antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA,SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

antok .Farm MELAYANI PENGIRIMAN ANTAR PULAU. HARGA BISA DINEGOSIASIKAN, BERGARANSI, DAN BERPENGALAMAN BERTAHUM-TAHUN MENGIRIM JARAK JAUH SEPERTI; MEDAN, RIAU, PALEMBANG, BALIKPAPAN, SAMARINDA, PONTIANAK, JAKARTA, SULAWESI, PAPUA, TAIWAN DLL.

antok Farm, Jual Benih Ikan

Menyediakan Bibit Belut Dengan Kualitas

antok Farm, Jual Benih Ikan

Menyediakan Bibit nila dengan kondisi baik

Saturday, November 26, 2016

Ciri Benih Ikan Berkualitas

Ikan sekarang merupakan ladang bisnis yang menjanjikan dan dapat dilakukan dimana saja. Nah, bagi anda yang memilih ikan untuk budidaya maka banyak yang harus dilakukan dan dipersiapkan. Budidaya ikan tidak bisa dibilang mudah atau juga sulit, semua tergantung persiapan dan perhitungan. Bisa saja justru merugi jika bisnis tidak dimulai dengan baik. Selain persiapan ada yang paling utama yang bisa anda perhatikan, yaitu ciri-ciri benih ikan yang akan menjadi sumber peranakan dan perbanyakan selanjutnya.Kali ini saya ingin memeberikan beberapa tips dalam memilih benih ikan yang berkualitas. Pemilihan benih ikan yang berkualitas sangat penting demi keberlangsungan usaha dan budidaya yang anda lakukan. Benih berkualitas akan menghasilkan ikan-ikan baru yang berkualitas. Seperti ikan yang kemungkinan dapat dijual, atau dikonsumsi dengan enak. Benih ikan berkualitas bertujuan untuk mendapatkan unggul selanjutnya dan mengurangi kemungkinan hasil ikan selanjutnya tidak sehat atau mendapatkan ikan-ikan dengan kualitas buruk.

Performa ikanSelanjutnya ciri yang bisa anda lihat jika benih tersebut unggul jika ikan memiliki performa yang bagus, seperti aktif dan tidak pasif. Benih ikan terlihat agresif dan sehat, serta mengisi kolam dengan baik. tidak hanya diam saja. Nah, hal ini bisa menjadi tolak ukur untuk benih ikan untuk budidaya anda selanjutnya. Performa yang baik menandakan benih ikan anda sehat dan tidak terserang penyakit.


Kelengkapan tubuhTerakhir merupakan pilihan yang tidak cacat. Nah, tidak cacat disini keadaan semua tubuh ikan lengkap, seperti muka, mata, sirip sempurna, ekor dan lainnya. Termasuk kelamin baik dari benih ikan laki-laki atau perempuan. Walaupun tidak bisa anda lihat satu persatu, namun umumnya benih berkualitas digolongkan berdasarkan tingkat kecacatan atau sempurnanya ikan. Pilih saja yang berkualitas untuk mengurangi kemungkinan ikan mati.


Bibit SeragamPertumbuhan bibit yang seragam baik ukuran, warna maupun bentuk merupakan ciri atau ciri khas yang bisa dilihat oleh ikan yang unggul atau ikan yang cocok untuk benih berkualitas. Dengan begitu anda sudah memilih bibit dengan salah satu cirinya. Bibit seragam mungkin akan sulit dilihat ketika anda membeli bibit dalam jumlah besar. Namun, jangan khawatir ukuran, warna merupakan dua jenis yang bisa dilihat dengan mata telanjang.


Uji Arus AirSudah habitatnya ikan tinggal di kolam bukan. Nah, anda dapat menguji benih tersebut baik atau tidak selain dua ciri diatas yaitu dengan arus air. Ikan yang bagus kualitasnya akan senang berada di arus air dan gesit dalam bergerak. Ada beberapa ikan yang lemas dan justru tidak memiliki tenaga untuk melawan arus air. Benih ikan akan terbawa begitu saja dengan keadaan yang kurang baik. nah, uji arus air ini setidaknya dapat membantu anda dalam menguji mana benih ikan yang baik 


Tubuh ikan tidak luka atau lecetTidak hanya membeli kendaraan benih ikan juga dapat dilihat dari keadaan fisik benih ikan. Ikan yang luka-luka dan lecet sebaiknya jangan dibeli. Dengan keadaan begitu maka tingkat kematian benih akan terjadi. Hal ini sangat berbahaya dan menyebabkan anda mengalami kerugian jika dibeli. Tentu saja benih ikan seperti ini tidak akan disebut berkualitas. Untuk itu, ada baiknya cari ikan dengan tubuh yang mulus dan juga warna yang mulus.

Semoga Bermanfaat!
Sumber: ilmuhewan.com

Tuesday, October 11, 2016

Cara Penebaran Benih Ikan Nila

JUal Benih Ikan Mujair

Tentunya bagi calon pembudidaya ikan nila, banyak pertanyaan yang muncul. Pertanyaan yang sering ditanyakan oleh calon pembudidaya ikan adalah " Berapa padat tebar benih ikan?" Biasanya digunakan rasio perbandingan  jumlah benih ikan /m2. Berikut kami sampaikan tips penebaran benih ikan nila.

Membeli atau mendatangkan benih ikan nila untuk digunakan pada kegiatan pembesaran dapat dilakukan apabila wadah pembesarannya sudah siap secara teknis. Setelah benih ikan tiba di lokasi, suhu air di dalam kantong disetarakan dengan suhu air di dalam wadah pembesaran. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menempatkan kantong plastik di atas air dan membiarkannya sekitar 5—15 menit, tergantung kondisi benih ikan nila di dalam kantong. Jika ternyata kondisi benih ikan nila di dalamnya lemah, sebaiknya kantong plastik langsung dibuka, lalu air dimasukkan ke dalam wadah pembesaran sedikit demi sedikit. Dengan demikian, suhu air di dalam kantong kurang lebih sama dengan suhu air di dalam wadah pembesaran. Tujuan lain dari perlakuan tersebut adalah agar benih ikan nila relatif cepat dalam mendapatkan air yang segar. Semua proses adaptasi benih ikan nila ini dikenal dengan sebutan aklimatisasi. Jika kondisi benih ikan yang akan ditebar tidak terlalu sehat, perlu dilakukan antisipasi untuk menghindari benih dari penyakit. Caranya, benih ikan direndam dalam larutan kalium permanganat dengan konsentrasi 4—5 ppm dalam waktu 15—30 menit. Hal ini dilakukan agar benih ikan nila tidak terinfeksi serangan penyakit ikan nilaPadat tebar benih ikan nila berbeda-beda, tergantung kolamnya. Untuk kolam air tenang, kepadatannya cukup 10 ekor/m2. Jika yang digunakan selama pemeliharaan di KAT adalah pakan di bawah standar atau menggunakan sumber bahan pakan yang kandungan proteinnya di bawah 26%, padat tebar dapat dikurangi hingga 5 ekor/m2. Sementara itu, jika kolam yang digunakan berupa kolam sistem air mengalir, padat tebarnya bisa ditingkatkan hingga 20 ekor/m2. Untuk pemeliharaan di keramba jaring apung (KJA), padat tebar yang dianjurkan adalah 40—50 ekor/m2. Kualitas air selama pemeliharaan sangat menentukan daya dukung wadah. Artinya, semakin baik kualitas air wadah budi daya, akan semakin tinggi kemampuannya untuk mendukung pertumbuhan ikan nila.


Semoga Bermanfaat!!


Sumber: Buku Pembesaran Nila 2,5 Bulan dan pertanianku.com

Saturday, September 17, 2016

Tetap Berdaya di Masa Tua, dengan Budidaya Ikan Gurami


Ketika seseorang memasuki masa pensiun, bahkan masa menjelang pensiun, momok yang muncul dirasakan kebanyakan orang adalah suatu masa yang menjenuhkan. Apalagi yang sudah terbiasa sibuk, dilayani, dan memegang jabatan bisa-bia mengalami post power syndrome. Namun bila masa pensiun kita siapkan jauh sebelum masa pensiun hal tersebut mungkin tidak terjadi. Persiapan mental dengan ikhlas, dan mempersiapkan kegiatan apa yang akan dilakukan setelah pensiun juga penting. Salah satunya mengisi kegiatan di masa tua dengan menjalankan hobi yang menghasilkan. Salah satunya adalah membudidayakan ikan gurami. Budidaya ikan bisa menjadi pilihan mengisi waktu tua agar tetap produktif dan berdaya. Berikut saya ceritakan kisah Bapak Arif Setiadi (52 tahun) yang menekuni budidaya ikan gurami.

Sebagian besar mungkin berpikir bahwa usia tua adalah masa untuk pensiun, masa untuk istirahat, dan mengundurkan diri dari kesibukan duniawi. Namun tidak untuk Arif Setiadi (52 tahun). Di usianya yang bisa dikatakan tak lagi muda, pria yang pernah berkelana di negeri Kanguru, Australia, ini memilih mengisi waktunya dengan melakukan budidaya ikan koi dan gurame.
Di kediamannya, Karang Talun, Kalidawir, Tulungagung, Arif memiliki 4 buah kolam. Masing-masing ber ukuran 10 x 20 m, 12 x 22 m, dan 12 x 24 m. Kolam paling besar diisi bibit ikan gurame ukuran silet sebanyak 3.000 ekor. Artinya, padat tebar ikan rata-rata 10 ekor per meter persegi.

Nilai ekonomis

Dengan waktu pembesaran satu tahun, jumlah pakan standar yang dibutuhkan untuk setiap 1.000 ekor ikan gurame, sejak tebar hingga panen, sebanyak 30 sak. Saat wawancara dilakukan, harga pakan per sak isi 30 kg Rp 278.000. Artinya, untuk 3.000 ekor gurame yang dibesarkan Arief, total jenderal biaya pakan yang dibutuhkan sebesar Rp 25.020.000.
Selain biaya pakan, ongkos produksi mencakup biaya benih. Harga benih gurame ukuran silet saat wawancara dilakukan adalah Rp 1.200 per ekor. Total biaya untuk 3.000 ekor benih yaitu Rp 3.600.000. Ongkos listrik diperkirakan sebesar 1.200.000 per satu siklus. Adapun biaya tenaga kerja tidak ada karena pekerjaan ditangani sendiri. Jadi total biaya produksi yang diperlukan sebesar Rp 28.620.000.
Lalu, berapa keuntungan yang diraup Arief dalam kurun waktu satu tahun?
Dalam setahun, bobot ikan gurame yang dipanen rata-rata 500 gram per ekor atau sekilo isi 2 ekor. Jika survival rate sebesar 80%, Arief memanen gurame sebanyak 2.400 ekor. Artinya, bobot panen total sebesar 1.200 kg atau 1,2 ton. Jika harga berat basah sebesar Rp 32.000 per kilogram, Arief mengantongi hasil panen kotor sebesar Rp 38.400.000. Dikurangi ongkos produksi sebesar Rp 28.620.000, ungtung bersih yang masuk kantongnya sebesar Rp 9.780.000. Jika bisa menekan angka kematian, untung yang diperoleh bisa lebih besar.
“Tingkat kematian tergantung musim. Jika cuaca ekstrim atau sangat panas, gurame sering mengalami luka pada kulit dan sirip. Seperti terbakar. Dari 2.000 ekor bibit yang ditebar, jumlah panen bisa hanya 200 ekor,” beber Arief.
Ditanya soal solusi mengatasinya, Arief menyarankan agar mengisi air kolam setiap sore menjelang maghrib dan menghindari pengisian air sejak pagi hingga sore. Menurutnya, mengisi air saat cuaca panas sama seperti merebus ikan. “Selain itu, ikan harus beradaptasi terlebih dulu dengan air baru. Ikan menjadi stres,” tambahnya.
Selain menjaga kesehatan ikan dan lingkungan budidaya, Arief juga berupaya menekan pengeluaran pakan dengan pemberian pakan berupa dedaunan seperti kangkung, talas, dan daun singkong. “Selain murah, daun kangkung mudah diperoleh karena banyak petani kangkung di daerah saya. Untuk kangkung, harga bandrol Rp 70.000 untuk setiap satu kwintal atau 100 kilogram,” ungkapnya.
Tak patah arang
Setiap usaha tentu memiliki risiko. Sebagaimana bisnis lainnya, di balik keuntungan, ada risiko kerugian yang perlu disadari. Begitu pula dengan usaha pembesaran gurami yang dilakukan Arief. Ia sempat menderita kerugian yang besar saat pertama kali terjun.
“Ketika itu saya masih pemula, masih awam. Permasalahannya karena bibit ikan yang jelek dan harga jual yang sangat rendah,” kenangnya. Kala itu, panen gurame Arief hanya seharga Rp 18.000 per kilogram. “Padahal harga pakannya saja sudah Rp 270.000 per sak,” tambahnya.
Kerugian ini diperparah dengan kondisi bibit yang jelek. Bibit gurame tidak berkembang dengan baik. “Bayangkan, dalam setahun pemeliharaan, berat per kilo berisi 7 ekor ikan. Ikan centet atau kerdil. Ukurannya hanya sebesar 3 jari orang dewasa,” ungkapnya.
Seiiring berjalannya waktu, ia memahami cara memilih bibit yang baik. Bibit gurame yang berpotensi kerdil ditandai dengan mata yang menonjol. Selain itu, siripnya tampak rapat. “Jika datang langsung ke pembenih, kita bisa memilih langsung benih yang kita anggap berpotensi tumbuh dengan baik. Tapi jika sibuk, terpaksa memesan via telepon, kita terpaksa pasrah dan percaya saja,” akunya.

Meskipun pernah gagal, Arief tidak patah arang. Menurutnya, rezeki sudah ada yang mengatur. Untuk menyiasati waktu pemeliharaan ikan gurame yang cukup lama, Arief menyiasati pemasukan dengan budidaya ikan koi. “Budidaya ikan koi bagus, harganya relatif tinggi dan dijual satuan. Paling tinggi, ikan bisa dijual dengan harga Rp 35.000 per ekor, tergantung grade,” terangnya. Selain itu, waktu pemeliharaan ikan koi jauh lebih singkat. Dijualnya pun bisa dalam beragam ukuran, tergantung permintaan.
Dengan budidaya dua jenis ikan ini, Arief bisa terus mengisi pundi-pundi keluarga. Sejauh ini, penjualan kedua komiditas budidaya ikan air tawar itu mudah diserap pasar. Bakul ikan datang langsung ke tempatnya.
“Sebagai usaha untuk mengisi waktu tua, usaha budidaya pembesaran gurame cukup menjanjikan. Hanya saja memang dibutuhkan modal besar dan kesabaran karena masa pemeliharaannya relatif lama, yaitu satu tahun, tergantung ukuran pada awal penebaran,” pungkasnya. 

Semoga Bermnafaat!


Sumber: infoakuakultur.com

Friday, July 15, 2016

Potensi Usaha Budidaya Ikan Air Tawar

jual bibit ikan tawar
Usaha budidaya ikan air tawar semakin hari semakin menggiurkan. Menurut laporan Badan Pangan PBB, pada tahun 2021 konsumsi ikan perkapita penduduk dunia akan mencapai 19,6 kg per tahun. Meski saat ini konsumsi ikan lebih banyak dipasok oleh ikan laut, namun pada tahun 2018 produksi ikan air tawar akan menyalip produksi perikanan tangkap.
Mengapa demikian, karena produksi perikanan tangkap akan mengalami penurunan akibat overfishing. Ikan di laut semakin sulit didapatkan. Bahkan bila tidak ada perubahan model produksi, para peneliti meramalkan pada tahun 2048 tak ada lagi ikan untuk ditangkap.
Dengan kata lain mungkin tidak akan ada lagi menu seafood di piring kita! Oleh karena itu diperlukan peningkatan produksi budidaya ikan air tawar sebagai subtitusi ikan laut. Sehingga kita bisa memberikan ruang kepada biota laut untuk berkembang biak.

Tingkat konsumsi ikan

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar merupakan pasar potensial untuk produk perikanan. Apalagi fakta saat ini menunjukkan konsumsi ikan perkapita Indonesia masih sangat rendah jika dibandingkan dengan konsumsi penduduk negara berkembang lainnya.
Kalau kita menilik laporan KKP pada tahun 2011, konsumsi ikan masyarakat Indonesia hanya berada diangka 31,5 kg per tahun. Coba bandingkan dengan Malaysia yang mencapai 55,4 kg per tahun! Kabar baiknya, pertumbuhan rata-rata konsumsi ikan di Indonesia cukup tinggi 5,04 persen per tahun. Jauh diatas Malaysia yang hanya 1,26 persen per tahun.
Dengan tumbuhnya perekonomian Indonesia, kesadaran masyarakat akan konsumsi ikan semakin tinggi. Ditambah lagi dengan adanya program Gemar Makan Ikan yang dikampanyekan KKP, angka konsumsi akan terus bergerak naik.

Budidaya ikan air tawar

Dari sisi produksi, pada tahun 2011 produksi perikanan nasional mencapai 12,39 juta ton. Dari jumlah itu, produksi perikanan tangkap sebanyak 5,41 juta ton dan produksi perikanan budidaya 6,98 juta ton.
Dari total produksi perikanan budidaya, jumlah budidaya ikan dalam kolam air tawar menyumbangkan angka hingga 1,1 juta ton. Sisanya adalah budidaya tambak air payau, budidaya di laut, budidaya dalam keramba dan budidaya jaring apung.
Kenaikan produksi budidaya ikan dalam kolam air tawar cukup pesat yaitu berkisar 11 persen setiap tahun. Hal ini menujukkan ada gairah besar di masyarakat untuk mengembangkan usaha budidaya ikan air tawar. Tentunya pertumbuhan produksi ini mengacu pada permintaan pasar yang terus meningkat.
Lebih dari 70 persen produksi ikan air tawar diserap oleh pasar dalam negeri. Pulau Jawa menjadi penyerap terbesar mengingat jumlah penduduknya yang padat. Apabila dilihat dari potensinya, kebutuhan untuk pulau Jawa saja masih akan terus berkembang. Mengingat konsumsi per kapita ikan di Jawa masih di bawah konsumsi per kapita di luar Jawa.

Jenis paling populer

Produksi budidaya ikan air tawar dalam kolam didominasi oleh ikan mas, lele, patin, nila dan gurame. Lima jenis ikan tersebut menyumbang lebih dari 80 persen dari total produksi. Berikut sekilas profil ikan air tawar yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia.

a. Ikan mas

Ikan mas (Cyprinus carpio) dipercaya datang ke Indonesia dari Eropa dan Tiongkok. Ikan ini berkembang menjadi ikan budidaya paling penting. Pada tahun 1860-an masyarakat di Ciamis, Jawa Barat, telah mempraktekkan pemijahan ikan mas dengan penggunakan kakaban ijuk. Praktek seperti ini masih diadopsi para peternak ikan hingga saat ini.
Ikan mas cocok dikembangkan di lingkungan tropis seperti Indonesia. Suhu ideal bagi pertumbuhannya antara 23-30 derajat celcius. Ikan ini bisa dibudidayakan dalam kolam tanah, kolam air deras dan jaring terapung. Secara total proses budidaya hingga ukuran siap konsumsi memerlukan waktu 4-5 bulan.

b. Ikan lele

Ikan lele (Clarias sp.) merupakan jenis ikan air tawar yang cukup populer. Ikan ini disukai karena dagingnya lunak, durinya sedikit dan harganya murah. Peternak pun menyukai ikan ini karena perawatannya mudah dan cepat besar. Jenis ikan lele cukup banyak. Namun hanya terdapat tiga jenis yang umum dibudidayakan di Indonesia.
Lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang efesien untuk dibudidayakan. Rasio pakan menjadi daging ikan lele bisa mencapai 1:1. Artinya setiap pemberian pakan sebanyak 1 kg akan dihasilkan 1 kg peretambahan berat lele. Untuk mengetahui lebih detail mengenai cara budidayanya, silahkan baca panduan lengkap budidaya ikan lele.
c. Ikan patin
Di Indonesia terdapat 14 spesies ikan patin, namun yang dibudidayakan secara luas adalah patin asal Thailand yaitu Pangasius hypothalamus. Saat ini kebutuhan ikan patin budidaya terus meningkat. Bahkan, Indonesia masih mendatangkan ikan patin dari Vietnam untuk konsumsi dalam negeri.
Patin bisa dibesarkan dengan kepadatan 20-30 ekor per meter kubik. Tidak ada patokan ukuran ikan patin siap konsumsi. Sangat tergantung selera pasar masing-masing daerah. Biasanya para pembudidaya membesarkan ikan patin selama 6 bulan. Khusus untuk pasar ekspor ukurannya lebih besar lagi.

d. Ikan nila

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan air tawar yang mudah dipelihara dan gangguan penyakitnya tidak begitu banyak. Pembibitan nila cukup mudah. Dari sepasang indukan bisa dihasilkan 250-1000 butir telur. Waktu persiapan dari telur hingga menjadi benih berukuran 5-8 cm diperlukan waktu 60 hari.
Nila merupakan jenis ikan air tawar yang pertumbuhannya cepat. Jenis nila unggul pertumbuhannya bisa mencapai 4,1 gram per hari. Pertumbuhan ikan jantan lebih pesat dibanding ikan betina. Dibutuhkan waktu 4-6 bulan untuk membesarkan ikan nila hingga ukuran siap konsumsi. Untuk bacaan lebih lanjut silahkan lihat panduan dasar budidaya ikan nila.
e. Ikan gurame
Di negara lain, Ikan gurame (Osphronemus goramy) biasanya dipelihara dalam akuarium sebagai ikan hias. Namun di Asia Tenggara dan Asia Tengah, ikan ini merupakan ikan konsumsi yang disukai.
Di daerah Cianjur, Jawa Barat ikan gurame biasa dibesarkan sampai ukuran 3-4 kg. Mereka membudidayakannya di kolam-kolam pekarangan. Namun proses pembesaran seperti itu tidak ekonomis kalau dilakukan secara intensif. Pada umumnya ikan gurame dibesarkan hingga ukuran 0,5-1 kg per ekor.

Semoga Bermanfaat!!

sumber: www.alamtani.com

Saturday, March 19, 2016

Cara Menjaga Suhu Kolam Terpal agar Stabil

Kolam Terpal

Kolam terpal menjadi solusi bagi budidaya ikan dengan lahan terbatas. Selain hemat biaya pembuatak kolam terpal juga lebih mudah. Karena bahan dasar dan konstruksi kolam terpal yang bersifat khusus, maka dalam melakukan budidaya ikan dengan menggunakan kolam terpal selain kualitas air kita juga harus menjaga temperature suhu air. Masalah yang sering terjadi suhu air tidak stabil, jika siang hari suhu akan panas sekali sedangkan ketika malam suhu air akan dingin sekali. Untuk budidaya ikan lele temperature air paling ideal bekisar antara 28-30 C. Jadi usahakan selalu menyediakan thermometer ya!, thermometer bisa didapatkan di toko perikanan maupun aquarium.

Dengan suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin ini bisa menjadi salah satu faktor ikan akan mati. Pada budidaya ikan koi suhu yang terlalu dingin akan mengakibatkan napsu makan ikan akan menurun bahkan tidak doyan makan, dan kekebalan tubuh ikan akan turun sehingga mudah terserang penyakit atau bakteri dan membuat ikan mati. Ciri-ciri temperature suhu yang terlalu dingin antra lain ikan akan bergerombol pada salah satu sisi kolam.Untuk mencegah suhu terlalu dingin di malam hari pada kolam terpal bisa memberi alas sekam padi setinggi 10-12 cm sebelum pemasangan terpal. Sekam padi ini berfungsi sebagai isolator dan juga sebagai alas agar tanah rata dan supaya terpal tidak mudah berlubang. Sedangkan untuk masalah suhu yang terlalu panas karena sinar matahari ini yang perlu diperhatikan adalah kedalaman kolam. Untuk kolam budidaya lele, tinggi/ kedalaman kolam paling ideal adalah 100-120 cm. Selain kedalaman kolam perlu juga ditambah eceng gondok untuk tempat berteduh ikan.Semoga bermanfaat dan sukses usahanya.

Sumber:suksesbisnisusaha.com
Gambar: alvindwiputra.id

Tuesday, February 16, 2016

Cara Mengatasi Hama Dan Penyakit Ikan Gurami


Benih Ikan Gurami

Saat ikan gurami yang kita pelihara sedang stres / sakit terkadang hal ini membuat kita juga stres. Bagaimana tidak ikan ikan yang kita rawat tiba tiba sakit apalagi yang sakit dalam jumlah banyak. Kali ini saya ingin berbagai mengenai hama dan penyakit ikan gurami. Hama yang biasanya menganggu ikan gurami adalah ikan liar pemangsa seperti gabus (Ophiocephalus striatur BI), belut (Monopterus albus Zueiw), lele (Clarias batrachus L) dan lain-lain. Musuh lainnya adalah biawak (Varanus salvator Dour), kura-kura (Tryonix cartilagineus Bodd), katak (Rana spec), ular dan bermacam-macam jenis burung. Beberapa jenis ikan peliharaan seperti tawes, mujair dan sepat dapat menjadi pesaing dalam perolehan makanan. Oleh karena itu sebaiknya benih gurami tidak dicampur pemeliharaannya dengan jenis ikan yang lain.

Untuk menghindari gurami dari ikan-ikan pemangsa, pada pipa pemasukan air dipasangi serumbung atau saringan ikan agar hama tidak masuk dalam kolam.

Penyakit

Gangguan penyakit dapat berupa penyakit non parasiter dan penyakit parasiter. Gangguan penyakit dapat lebih mudah menyerang ikan gurami pada saat musim kemarau dimana suhu menjadi lebih lebih dingin.
Penyakit non parasiter adalah penyakit yang timbul bukan karena serangan parasit, tapi biasanya bersumber dari faktor lingkungan fisika dan kimia air dan makanan. Penyakit ini bisa berupa pencemaran air karena adanya gas beracun seperti asam belerang atau amoniak, kerusakan akibat penangkapan atau kelainan tubuh karena keturanan. Untuk mengetahui gangguan yang dialami oleh ikan yang dipelihara dapat diketahui dari pengamatan terhadap ikan. Bila ada gas beracun dalam air, ikan biasanya lebih suka berenang pada permukaan air untuk mencari udara segar.
Penyakit parasiter diakibatkan parasit. Parasit adalah hewan atau tumbuh-tumbuhan yang berada pada tubuh, insang, maupun lendir inangnya dan mengambil manfaat dari inang tersebut. Parasit dapat berupa udang renik, protozoa, cacing, bakteri, virus, jamur dan berbagai mikroorganisme lainnya. Berdasarkan letak penyerangannya parasit dibagi menjadi dua kelompok yaitu ektoparasit yang menempel pada bagian luar tubuh ikan dan endoparasit yang berada dalam tubuh ikan.

Ciri-ciri ikan yang terkena penyakit parasiter adalah sebagai berikut :

  • Penyakit pada kulit : Pada bagian tertentu kulit berwarna merah, terutama pada bagian dada, perut dan pangkal sirip. Warna ikan menjadi pucat dan tubuhnya berlendir.
  • Penyakit pada insang : Tutup insang mengembang, lembaran insang menjadi pucat, kadang-kadang tampak semburat merah dan kelabu.
  • Penyakit pada organ dalam : Perut ikan membengkak, sisik berdiri. Kadang-kadang sebaiknya perut menjadi amat kurus, ikan menjadi lemah dan mudah ditangkap.

Penyakit Argulus Indicus atau kutu ikan

Penyakit ini disebabkan oleh parasit Argulus Indicus yang sumber penularannya adalah udang renik. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama fish lae atau kutu ikan. Kutu ini akan menempel dan menggigit mangsa sehingga berdarah. Penularannya adalah melalui air dan melalui kontak langsung dengan ikan lain, biasanya penyakit ini sering muncul pada kolam ikan yang kualitas airnya buruk.
Cara penyembuhannya adalah dengan merendam ikanyang sakit ke dalam air garam 10 -15 g/liter selama 15 menit. Sebaiknya untuk menghindari ikan tertular kembali, anda menambahkan larutan garam 10 – 15 g/m2 untuk membunuh kutu air.

Penyakit Dactylogyrus dan gryodactylus

Dua nama ini adalah sejenis cacing parasit yang tumbuh berkembang dikarenakan kualitas air yang buruk, pakan ikan yang kurang atau kepadatan kolam yang terlalu penuh. JenisDactylogyrus menyerang insang ikan, gejalanya adalah menurunnya nafsu makan dan ikan gurami sering terlihat berbaring dengan dengan posisi insang yang terbuka, sedang jenis Gyrodactylus menyerang bagian sirip ikan.
Cara perawatannya adalah dengan memperbaiki kualitas air yang berada di kolam dengan menggantinya dengan air yang baru, dan menambahkan garam sebanyak kira2 40 gram/m2. Jika penyakit sudah sangat parah anda bisa merendam ikan dalam larutan garam selama 1 malam.

Mata Belo

Gejala awal serangan penyakit ini adalah ikan menjadi kurang aktif, malas, nafsu makan berkurang dan ikan sering ke atas permukaan air. Disusul dengan bola mata yang membengkak dan akhirnya ikan ini menjadi buta dan mati. Penyakit ini disebabkan oleh sejenis cacing.
Cara pengobatannya adalah dengan menghentikan pasokan air selama 24 jam, lalu masukkan garam sebanyak 1kg/m2 , besok harinya air dikuras dan diganti dengan air yang baru.

Jamur

Pada tubuh ikan gurami yang terinfeksi jamur akan muncul benang – benang berwarna krem seperti kapas, biasanya pada kulit tubuh yang terluka. Jenis jamur yang menyerang ikan gurami adalah Saprolegnia dan Achyla. Jamur ini akan menyebabkan ikan menjadi lemah karena kurang makan, sehingga bisa memicu penyakit lain muncul.
Cara penyembuhannya adalah dengan memberikan garam ke dalam kolam dengan jumlah 400g/m2 selama 24 jam untuk kemudian diganti besok harinya, selain garam bisa juga dipakai malachyte oxalatesebanyak 1 mg/l air selama 12 jam. Bisa juga menggunakan larutan formalin 200 ppm selama 2 jam.

Bakteri

Jenis bakteri yang menyerang ikan gurami adalah bakteriAeromonas sp, dan Pseudomonas sp. Gejala yang muncul yaitu terdapat luka berdarah tubuh, perut membesar, lendir mencair , sisik mengelupas dan muncul borok ditubuhnya. Dalam jangka waktu dekat ikan akan melemah, mengambang di permukaan air dan akhirnya mati.
Pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan merendam ikan dalam larutan oxytetracycline 2 – 5 mg/l selama 24 jam, dan tindakan ini dilakukan berulang 3 kali. Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan merendam ikan yang terinfeksi bateri dengan larutan matachite green oxalat 0,5mg/l selama satu jam , selang 1 jam kemudian deberi umpan makanan yang lebih dahulu diberi kandungan oxcytetracycline 60mg/kg pakan, dan diulang selama 7 hari berturut – turut.

Bercak Putih ( White Spot )

Jenis penyaki ini desebabkan oleh parasit yang bernama Ichthyophtbyrius. Ciri – ciri ikan yang terkena penyakit white spot yakni munculnya bercak – bercak putih pada bagian kulit. Biasanya ikan yang terkena serangan white spot akan menggosokkan badannya pada lingkungan di sekitarnya, serta mulut ikan gurami tampak kembang kempis seperti kekurangan oksigen.
Cara perawatan dari penyakit ini adalah dengan merendam ikan guramidengan ke dalam air yang diberi larutan formalin sebanyak 25 mg/l. dan di tambahkan malachine green oxalat sebanyak 0,2 mg/l selama 24 jam.

Parasit

Salah satu parasit yang sering menyerang ikan gurami adalah Argulus indicus yang tergolong Crustacea tingkat rendah yang hidup sebagai ektoparasit, berbentuk oval atau membundar dan berwarna kuning bening. Parasit ini menempel pada sisik atau sirip dan dapat menimbulkan lubang kecil yang akhirnya akan menimbulkan infeksi. Selanjutnya infeksi ini dapat menyebabkan patah sirip atau cacar. Parasit lainnya adalah bakteri Aeromonas hdyrophyla, Pseudomonas, dan cacing Thematoda yang berasal dari siput-siput kecil.
Untuk mencegah penyakit ini dapat dilakukan dengan mengangkat dan memindahkan ikan ke dalam kolam lain dan melakukan penjemuran kolam yang terjangkit penyakit selama beberapa hari agar parasit mati. Parasit yang menempel pada tubuh ikan dapat disiangi dengan pinset. Sementara pengobatan bagi ikan-ikan yang penyakitnya lebih berat dapat menggunakan bahan kimia seperti Kalium Permanagat (PK), neguvon dan garam dapur.
Selain penggunaan bahan kimia tersebut di atas, petani di daerah Banyumas menggunakan laun lambesar (Chromolaena odorata (L), RM King & H. Robinson ) sebagai antibiotik. Daun lambesan dimasukkan ke dalam kolam sebelum ikan di tebar yaitu pada saat pengolahan kolam. Banyaknya daun lambesan yang dipakai adalah 1 pikul (yaitu kurang lebih 50 kg) untuk luas tanah 25 m2. Penggunaan daun ini adalah 1 untuk 1 masa tanam.
Penggunaan obat-obatan kimia untuk ikan konsumsi tidak dianjurkan mengingat dampak yang tidak baik kepada konsumen. Kalaupun diberikan obat-obatan tidak boleh langsung di jual kepada konsumen akhir. Penggunaan obat-obatan pada ikan konsumsi juga sebaliknya tidak diberikan apabila ikan hendak diekspor. Baiknya ikan-ikan konsumsi yang mati dibuang. 
Semoga Bermanfaat!
Sumber: suksesbisnisusaha.com

Sunday, February 7, 2016

Teknologi Ternak Lele yang Bisa Membuat Panen 8 Kali Lipat

Kali ini saya ingin berbagi mengenai budidaya lele yang saya ambil dari majalah trubus. Lele adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki “kumis” yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Hewan pemakan ‘lumpur’ ini merupakan makanan favorit msyarakat dengan protein yg cukup tinggi. Berbagai upaya teknologi ternak lele dikembangkan untuk menggenjot produksi lele. Dengan naiknya produksi ikan lele, sukses petani ikan lele pun di depan mata.

Kolam 1 m3 mampu menghasilkan 250 kg lele, lazimnya hanya 31 kg. Panen lele kini meningkat 800%. Sekilas tidak ada yang spesial di empat kolam semen yang saling berhadapan itu. Pengelola membudidayakan lele di kolam milik Sekolah Tinggi Perikanan (STP), Serang, Provinsi Banten, itu.
Yang istimewa sebuah kolam berukuran 2 m x 1,5 m x 0,7 m itu berpopulasi 5.000 lele. Artinya rata-rata populasi 2.380 ikan per 1 m3. “Lazimnya peternak hanya mengisi 300 lele per m3,” kata Margono SSTPi, penanggung jawab pembenihan di kampus itu.
Margono menebar bibit berukuran 9—10 cm. Alasannya daya adaptasi tinggi dan lebih seragam sehingga tidak perlu penyortiran ukuran. Mereka menggunakan lele sangkuriang hasil pembenihan sendiri. Pemberian pakan dengan pelet dua kali sehari sampai kenyang. Pemberian pakan secepat mungkin agar tersebar merata ke semua lele. Food Convertion Ratio (FCR) atau rasio konversi pakan mencapai 0,9—1.
Artinya untuk menghasilkan 1 kg daging diperlukan 0,9—1 kg pakan. Survival rate atau tingkat kelulusan hidup mencapai 80%. Lama pemeliharaan 3 bulan. Panen dilakukan sekali per 2 pekan saat 1 kg lele berisi 8 ekor. “Hasil panen berkisar antara 450—500 kg per kolam,” kata Margono. Panen terakhir pada Juli 2015 menghasilkan 468 kg lele. Hasil panen dijual ke beberapa pengepul dari Serang dan sekitarnya.

Teknologi Ternak Lele: Panen besar

Saat itu Margono menjual ikan anggota famili Clariidae itu Rp19.500 per kg. Ia mengutip laba Rp8.000 per kg sehingga labanya Rp3,7-juta per kolam. Total jenderal Margono meraup Rp29,9-juta dari 8 kolam. Bandingkan dengan omzet peternak konvensional yang menebar 300 ekor per m3. Dengan sintasan 90% peternak hanya menuai 62 kg dalam periode sama. Artinya produksi lele di kolam Margono 700% lebih tinggi.
Produksi meningkat karena populasi lele superpadat. Padahal, kebanyakan peternak enggan membudidayakan lele dengan kepadatan tinggi karena berpotensi mati. Kepala Bagian Administrasi Pelatihan Perikanan Lapangan (BAPPL), Sekolah Tinggi Perikanan, Sinung Rahardjo APi MSi, mengatakan kematian tinggi karena kandungan oksigen dalam air rendah sehingga tercipta kondisi anaerob.
Dampaknya dekomposisi bahan organik menimbulkan senyawa beracun seperti amonia, nitrit, dan hidrogen sulfida. Senyawa itu lebih cepat terserap insang daripada oksigen sehingga menyebabkan ikan mati. Meski padat tebar tinggi, Clarias sp. di kolam milik BAPPL hidup nyaman. Survival rate alias tingkat kelulusan hidup mencapai 80%. Apa rahasia lele hidup tenteram di kolam kecil tapi bisa panen besar?
“Kami menggunakan teknologi Catfish Farming in Recirculation System Tank (C-First) atau budidaya lele dengan sistem resirkulasi,” kata Sinung. Kandungan oksigen dengan sistem resirkulasi menjadi lebih baik karena adanya aliran air sepanjang waktu sehingga kondisi menjadi aerob. Dampaknya nitrifikasi alias perubahan amonia menjadi nitrit dan nitrit menjadi nitrat berlangsung dengan baik.
Oleh karena itu senyawa beracun penyebab kematian ikan tidak terbentuk. Dengan cara itu lele dengan padat tebar tinggi hidup nyaman. Itu sejalan dengan penelitian Nainna Anjanni Ade Lestari, Rara Diantari, dan Eko Efendi. Para periset dari Jurusan Budidaya Perairan Universitas Lampung itu yang mengungkapkan kandungan fosfat menurun karena penggunaan filter mekanik berupa arang dan zeolit.
Hasil riset yang termaktub dalam e-Jurnal Rekayasa Dan Teknologi Budidaya Perairan 2015 itu menunjukkan arang paling banyak menyerap fosfat sebanyak 0,02675 mg per liter. Sementara zeolit menurunkan fosfat 0,021 mg per liter. Konsenstrasi fosfat yang tinggi dalam perairan mempengaruhi metabolisme ikan dan bisa menyebabkan kematian.

Teknologi Ternak Lele: Filter biologis

Kepala BAPPL sebelumnya, Dr TB Haeru Rahayu MSc, yang mempopulerkan istilah C-First 250. Angka 250 mengacu pada hasil panen 250 kg per m3. Penelitian terkait C-First dilakukan sejak 2004. Sistem itu lahir berkaitan dengan isu budidaya yang berkelanjutan. Prinsipnya mengefisiensikan penggunaan energi dan meminimalisir limbah.
Peneliti lele dari Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI), Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Bambang Iswanto SPi MP, mengatakan sistem resirkulasi pada budidaya lele tergolong baru di Indonesia. Bambang sudah mengunjungi beberapa sentra lele seperti Bogor (Jawa Barat), Boyolali (Jawa Tengah), dan Tulungagung (Jawa Timur) dan belum menemukan peternak yang menggunakan sistem itu. “Mungkin ini baru yang kali pertama,” kata pria berumur 36 tahun itu.
Resirkulasi pada pembenihan lazim dilakukan para peternak ikan di Belanda. Bambang pernah memperoleh informasi pembesaran ikan di beberapa negera di Afrika menggunakan sistem resirkulasi. Sayang, informasi yang ia dapat kurang mendetail sehingga tidak diketahui pasti sistem resirkulasi yang digunakan.
Dengan C-First air di kolam itu disirkulasi sepanjang waktu. Margono mengandalkan pompa 125 watt untuk mengalirkan air. Jika listrik padam, ia memanfaatkan genset. Dari kolam air mengalir melewati talang berdiameter 10 cm menuju filter mekanik. Partikel kasar dalam air tersaring di dalam filter mekanik yang berisi susunan papan kayu. Selanjutnya air masuk ke bak pengendapan tempat partikel halus terperangkap.
Setelah itu air dipompa ke atas melewati filter biologis yang berisi bola-bola hitam alias bioball. Di dalam filter biologis itulah terjadi proses nitrifikasi. Terakhir air masuk ke bak kontrol yang selanjutnya mengalirkan air ke masing-masing kolam. Setiap pekan petugas membersihkan filter mekanik untuk menghilangkan kotoran sehingga dapat berfungsi maksimal.
  • Air dalam kolam keluar melalui pipa 2 inci.
  • Selanjutnya air mengalir melewati talang berdiameter 10 cm.
  • Air masuk ke filter mekanik. Sisa pakan dan kotoran berukuran besar terperangkap.
  • Air masuk ke bak pengendapan tempat partikel halus tersaring.
  • Air melewati filter biologis berisi bioball.
  • Air dari filter biologi masuk ke bak kontrol.
  • Air bersih mengalir melalui pipa ke masing-masing kolam.

Teknologi Ternak Lele: Serba hemat

Menurut Bambang sistem resirkulasi memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu kelebihan sistem itu yakni hemat air dan berproduksi banyak karena padat tebar tinggi. Kelemahan sistem ini antara lain mengandalkan listrik agar pompa bekerja mengalirkan air. Lebih lanjut Bambang mengatakan teknik resirkulasi memungkinkan diadopsi peternak lain.
“Sistem itu pilihan lain bagi peternak. Sebab tiap daerah punya cara tersendiri membudidayakan lele,” kata pria kelahiran Malang, Jawa Timur, itu. Sinung menuturkan C-First dapat dilakukan pada daerah yang pasokan airnya terbatas. Sistem ini juga hemat tempat sehingga dapat dilakukan di perkotaan. Yang istimewa produktivitas C-First tinggi. “Pengelolaan kolam juga mudah,” kata Margono.
Menurut Sinung sistem resirkulasi konsep lama. Masyarakat tidak tertarik membuat sistem itu karena biayanya mahal. Margono mengatakan kolam resirkulasi di Serang menghabiskan Rp60-juta. Apalagi sistem itu sangat mengandalkan listrik sebagai penggerak pompa. Solusinya pembuatan kolam C-First bisa dilakukan oleh kelompok pembudidaya sehingga biaya lebih ringan.
Ditulis oleh Riefza Vebriansyah (Majalah Trubus)
Sumber: beritabroadcast.web.id

Sunday, January 3, 2016

Perawatan Benih Ikan Gurami Setelah Proses Penetasan

Benih Ikan GuramiKali ini saya akan menyampaikan tentang perawatan benih ikan gurami yang saya sadur dari tanijogonegoro.com semoga bermanfaat. Setelah proses penetasan berhasil dengan baik, langkah selanjutnya adalah perawatan benih atau larva. Benih ikan gurami yang baru saja menetas masih sangat rentan terhadap berbagai gangguan baik internal yang dipengaruhi oleh perkembangan biologi maupun eksternal yang dipengaruhi oleh cuaca, hama, penyakit, maupun makanan. Pada tahap ini, benih masih dalam fase kritis, sehingga membutuhkan perawatan serius agar angka kematian tidak begitu tinggi. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perawatan benih atau larva ikan gurami.




1. Pemberian Pakan Alami dan Pakan Buatan Pada Benih Ikan Gurami


Setelah menetas, larva masih bisa bertahan hidup dari cadangan kuning telur yang menempel pada tubuhnya hingga berumur kurang lebih satu minggu. Setelah itu, larva perlu mendapatkan pakan tambahan untuk menopang pertumbuhannya. Pakan tambahan yang paling sesuai dengan ukuran bukaan multnya yang masih kecil adalah pakan alami, baik berupa Moina maupun Daphnia. Pemberian pakan alami sebanyak 100-200 persen dari total bobot benih. Selain pakan alami, dapat juga diberikan pakan tambahan berupa pakan buatan. Jika diberikan pakan buatan, maka komposisi pakannya adalah 75% pakan alami dan 25% pakan tambahan. Pakan tambahan harus diberikan dalam bentuk tepung yang sangat halus. Bisa juga menggunakan cacing sutera sebagai makanan alami benih ikan gurami.


2. Vaksinasi Pada Benih Atau Larva Ikan Gurami


Vaksinasi diberikan setelah larva berumur lebih dari dua minggu. Jenis vaksin yang diberikan misalnya Septicaemia haemorrhagica untuk menanggulangi penyakit bercak merah akibat infeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Pemberian vaksin dilakukan dengan merendam benih dalam larutan selama 30 menit. Konsentrasi larutan 1 ml per 10 liter air. Vaksinasi tersebut mampu memberikan kekebalan selama empat bulan.


3. Gunakan Sumber Air Bersih Dan Sehat Selama Pemeliharaan Benih


Penggunaan air bersih dan sehat bertujuan untuk menghindari serangan hama maupun penyakit. Beberapa sumber air bersih yang dapat digunakan antara lain mata air, air sumur, atau air hujan. Selain menggunakan air tersebut, dapat juga menggunakan air sungai yang sudah melalui proses penyaringan. Pembuatan saringan secara berlapis dari bagian bawah ke atas yaitu ijuk, pasir, kerikil, dan batu. Sebagai ilustrasi, berikut kami sajikan gambar bak penyaring.

Jual Benih Ikan Murah
Sumber: www.tanijogonegoro.com


4. Sistem Aerasi


Aerasi bertujuan untuk menambahkan oksigen terlarut ke dalam baskom atau wadah pemeliharaan. Perlu diingat, bahwa larva atau benih ikan gurami yang baru menetas sangat rentan terhadap kekurangan oksigen. Oleh karena itu, diperlukan sistem areasi yang baik. Sistem aerasi bisa dilakukan dengan memasang aerator ke dalam baskom atau wadah pemeliharaan. Aerator hanya diaktifkan pada kondisi-kondisi tertentu, misalnya menjelang matahari terbit atau pada saat cuaca mendung. Hal ini perlu diperhatikan mengingat larva atau benih ikan gurami juga rentan dengan pemberian oksigen yang berlebihan.


5. Pemberian Naungan Atau Atap Pada Tempat Pemeliharaan


Faktor cuaca sangat mempengaruhi tingkat kehidupan (survival rate) larva atau benih ikan gurami, apalagi jika terjadi fluktuasi sangat tajam sehingga membahayakan kehidupan benih. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi perubahan cuaca tersebut, benih perlu dipelihara pada tempat beratap.

Perlu diketahui, bahwa suhu tubuh ikan akan selalu menyesuaikan suhu perairan disekitarnya, yaitu sekitar 5°C lebih tinggi. Kemampuan ikan menyesuaikan suhu tubuhnya dengan perairan disekitarnya juga tidak lebih dari 5°C. Apabila terjadi perubahan suhu perairan di atas 5°C, ikan sudah tidak mampu lagi menyesuaikan suhu tubuhnya. Dengan demikian, perubahan suhu perairan yang terlalu tinggi dapat membahayakan keselamatan ikan.

Fungsi lain pemasangan atap juga untuk menghindari jatuhnya air hujan langsung ke permukaan air tempat pemeliharaan benih. Larva ikan gurami idealnya berada di lapisan atas air. Sementara jatuhnya air hujan ke permukaan air akan menghalangi pergerakan larva ke lapisan atas air. Oleh karena itu, dengan pemeliharaan di tempat beratap, dapat menghindari stress pada larva akibat tidak mampu berenang ke lapisan atas pada saat musim hujan.

Semoga Bermanfaat.

Sumber: tanijogonegoro.com

Saturday, December 12, 2015

Kisah Sukses; Membangun Rumah dan Memiliki Kebun Kelapa Sawit Dari Budidaya Ikan

Jual Rumah Jogja

Satu lagi kisah sukses pembudidaya ikan, khususnya budidaya ikan lele, patin, dan bawal. Dia adalah Rohaya, Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Tiat Mutiara Koba Kabupaten Bangka Tengah yang berhasil membuat rumah dan berinvestasi kebun sawit sekitar 400-an batang (tiga hektare lebih) dari hasil usaha budidaya ikan lele, patin, dan bawal di kolam belakang rumahnya.

Hal ini diungkapkan Rohaya kepada para peserta pelatihan mitra tani DKP Kabupaten Bangka yang melaksanakan orientasi lapangan ke Kabupaten Bangka Tengah.

“Alhamdulillah pak saya memulai usaha budidaya ikan air tawar ini sekitar tahun 2010 sampai saat ini. Dulunya suami saya bekerja sebagai operator alat berat, tapi sekarang ini sudah berhenti dan ikut serta melakukan budidaya ikan di kolam belakang rumah kami ini,” kata Rohaya yang juga pengurus UPP Perikanan Budidaya Kabupaten Bangka Tengah.Diungkapkan Rohaya, dalam satu bulan ia bisa menyalurkan ikan konsumsi 2-3 ton. Bila stok ikan di kelompoknya sedang kosong, ia juga menampung hasil panen ikan dari kelompok lainnya.“Disini biaya produksi untuk pakan ikan bisa ditekan, karena menggunakan pakan alternatif ikan kering dengan harga Rp 4.500/kg, sedangkan kalau menggunakan pelet harga mencapai Rp 11.000/kg,” jelas Rohaya.


Sumber: Tribun news - budidaya-ikan.com


Sunday, November 22, 2015

Budidaya Ikan Air Tawar Lebih Produktif, Prospektif, dan Menguntungkan dengan E-Fishery

Benih Ikan Berkualtas

Sektor perDengan sumber daya alam dan manusia yang di Indoneisa seharusnya menjadi komoditas unggulan dari Indonesia, segala usaha inovasi untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar pun terus digalakkan oleh berbagai pihak tak terkecuali Gibran Chuzaefah Amsi, seorang alumnus program studi Biologi Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2007.

Dengan berbekal ilmu pengetahuan yang didapatkan di bangku kuliah dan ketertarikannya pada bidang entrepreneur, pada November 2012 Gibran mendirikan perusahaan Cyber Aquaculture. Sesuai dengan namanya perusahaan ini bergerak pada supporting system di bidang akuakultur dengan basis teknologi informatika dan cyber. Setelah melakukan penelitian selama 1 tahun, Gibran akhirnya menemukan sebuah inovasi baru yaitu teknologi sistem pakan ikan air tawar otomatis yang diberi nama 'e-Fishery'. Hal ini dilakukan oleh Gibran karena teknologi yang digunakan oleh pengusaha budidaya ikan air tawar di Indonesia sekarang ini masih sangat tradisional sehingga usaha ini menjadi kurang menguntungkan. "Dengan adanya e-Fishery ini budidaya ikan air tawar di Indonesia akan menjadi lebih produktif, prospektif, dan profitable," ujar Gibran.

E-Fishery akan memudahkan pengelola usaha budidaya air tawar karena dapat melalukan kontrol secara otomatis dari jarak jauh cukup dengan menggunakan layanan pesan singkat (SMS). Kontrol dapat dilakukan mulai dari pemberian pakan, penjadwalan pakan otomatis, kuantitas pakan yang digunakan, sampai sistem keamanan sehingga apabila terjadi tindak pencurian dapat terdeteksi dari jarak jauh dan dapat langsung dihubungkan dengan ponsel kepolisian. Selain itu, produktivitas dari budidaya ikan air tawar pun akan lebih terdata dengan baik dengan adanya e-Fishery. Melalui data tersebut, produktivitas dari usaha ini untuk masa yang akan datang dapat diproyeksikan sehingga investor akan yakin dengan prospektivitas budidaya ikan air tawar ini.

Teknologi yang digunakan oleh Gibran adalah dengan menggunakan network operation center yang dihubungkan dengan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) yang merupakan sistem kontrol yang biasa digunakan di industri besar. Komponen ini kemudian dihubungkan dengan food container yang telah dilengkapi dengan mekanisme pengeluaran pakan otomatis dan sensor kuantitas pakan. Dalam mengimplementasikan teknologi ini Gibran masih menemui beberapa kendala diantaranya yaitu pengembangan teknologi yang digunakan dan bagaimana mengedukasi masyarakat karena teknologi E-Fishery ini dapat dikatakan merupakan hal yang sangat baru bagi masyarakat. 

Penemuannya di bidang teknologi pangan dan perikanan ini berhasil membawa Gibran meraih Juara I di kompetisi Mandiri Young Technopreneur 2012 pada kategori pangan dan pertanian. Dari kompetisi ini modal usaha sebesar Rp 1,5 miliar pun didapatkan Gibran untuk terus mengembangkan usahanya. Gibran bercita-cita untuk membuat 'Desa Cyber Aquaculture Mandiri', yaitu sebuah desa yang memiliki potensi budidaya ikan air tawar yang dikembangkan dengan teknologi E-Fishery.

Prestasi yang diraih oleh Gibran tentunya sangat menginspirasi anak muda Indonesia untuk terus menghasilkan inovasi yang bermanfaat, mampu menjadi solusi bagi permasalahan yang ada di masyarakat, dan turut memiliki nilai jual. "Semoga sumber daya manusia dan alam dari sektor pertanian dan perikanan bisa dikembangkan agar mampu menyejahterakan rakyat," tutur Gibran.

Semoga dikemudian hari semakin banyak inovasi-inovasi di bidang budiaya perikanan. Sehingga semakin maju dan berdaya saing sektor budidaya perikanan di Indonesia. 

Sumber: itb.ac.id