang. Dari 29 anggota yang juga menuai sukses, 95% sudah mempunyai asuransi. Menurut Suganda itu wajar karena omzet harian kelompok bisa mencapai Rp39 juta. Satu peternak bisa memperoleh untung bersih Rp6 juta hingga Rp10 juta per hari.

“Dulu usaha budidaya lele belum ada yang berminat. Saya saja sendirian. Lalu lima tahun kemudian muncul yang ikut dan dari yang hanya puluhan kolam, sekarang sudah ada 400 kolam di lahan seluas 35 hektare,” ungkap Suganda.

Diceritakan, 400 kolam dalam sehari bisa panen sekitar 4-5 ton dan dibeli oleh pelanggan yang berasal dari Jakarta, Bandung, dan Tegal. Namun Suganda me­ngatakan sering kali pihaknya justru tidak bisa memenuhi kebutuhan pelanggan. Permintaan rata-rata dalam satu hari sebenarnya bisa mencapai 6 ton.

“Untuk bisa tingkatkan produksi, tentu harus ada tambahan kolam. Nah, masalahnya adalah ketersediaan lahan. Warga sekitar biasanya hanya kalau butuh uang banyak saja baru mau jual tanah,” kata Suganda.

Sementara jika mencari lahan di luar Kabupaten Cirebon, Suganda mengatakan ia dan para rekannya harus memastikan kondisi lingkungan.

“Maksudnya kalau misalnya budidaya di Semarang, masyarakat di sana belum tentu cocok. Selain itu juga pertimbangannya soal keamanan,” tandasnya.

 (Sumber : InfoPublik, budidaya-ikan)


Saturday, March 1, 2014

Najawa, Ikan Mas Merah Varietas Unggul Asal Cangkringan, Yogyakarta

Jual Ikan Mas Murah

Dinas Kelautan dan Perikanan DIY melalui Balai Pengembangan Teknologi Kelautan dan Perikanan (BPTKP) Cangkringan berhasil melegalkan ikan mas merah Cangkringan sebagai ikan varietas unggul nasional.

Kepala BPTKP Cangkringan, Ir Dwijo Priyanto MMA menerangkan, ikan mas merah Cangkringan merupakan ikan lokal yang dimiliki BPTKP sejak 1970. Diperkirakan, ikan jenis ini memiliki jarak kekerabatan yang jauh dengan ikan mas jenis lain. "Berdasar karakteristik genetik dengan uji DNA, ikan mas merah Cangkringan sangat jauh kekerabatannya dengan ikan mas Rajadanu, Majalaya, Sinyonya, Wildan dan Sutisna. Jadi bisa dikatakan ikan ini masih benar-benar murni jenisnya dan berasal dari Cangkringan," ungkapnya kepada KRjogja.com di kantornya, Kamis (27/02/2014).


Menurut Dwijo, keunggulan lain ikan ini ialah memiliki ciri khas warna merah menyala dengan bentuk tubuh bulat memanjang. Maka tak heran jika ikan mas merah dewasa bisa tumbuh seberat 4 kilogram dan panjangnya bisa mencapai 50 centimeter.
"Sejak 2010 hingga 2013 ikan ini kami uji karakteristiknya, baik pertumbuhan, produksi dan ketahanannya terhadap penyakit. Setelah diajukan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, ikan mas merah Cangkringan lolos uji pada November 2013. Hingga mendapatkan legalitas dari pemerintah sebagai ikan varietas unggul nasional," jelas Dwijo seraya menambahkan bahwa setelah lolos uji akhirnya Gubernur DIY Sri Sultan HB X memberi nama 'Ikan Mas Merah Najawa'. Najawa singkatan dari Mina Jogja Istimewa.


Sumber: KRJogja

Sunday, February 23, 2014

Biji Jarak Potensi Pakan Ikan, Dosen UMM

Sudah tidak asing lagi bagi masyarakt luas mengenai biji jarak. Biji jarak sudah biasa menjadi bahan baku untuk pembuatan bahan bakar. Ternyata disamping pembuatan bahan bakar limbah yang dihasilkan dapat diubah menjadi bahan baku pakan ikan yang memiliki sumber protein yang sangat ekonomis, menurut Reza Rahman Hakim S.Pi, M.Sc.,Dosen Jurusan Peternakan FPP UMM telah membuktikan hal tersebut melalui penelitiannya. Berkat hasil temuannya itu pula, dosen asal Bojonegoro itu berhasil menyandang gelar Master of Science dari Department of Aquaculture, Kasetsart University, Thailand.

Idenya itu muncul ketika melihat kenyataan di Indonesia mengenai kurangnya bahan pakan sumber energi. Menurutnya, bungkil kedelai dan tepung ikan sebagai sumber protein saat ini mulai sulit didapatkan dan keberadaannya bersaing dengan kebutuhan manusia. Didasari oleh hal itu, tambahnya, sangat perlu ada bahanbaku pakan ikan sumber protein yang bisa menggantikan fungsi bungkil kedelai yang mahal tersebut.

“Setelah diambil minyaknya, limbah bungkil biji jarak itu terbuang dan tidak termanfaatkan. Ternyata limbah ini mampu mengganti 75 % tepung kedelai, tentu ini sangat efisien dan ekonomis,” Ujar peraih beasiswa luar negeri Dikti itu.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, agar dapat dijadikan pakan, bungkil biji jarak tersebut harus dilakukan detoksifikasi terlebih dahulu untuk menghilangkan kandungan toksin dan zat anti nutrisinya. Pada proses itu, Ia bekerja sama dengan Departemen Kimia, Kasetsart University.

Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa kandungan protein kasar bungkil biji jarak hampir sama dengan bungkil kedelai. “Ternyata kandungan asam amino bungkil bijijarak juga lebih baik daripada bungkil kedelai” Tambah Dosen yang pernah menjadi penyaji terbaik penelitian dosen muda Kopertis VII tersebut.

Bungkilbiji jarak menurutnya masih sangat langka diterapkan di Indonesia. Hal itu semakin meyakinkannya akan potensi yang besar untuk mengembangkannya. Kedepan Ia berencana akan terus mengembangkan penelitiannya itu hingga bisa dimanfaatkan secara luas pada dunia perikanan.

“Apalagi kedepan UMM akan mengembangkan unit produksi biodiesel biji jarak, tentu ini adalah hal yang sangat strategis untuk terus dikembangkan sehingga benar-benar bisa terintegrasi dan zero waste,” paparnya.

Melalui studinya di negeri Gajah Putih itu, Ia juga memaparkan bahwa kemajuannya dalam mengelola sektor budidaya perikanan patut dicontoh oleh Indonesia. Disana, terangnya, semua peternak ikan mulai skala kecil hingga skala industri telah menerapkan tata cara beternak ikan yang baik atau Good Aquaculture Practice. Selain itu, hubungan yang baik antara universitas dan stakeholder juga sangat terlihat.

 (Sumber : umm.ac.id,budidaya-ikan)


Monday, January 27, 2014

Beberapa Tips Kolam Ikan Bocor

Kebocoran kolam ikan akan memperburuk keindahan taman rumah, kebocoran akan membuat air merembes, lama kelamaan airnya habis dan akan membuat kerak kotor pada kolam.

Kebocoran bisa diatasi dengan cara menambalnya. Tambal yang bocor, airnya pun tak menyusut. Tentu cara menambalnya ada triknya. Anda tidak bisa sembarang. Misalnya, ikan yang ada di kolam harus dipindah dulu.

Kemudian, kebocoran bisa ditambal. Jika keliru, ikan kesayangan Anda bakal stres. Lama-lama, bisa tewas. Simak lima langkah mudah untuk menambal kolam bocor berikut!

·         Pindahkan ikan-ikan ke tempat yang aman, keringkan kolam.
·         Perhatikan dan beri tanda setiap lapisan dinding semen yang berlubang, retak, dan yang Anda curigai sebagai titik kebocoran kolam. Jangan sampai terlewat satu titikpun karena Anda harus mengulang dari awal bila ada yang terlewat.

·         Perhatikan kebocoran yang ditemukan apakah semen di sekitarnya juga terdapat retakan lembut atau keropos. Bersihkan bagian tersebut sampai tidak ada lagi semen yang keropos, kemudian ditambal dengan semen. Lakukan langkah ini pada setiap kebocoran yang Anda temukan.

·         Biarkan kolam hingga semen tambalan benar-benar kering. Isi kembali kolam dengan air di atas tanda yang kita buat. Tunggu beberapa jam apakah air di kolam kita berkurang.
·         Bila tidak berkurang, isi penuh kolam dan tunggu hingga 2-3 jam. Kemudian kosongkan kolam, sambil dibersihkan, barulah diisi air kembali dan ikan dapat dilepas ke kolam baru tersebut.

 (Sumber : Tribun News, budidaya ikan)

Wednesday, December 25, 2013

PH Air Perlu Diperhatikan Ketika Musim Hujan

Imbauan untuk memperhatikan derajat keasaman ((pH)) air kolam ikan disaat musim penghujan yang ditujukan kepada petani ikan sebagai upaya untuk mengantisipasi kematian ikan.

 “Pada saat memasuki musim hujan, biasanya air akan terangkat ke permukaan dan menyebabkan perubahan kadar keasamaan kolam yang dapat membuat ikan tidak sehat, bahkan bisa mati,” kata Kepala Balai BenihIkan (BBI) Pangkalpinang, Teguh Sutoto di Pangkalpinang, Senin.

Teguh menjelaskan, karena berat air hujan lebih besar dari pada air kolam, maka air kolam dalam akan naik sehingga menyebabkan kadar ((pH)) rendah dan asam kolam tinggi.

“Pada kondisi normal, (pH) air adalah enam hingga tujuh, pada saat musim hujan biasanya (pH) turun dua hingga empat derajat,” katanya.Teguh mengatakan, nilai (pH) pada air di kolam bagian bawah rendah karena disebabkan oleh banyaknya asam karbon dari sisa metabolisme ikan.

“Kotoran dan sisa makanan ikan yang menumpuk di dasar kolam membuat (pH) rendah dan asam jadi tinggi, saat hujan, semua naik ke atas,” katanya.Oleh sebab itu, Teguh menyarankan, agar kolam ikan diberi kapur untuk menetralkan (pH).“Sebaiknya kolam dikapuri, atau dilakukan sedot amonia, intinya adalah untuk membersihkan kolam dari kotoran ikan,” katanya.

Kota Pangkalpinang telah melirik sektor perikanan budidaya untuk dikembangkan sebagai alternatif dari tingginya konsumsi ikan laut.Hal tersebut dibuktikan dengan terus didorongnya UPT balai benih untuk melakukan pembudidayaan dan pengadaan stok.

Pada 2013, UPT Balai Benih Ikan Lokal Kota Pangkalpinang memperkirakan stok benihikan sebanyak 10.000 benih.

“Hingga sekarang, baru ada 8.000 benih yang nantinya akan ditambah lagi stoknya dalam waktu dekat,” kata Teguh.Meski demikian, Teguh mengatakan, jumlah tersebut masih dapat bertambah dan berkurang sesuai dengan permintaan masyarakat.Adanya BBIL yang dibangun sejak 2007 tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah kota Pangkalpinang untuk menaikkan produksi perikanan budidaya.“Masyarakat bisa mengajukan permintaan benih kemari asal disertai dengan proposal yang jelas, kalau itu dilakukan maka kami siap membantu,” katanya. (Sumber : Ciputra , budidaya ikan)



Saturday, December 7, 2013

Kenaikan Harga Ikan Patin Di Palembang

Di Kota Palembang harga ikan naik terutama ikan patin di beberapa pasar tradisional. Kenaikan harga ikanpatin mencapai Rp.12.000-Rp.13.000 per kg, padahal sehari sebelumnya Rp 11.000 per kg, menurut pantauan Kabar Sumatera Rabu (4/12). Menurut pedagang mengaku harga ikan patin telah terjadi kenaikan selama beberapa hari.
Peningkatan harga tersebut dilakukan para pengepul sehingga para pengecer terpaksa menyesuaikan. ”Kenaikan harga ini umumnya dipicu pasokan ikan patin dari produsen sangat terbatas, sedangkan permintaan dari konsumen tetap stabil. Kalau suplai stabil, harga bisa terkendali,” kata Mukmin, pedagang di pasar tradisional 16 Ilir, Palembang.
Di Kota Palembang cenderung bermacam-macam harga ikan patin yang dijual oleh para pengecer. Harga ikan Rp 11.00 per kg misalnnya yang berada di Pasar Simpang Sungki, Rp 12.500-Rp.13.000 per kg di Pasar Cinde dan Rp 11.500 per kg di Pasar 16 Ilir.
Sementara itu, harga ikan air tawar lainnya tercatat masih stabil. Harga ikan sepat ukuran sedang, misalnya, masih Rp 12.000 per kilogram dan ikan lele lebak Rp 11.000 per kilogram. Namun, ikan gabus ukuran sedang kini mulai meningkat menjadi Rp 18.500 per kilogram.
Sedangkan Amir, pedagang di pasar Suak Bato mengatakan, meningkatnya harga ikan air tawar di pasar tradisional Kota Palembang, karena pasokan dari daerah sentra produksi berkurang, sementara permintaan konsumen stabil. “Sejak beberapa hari terakhir harga aneka ikan air tawar tinggi, karena nilai tebus dari pedagang pengumpul lebih mahal dari sebelumnya,” katanya.
Menurut dia, harga ikan sepat ukuran sedang dipatok kisaran Rp 20 ribu per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp16 ribu per kg, ikan gabus ukuran sedang Rp 55 ribu per kg, sebelumnya Rp 50 ribu per kg, ikan mujair dari Rp 24 ribu menjadi Rp 26 ribu per kg.
Selain pasokan kurang lancer, juga nilai tebus dari pedagang pengumpul lebih tinggi disbanding sebelumnya, sehingga menjual kembali ke konsumen disesuaikan.
Ia mengatakan sekarang ini ada beberapa jenis ikan air tawar sama sekali tidak ada pasokan dari pedagang pengumpul, seperti ikan lais dan toman. 

Sumber : Kabar Sumatra


Tuesday, December 3, 2013

Rumah Susun Sebagai Pembiakan Lele

Terdengar aneh dengan keberadaan rumah susun untuk lele, tapi rumah susun yang satu ini besutan para mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dinamakan Rusle. Miftahudin Nur Ihsan, Arry Darmawan, Desiana Nur Fajari (dari Prodi Pendidikan Kimia), serta Anang Prasetyo, Rahmat Widadi (dari Prodi Pendidikan Teknik Elektronika) adalah mahasiswa yang memiliki ide untuk melakukann pembiakan lele dengan menggunakan teknik kolam lele bersusun.
Menurut Ihsan, Kecamatan Banguntapan adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bantul yang berada di dataran rendah dengan sebagian besar penduduk berprofesi sebagai petani. Namun, berkurangnya lahan pertanian membuat sebagian masyarakat kehilangan mata pencaharian.
Sebagai alternatif, masyarakat di daerah tersebut dapat memanfaatkan sektor perikanan, terutama karena lahan itu memiliki saluran air yang memadai. Budidaya ikan lele pun menjadi salah satu prospek tinggi yang memungkinkan untuk dilakoni masyarakat setempat.
Kendala yang dialami oleh para pengelola adalah hasil produksi yang tidak sesuai dengan permintaan konsumen. Dengan adanya teknologi Rusle (Rumah Susun Lele) pun diharapkan mampu menjawab masalah keterbatasan lahan kolam ikan tersebut.
“Sistem pembesaran lele dengan kolam bertingkat adalah sistem pembesaran lele dengan memanfaatkan teknologi elektronika dan ilmu sipil. Disebut kolam bertingkat karena pada sistem ini kolam dibuat bertingkat seperti rumah susun,” ujar Ihsan, seperti dilansir oleh Okezone, Kamis (13/6/2013).
Dia mengungkapkan, bahan kolam berupa fiber berbentuk lingkaran dan memiliki pondasi dari logam antikarat. Kolam bertingkat memiliki kelebihan yaitu akan menambah padat tebar bagi pembesar lele serta memiliki sistem pakan otomatis sehingga akan memudahkan seorang pengguna untuk membesarkan lele mereka.
Cara kerja alat pakan otomatis tersebut berbasis ATMega8 berfungsi sebagai timer yang dapat diatur sebagai pewaktuan otomatis pemberian pakan pada kolam ikan. “Pertama, alat harus diatur “Date” dan “Time” yang berfungsi untuk menunjukkan hari dan tanggal. Sementara time berfungsi untuk mengatur waktu dan delay kerja alat yang diinginkan dan berapa kali alat akan bekerja setiap hari,” paparnya.
Ketika jam sudah menunjukkan sesuai dengan waktu yang diset untuk kerja alat, alat akan mengaktifkan motor pengerak yang akan membuka lubang saluran yang mengalirkan makanan pada kolam ikan. Lubang saluran akan tetap terbuka selama waktu delay yang telah diatur oleh penguna.
“Setelah itu alat akan memberikan sinyal yang menfungsikan motor untuk kembali menutup lubang saluran pakan ikan. Alat tersebut akan berfungsi ulang pada waktu yang sama apabila pengguna tidak mengubah pengaturan waktunya,” imbuh Ihsan. 
Sumber : Okezone


Sunday, November 10, 2013

Kolam Terpal Semakin Diminati Petani Ikan Lele, Nila, Mas di Pontianak (Kalimantan Barat)

kolam terpal benih ikan

Salah satu usaha di sektor perikanan darat yang menjadi primadona dan digemari oleh masyarakat adalah kolam terpal. Kolam ini memiliki potensi besar, jenis usaha ini juga sangat mudah dilakukan oleh masyarakat karena tidak harus ditempatkan dilokasi yang besar. Di lahan sempit, kolam terpal pun bisa dibuat. Heri Irawan, Landak
JAIDU misalnya. Ketua Unit Perbenihan Rakyat (UPR) Babanto tidak merasa heran kalau saat ini upaya pengembangan kolam terpal yang ada di daerah Landak sudah cukup diminati oleh masyarakat. Beberapa Desa yang juga sudah menjadi binaan kelompok ini."Usaha ini sudah cukup di minati oleh masyarakat termasuk ibu-ibu juga sudah mengembangkan usaha ini dan sampai saat ini sudah mulai berhasil," tuturnya.
Terkait dengan perkembangan pengembangan usaha tersebut, pihaknya dari UPR Babanto, secara terus menerus akan memberikan dukungan dan penyuluhan kepada masyarakat khususnya yang sudah bergabung dengan kelompok tersebut. Kedepan, lanjutnya,  pengembangan usaha ini tidak hanya berkembang di beberapa Desa saja melainkan juga bisa di kembangkan di daerah lain di Kabupaten Landak.
"Awalnya bukan sebagai usaha pokok melainkan mungkin ada yang hobby tetapi kita yakin setelah usaha tersebut berhasil dan di rasakan oleh yang bersangkutan maka usaha ini akan bisa beralih menjadi usaha pokok artinya hasil tersebut sudah dapat di rasakan oleh masyarakat,"tuturnya.Seraya juga menambahkan bahwa dengan adanya pengembangan usaha ini kedepan dapat akan menambah penghasilan keluarga.
Apalagi yang lebih banyak berperan dan menjadi anggota ini adalah ibu-ibu sehingga akan lebih fokus mengingat keseharian kegiatan ibu-ibu lebih banyak di rumah sehingga pemeliharaan ikan akan lebih optimal. Jenis ikan yang bisa dibudidayakan di sini pun cukup beragam. Mulai dari ikan lele, ikan mas, ikan nila, ikan gurami, ikan bawal, ikan tawes, ikan patin hingga jenis lainnya.
sumber: pontianak post

Friday, October 11, 2013

Pakan Lele Dengan Kotoran Puyuh

Kabar gembira bagi para peternak ikan lele yang kini bisa mendapatkan harga pakan ternak mereka berkurang 50%. Jika pada umumnya Rp.9000 untuk 1 kg pakan lele, kini cukup dengan Rp.5000, sudah dapat mendapatkan pakan kaya protein bagi lele yang dikembangbiakkan.
Ketua Tim Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPKwu) UNS Ir. Suyono menjelaskan, harga pakan ikan yang mahal mengakibatkan usaha budidaya ikan banyak mengalami kerugian. Padahal, di sisi lain, pemerintah sedang menggalakkan program masyarakat gemar makan ikan.
“Itulah yang memunculkan wacana perlu upaya menemukan pakan lele yang murah dan ramah untuk masyarakat,” ujar Suyono.
Kandungan protein yang tinggi dibandingkan kotoran ayam, membuat kotoran burung puyuh yang tersedia melimpah untuk dimanfaatkan sebagai alternative pakan lele, yang direkayasa oleh Suyono dan timnya
 “Kandungan protein kotoran burung puyuh adalah 21 persen, sedangkan kandungan protein dalam kotoran ayam petelur 11-14 persen,” jelasnya.
kotoran burung puyuh dicampur dengan bulu ayam dan sisa ikan asin. Bulu ayam berfungsi membuat pakan lele dapat mengambang di air. Sisa ikan asin digunakan untuk menambah nafsu makan ikan lele.
Pembuatan pakan lele dengan pemanfaatan limbah organik tersebut, menurut Suryono menggunakan perbandingan 1:1:1. Satu kg kotoran kering burung puyuh dicampur 1 kg bulu ayam yang telah dipresto dan 1 kg ikan asin.
“Setelah dikeringkan, kemudian digiling menjadi tepung dan dicampur. Baru kemudian diproses menjadi pelet,” urai Dosen Fakultas Pertanian UNS itu.
Suryono mengimbuh, bila dijual, pakan lele dari limbah organik dihargai Rp5.000 per kg. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan pakan ikan pada umumnya yang dibanderol Rp8.000-Rp9.000 per kg.
“Tetapi pakan ikan lele hasil ujicoba ini belum dipasarkan. Tetapi hanya sebatas dimanfaatkan oleh UNS sebagai pendampingan peternak ikan lele,” tuturnya.

 sumber : budidaya ikan, okezone


Wednesday, August 28, 2013

Sederhana Membuat Pelet Ikan

Dengan pakan buatan sendiri akan bersifat pelengkap atau sebagai tambahan untuk memenuhi kebutuhan energy ikan. Pakan tersebut hanya perperan penting sebagai penyedia energy, pakan ini hanya bersifat komersial buatan pabrik atau pelengkap bagii pakan alami yang tersedia dalam kolam  tersebut.
Pembuatan pakan untuk ikan gurami relative mudah, sebab ikan gurami dikenal herbivore, yakni sebagai pemakan tumbuhan. Oleh karena itu bahan-bahan untuk membuat pakan gurami dapat menggunakan tumbuh-tumbuhan yang terdapat di lingkungan kita. Kita dapat menggunakan daun singkong, kedelai,atau daun lainnya yang disukai oleh gurami. Untuk mengujinya maka daun tersebut bisa kita berikan langsung kepada ikan gurami, jika respon yang diberikan positif (ikan mau memakannya) berarti daun tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku pakan
Tanaman dari kelompok Leguminosa sudah sering digunakan sebagai bahan makanan ternak, baik daun maupun biji-bijiannya. Bahan-bahan ini mengandung protein yang cukup tinggi, yaitu sekitar 20 – 30 %.  Kita perlu mengolah terlebih dulu bahan baku tersebut agar dapat menghilangkan atau mengurangi dampak negatif dari senyawa anti nutrisi yang terdapat di dalamnya. 
Dengan  merendam daun / biji-bijian dalam air dicampur kapur selama 24 jam, atau dengan merebusnya di dalam air  selama 1 jam.  Proses ini akan melarutkan sebagian senyawa anti nutrisi tetapi juga akan menghilangkan sebagian dari vitamin yang terkandung di dalamnya.
Setelah itu bahan-bahan tersebut digiling hingga halus.  Untuk menggiling biji-bijian dapat menggunakan gilingan kopi, sedangkan untuk daun-daunan harus dicincang terlebih dulu sebelum digiling.  Meskipun mempunyai nilai gizi tinggi, tetapi karena mengandung berbagai senyawa anti nutrisi maka penggunaanbahan baku ini untuk pakan ikan terbatas maksimum 10 kg/100 kg pelet.
Sumber protein hewani yang biasanya mudah didapat adalah bekicot dan keong (Mollusca).  Mollusca mengandung protein tinggi, bisa mencapai 60 % (menyamai tepung ikan), selain itu  juga mengandung lemak dan asam-asam lemak yang dibutuhkan sebagai sumber energi bagi ikan.  Kandungan lemak keong dan sejenisnya biasanya sekitar 6 %. 
Untuk memanfaatkan hewan ini terlebih dulu harus dikeluarkan dari rumahnya (cangkang), cara sederhana adalah dengan memecah “rumahnya” dan mengambil dagingnya, atau dapat dilakukan dengan merebus dalam air selama 15-20 menit.  Setelah itu keong atau bekicot dipotong-potong lalu dimasukkan dalam gilingan daging.  Prosentase yang digunakan sekitar 5-10 kg/100 kg pelet yang dibuat.
Untuk merekatkan campuran bahan baku yang digunakan menjadi bentuk pelet kita memerlukan bahan yang mengandung kanji, seperti tapioka, tepung jagung, tepung beras, atau tepung terigu.  Bahan yang paling murah sudah tentu tapioka atau limbah industri tapioka.  Bahan-bahan ini sudah berbentuk tepung sehingga mudah menggunakannya.  Agar dapat berfungsi sebagai perekat maka bahan yang mengandung kanji perlu dicampur dengan air panas.  Jumlah yang diperlukan bisa mencapai 25-30 kg/100 kg pelet. 
Dedak juga bisa digunakan sebagai sumber energy bagi ikan gurami dengan jumlah penggunaan antara 15-25 kg/100 kg pellet.



sumber : trobos

Friday, August 23, 2013

Kualitas dan Aroma Pakan Ikan

Salah satu yang menjadi perhatian pembudidaya ikan adalah aroma atau bau pakan, biasanya bau pakan yang kurang tajam tidak disukai pembudidaya. Arom pakan berasal dari bahan baku yang terkandung dalam pakan karena kesesuaian resep atau formula dari pakan tersebut.

Sumber nabati seperti dedak, tepung kedelai, tepung gadum dan lainnya biasanya memiliki kandungan protein yang rendah. Unsur kandungan hewani yang rendah membuat aroma tidak amis. Tetapi jika pakan sudah berumur lama akan berbau apek.  Ikan nila, lele atau mas disarankan tidak diberikan pakan tersebut, tetapi diberikan untuk ikan.

Bau amis pada pakan ikan terutama berasal dari tepung ikan atau tepung cumi. Tepung tulang yang sering digunakan sebagai sumber protein pada pakan ikan tidak banyak berperan dalam menghasilkan bau amis pada pakan.

Meskipun pakan berbau amis tetapi tidak selalu berhubungan langsung dengan nafsu makan ikan.Adakalanya ikan lebih tertarik pada bau pakan tertentu meskipun baunya tidak terlalu amis. Minyak ikan dan minyak cumi merupakan atraktan yang baik, tetapi bau yang dihasilkan tidak amis seperti tepung ikan. Tepung ikan yang sudah terfermentasi atau mengalami pembusukkan akan menghasilkan bau amis yang lebih tajam, tetapi mutu proteinnya mungkin sudah menurun sehingga kualitas pakan yang dihasilkan kurang baik.

Bau pakan yang khas akan meningkatkan nafsu ikan, artinya ikan akan terangsang dengan cepat untuk mengonsumsi pelet yang diberikan. Tetapi jumlah pakan yang dimakan oleh ikan bergantung dari nilai nutrisi yang terkandung di dalam pakan. Ikan bisa saja makan dengan cepat dan terlihat rakus, tetapi akan segera berhenti makan jika dirasa sudah “kenyang”.

Sementara itu pertumbuhan ikan bergantung dari nilai gizi pakan yang dikonsumsinya dan tidak berhubungan dengan jumlah pakannya atau kecepatan dari ikan tersebut menghabiskan makanan. Meskipun ikan terlihat rakus dan makanan cepat habis tetapi belum tentu pertumbuhannya lebih baik.

Meskipun demikian kita menyadari bahwa jika pakan yang diberikan dapat cepat dimakan oleh ikan maka pakan tidak terbuang dengan percuma. Bahan yang mudah larut, seperti vitamin, tidak akan terbuang ke dalam air dengan sia-sia karena pakan cepat dimakan oleh ikannya. Jadi pakan akan lebih efisien dan air kolam tidak cepat rusak karena pakan yang terbuang.

sumber : trobos


Wednesday, July 10, 2013

Cara Sukses Budidaya Ikan Nila

Ikan Nila sudah tidak asing lagii dilingkungan masyarakat sekitar kita, baik dikonsumsi oleh masyarakat sekitar ataupun dipelihara dan dijualbelikan. Ikan nila adalah ikan sungai yang cocok untuk dipelihara di peariran tenang, seperti kolam. Secara alami ikan nila memakan plankton dan tumbuhan air yang lunak bahkan cacing.


Pemijahan Ikan nila sudah siap bila sudah berumur 4 bulan dengan panjang sekitar 9,5 cm, pembiakan bisa sepanjang tahun tanpa musim. Induk betina bisa menghasilkan 250 sampai 1.000 butir telur dan akan menetas dalam 3-5 hari di dalam mulut induk betina (tergolong ikan Mouth Breeder).
Ciri-ciri  indukan jantan dan betina ikan nila:

·         Dagu nila jantan berwarna kemerahan atau kehitaman, dagu nila betina berwarna putih
·         Sirip dada nila jantan berwarna coklat kemerahan, sirip dada nila betina berwarna kehitaman
·         Perut nila jantan berbentuk pipih dengan warna kehitaman, betina perutnya menggembung dan berwarna putih
·         Alat kelamin nila jantan berbentuk meruncing, betina berbentuk seperti bulan sabit

Untuk pemeliharan di pekarangan bisa dilakukan pada kolam semen atau kolam tanah, daerah pasang surut seperti Banjarmasin bisa dipakai jala atau karamba agar ikan tidak keluar pada saat air pasang. Sebaiknya tinggi air kolam 50-70 cm. Ikan nila dapat dipelihara dengan tingkat kepadatan yang lebih tinggi diganding dengan ikan mas, kepadatan ikan nila pada kolam 10-15 ekor per m persegi dengan ukuran 6-7 cm. Ikan nila mau makan apa saja, seperti sisa makanan, dedak, daun-daunan atau pelet. Ikan nila bisa dikonsumsi bila ukuran berat mencapai 100 gr.

Sumber : caraberternak


Tuesday, July 9, 2013

Untung Berlimpah dengan Hormon Jantanisasi Ikan Nila

Ini adalah kisah sukses pembenih ikan dengen hormon jantanisasi ikan. Tiga bulan sekali Agung Wahyudi membeli ribuan benih ikan nila tak jauh dari rumahnya di Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Ia sengaja memilih benih berusia nol-tiga hari, berbentuk bintik-bintik hitam. Alasannya, di usia itu bibit dalam kondisi gonad atau tidak berkelamin. “Kita masih bisa menentukan sendiri jenis kelaminnya,” kata pria setengah baya ini beberapa waktu lalu.

Caranya sederhana. Cukup dengan akuarium, air, sirkulasi udara, dan kolam tampung seperempat lapangan bulu tangkis di pekarangan rumahnya. Resep khususnya adalah menabur serbuk “ajaib” cokelat muda yang mengandung hormon maskulin ke bibit seharga Rp 5.000 per seribu ekor itu. Takarannya harus pas: 10 gram hormon maskulin dicampurkan ke dalam 80 liter air, yang cukup mengubah 7.000 gonad. Benih direndam 18-24 jam. Lalu ganti air rendaman dalam akuarium dan pindahkan ikan ke kolam tampung setelah berusia dua minggu. “Pertumbuhan sangat cepat. Panen hanya butuh 2-3 bulan,” katanya.
Serbuk yang digunakan Agung adalah hormon metil testosteron buatan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), yang berfungsi mengubah kelamin (sex reversal) ikan menjadi jantan. “Persentase alih kelamin mencapai 94 persen,” kata Adria Priliyanti Murni, pembuat sekaligus peneliti senior Batan. Kementerian Riset dan Teknologi memberi penghargaan hormon Batan sebagai salah satu inovasi paling prospektif sepanjang 2010.
Menurut Adria, proses penjantanan ikan penting untuk meningkatkan kesejahteraan peternak dan produksi ikan nasional. Selain ongkos produksi yang murah, “jantanisasi” ikan memiliki nilai ekonomi tinggi, karena masa tumbuhnya cepat sehingga panen pun lebih sering. Maklum, seluruh energi ikan pejantan digunakan untuk tumbuh, tidak seperti betina yang sebagian energinya digunakan untuk pematangan telur. Bentuk, ukuran, dan warna ikan jantan pun jauh lebih unggul dibanding si betina. “Butuh Rp 3-3,5 per ekor ikan untuk proses jantanisasi menggunakan hormon buatan Batan,” katanya.
Hormon maskulin Batan lahir menjawab masalah peternak ikan yang kesulitan mendapatkan metil testosteron. Sejak jantanisasi ikan diterapkan di Jawa pada 1998, hanya ada hormon maskulin buatan luar negeri, seperti Cina, Thailand, dan Jepang. Selain mahal, tingkat keberhasilan hanya 60-80 persen.
Inilah yang membuat Adria tertarik meneliti bagaimana menghasilkan hormon maskulin alami nonkimia lewat teknologi nuklir. Akhirnya pilihan jatuh pada limbah testis sapi. Bahan alami ini ternyata memiliki kandungan testosteron tertinggi ketimbang testis mencit, domba, atau kambing yang juga menjadi bahan penelitiannya. Digunakanlah uji radioimmunoassay plus yodium-125 untuk mengukur kandungan testosteron. “Teknologi nuklir yang digunakan tidak berbahaya karena hanya untuk mengetahui nilai konsentrasi hormon,” katanya. Lahirlah hormon maskulin made in Indonesia pada 2007, setelah serangkaian penelitian selama tujuh tahun.
Hormon maskulin dibuat dengan cara mengiris-iris testis sapi menjadi kepingan kecil seukuran 5 sentimeter. Potongan itu lantas dikeringkan pada suhu 60 derajat Celsius. Pada setiap 100 gram tepung testis ditambahkan metil alkohol 70 persen dari total volume. Hormon ini cocok untuk jenis ikan hias dan konsumsi, seperti nila, gurami, lele, patin, kerapu, cupang, lohan, dan koi.
Ahli akuakultur Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Doktor Fauzan Ali, mengatakan, tanpa proses sex reversal, perbandingan benih ikan jantan dan betina adalah 40 : 60. “Setiap kelahiran alami bisa dipastikan lebih banyak ikan betinanya,” kata Fauzan.
Adria memberi catatan, hormon maskulin buatannya bukan tanpa kekurangan. Kematian bibit saat proses sex reversal pun sering terjadi lantaran kurang hati-hati. Penyebabnya ikan menjadi stres. Tapi jangan khawatir, tingkat kematian gonad hanya 20 persen, jauh lebih kecil dibanding hormon dari luar negeri yang mencapai 50 persen. Agung merasakan, dari 35 ribu benih ikan nila yang dibudidayakannya, yang mati sekitar 7.000 benih. “Itu tak jadi masalah,” katanya.
sumber: teknologitinggi.wordpress